
"Seketika anak-anak yg berada di belakang kami yg di komandoi oleh Benny, dan Rizwan maju menerobos gerbang depan dari markas Bimo.
Gua, Andre, Madi, dan sebagian anak-anak yg lain segera maju menuju pos penjagaan ke 2 yg di jaga sekitaran 15 orang.
"Kita di serang"
Teriak salah satu orang dari pihak lawan yg berjaga di pos ke 2.
Kegaduhan pun tak terhindarkan, karena tidak ada negosiasi yg di indahkan dari pihak lawan.
"Masuk", bg masuk, sebagian masuk, jaga Vito, sama Madi", teriak Andre sambil memukul mundur pihak lawan yg berada di pos penjagaan ke 2.
Gua, Madi dan sebagian anak yg lainya masuk, dari hadapan kita terlihat kerumunan orang-orang dari pihak lawan hampir yg gua liat pada saat itu semuanya masih muda-muda mungkin sekitaran umur 16 - 19 tahun, dan gua rasa merekalah yg akan menjadi calon-calon anggota baru.
Terlihat di barisan paling depan tepat di arah pandangan kami tertuju sosok yg kami cari tengah melihat ke arah kami juga.
"Bimo........., teriak Madi pada saat itu.
Seketika Madi berlari pada saat itu menuju kearah Bimo, tapi terhalang oleh pasukanya Bimo.
"Bantu Madi", teriak gua pada saat itu, mengomandoi anak-anak yg sebagian ikut masuk bersama kami.
Seketika anak-anak berhamburan menerobos benteng pertahanan Bimo.
Gua liat ke arah belakang pasukan yg di komandoi Sino juga mulai masuk menghampiri kami.
"Bagus pasukan tambahan datang", batin gua.
Seketika juga Gua menuju kearah Madi untuk melawan beberapa dari pihak lawan yg tengah menghalangi pergerakan Madi.
"Sial pertarungan begini membuat Gua kesulitan melihat antara kawan dan lawan, beda cerita tadi kalau mode versus batin gua.
Gua liat dari kejauhan Bimo juga tengah menghadapi beberapa orang dari pihak kami.
Spontan pandangan Gua ga karuan, entah sudah berapa pukulan yg telah di layangkan ke wajah Gua, belum terhitung dengan yg mengenai perut Gua, Sontak Gua tarik salah seorang yg tepat di depan Gua.
"Eh..bg...bg...
"Adit ini bg.., ucap orang tersebut.
"Lah elu dit, Rian mana? tanya gua.
"itu bg di sana lagi gelud dia, jawab Adit.
"Elu ya, yg barusan nonjok abg, tanya gua ke Adit.
"bukan bg, aku aja bonyok ini bg" jawab Adit.
"Heheheh, tawa gua ke Adit, yaudah lu mundur, cari posisi yg aman, biar abg bantu bg Madi, lu bantu anak-anak yg lain aja, pasukan Wira, sama Asyrol blum datang, nanti kalau mereka tiba suruh mereka kepung area belakang, biar ga ada yg bisa lolos satu pun.
"Siap bg, jawab Adit.
Seketika gua liat di sekeliling Gua, ini ruangan udah seperti lautan manusia, Gua rasa inilah Crows Zero versi lokal.
Beberapa dari pihak lawan berjatuhan, begitu juga dari pihak kami, Gua liat lagi arah belakang pasukan kami tidak henti-hentinya memasuki ruangan, bahkan semakin banyak, ada yg dengan wajah lebam, bonyok, luka, ada juga masih fresh, mungkin yg wajahnya masih fresh sewaktu yg lain asik bertarung dia nontoni, atau ga jadi wasit kali ya.
Sontak gua liat dari arah kejauhan, terlihat di sisi sudut ada celah yg bisa Gua terobos untuk mendekati Bimo, sontak gua tarik Madi memisahkan dari pertarunganya, tapi beberapa musuh dari pihak lawan mengejar kami, menghambat pergerakan kami menuju Bimo.
Syukur seketika anak-anak respon dan menghentikan pergerakan dari lawan yg tadi ingin menghambat kami.
Seketika kita pun berlari, dan di depan kita ada sekitaran 3 orang tengah menghadang,
"Gua beresin mereka, lu maju terus kearah Bimo okey" kata Gua kepada madi.
Salah satu diantara tiga orang yg tadi mencoba menghadang kami, mencoba menghambat Madi.
"Gubrak........, Maju bg".
Tiba-tiba dari arah belakang Gua liat Rian melompat, menerjang orang yg tadi ingin menghambat madi.
"Sial ini anak, lagi-lagi dia mau menunjukan bakatnya, dalam hati Gua, tapi lumayanlah untuk seorang pemula, dan Gua semakin yakin dengan 2 kemampuan kembar tachibana ini, kejutan apa lagi yg akan di tunjukan 2 sikembar tachibana ini, Gua jadi ga sabar.
Tanpa basa-basi dan kesempatan emas yg berada di depanya, seketika Madi menerjang ke arah Bimo.
Bimo pun terpental dari posisi pertarungan sebelumnya.
"Sialan Lu Bimo,Grrrrrraaaaaaaaaaa teriak Madi.
"Uhkkkkk, suara gua
yg pada saat itu memper hatikan Madi dan Bimo, tanpa sadar perut Gua terkena pukulan dari 2 orang yg menjadi lawan Gua.
Gua pun kembali ke pertarungan Gua, sesaat setelah itu gua berhasil merobohkan 2 orang tersebut, di bantu juga oleh Rian, dan kami pun meninggalkan 2 orang yg tadi menjadi lawan kami, dan ikut bergabung dengan anak-anak yg lainya.
Terlihatlah di hadapan kami pertarungan versus antara Madi, dan Bimo.
Pertarungan penentu sekaligus perwakilan dari ke dua kubu masing-masing.
Gua liat-liat pertarungan sedikit tidak seimbang sih, karna dari segi tinggi badan Madi jauh lebih unggul dari Bimo,
Dan gua liat dari segi pertarungan dan kekuatan Madi unggul jauh dari Bimo.
"Gubrak...... terjangan Madi menghantam wajah Bimo, seketika Bimo terjatuh.
"Heh sialan, di mana Cicil, sambil menarik kerah baju Bimo, yg pada saat itu terjatuh"
"Dan buat kalian semua, "Ga ada yg menang, dan ga ada yg kalah dari pertarungan ini, yg ada hanya dendam baru yg akan datang", teriak madi sambil menunjuk kearah pasukan Bimo, yg sebagian terbaring, dan sebagian besar terduduk, sambil menyaksikan pemimpin mereka babak belur di tangan Madi.
"Kalian Semua, Bubar.....", atau lu semua mau gua habisin kaya pemimpin lu ini hah", teriak Madi kepada pasukan Bimo.
Seketika pasukan Bimo yg pada saat itu masih dalam ke adaan babak belur pergi satu persatu, ada yg di gotong, ada juga yg di bopong, dan sebagianya lagi jalan dengan sempoyongan , sambil tangan menutupi wajah yg lebam lebam.
"Kami juga ikut bubar ga bang?", teriak Benny dari kejauhan dengan candaanya.
"Yaudahlah yok bubar kita bubar, balik aja kita, di tambah candaan Rizwan.
"Bukan kalian bro, Gua bilang buat mereka ini, pasukan anak udang, yg masih minta duit jajan dari orang tua, tapi udah sok mau jadi jagoan jawab Madi.
"Cabut lu semua", teriak madi lagi.
Dari sini gua liat, dimana sebuah kerajaan Bimo, tumbang di atas tangan kami semua, yg tersisah hanyalah Bimo seorang.
"Sekarang lu Antar Cicil sama Gua, atau nyawa lu Gua abisin, teriak Madi kepada Bimo.
Dengan badan di bopong oleh madi, dengan jalan yg tertatih-tatih Bimo pun menghantarkan kami, menuju lantai paling atas dari gedung ini.