KALONG (King At Long Night)

KALONG (King At Long Night)
22 Maret 2017 Pusat Kota



Malam itu seketika menjadi malam yg mencekam, di bawah gelapnya langit dan padamnya lampu-lampu kota, seolah-olah pada hari itu emang tuhan sudah ngerencanain semua ini, kita ga pernah tau apalagi berfikir apa yg akan terjadi setelah ini.


Seperti biasanya gw sebagai teman terdekat madi, gua selalu berboncengan dengan madi menggunakan motornya, dari belakang gua perhatikan wajah madi sepanjang jalan seolah gua melihat seperti seekor singa buas yg siap menerkam mangsanya.


Seketika gua di selimuti rasa penasaran untuk bertanya, apa gerangan yg membuat dia menjadi sebringas ini, "di gua ini temen lu, apapun masalah lu kita selalu selesaikan tanpa kata mundur".


"palingga lu cerita ke gua, apa akar dari permasalahan malam ini?


madi pun dengan wajah emosi hanya mengucapkan, "ketika orang yg kita sayang di rebut dari kita dengan paksaan, itu hal ketidak adilan yg di tunjukan dunia, untuk memulai sebuah pemberontakan!


sontak gua paham rasa emosi apa yg menyelimuti dia saat ini.


seketika dari jauhan gua dengar suara teriakan Wira "bg masih jauh?" anak-anak yg lain nelfon, minta di hubungi lokasi penyerangan, mereka nyusul dari belakang.


Madi pun melambatkan motornya agar berdampingan dengan motor wira, setelah sejajar motor madi dan motor wira yg berboncengan dengan benny, madi pun berkata, "jangan turunkan pasukan, ini masalah gua, dan kalianpun jangan ikut campur pada saat di lokasi nanti, cukup kalian perhatikan gua dari blakang, kalau nanti ada pergerakan dari lawan yg itu cukup fatal, sekiranya hal burukpun terjadi, kalian semua mundur, palingga harus ada yg selamat untuk mengatur rencana ulang, jika negosiasi tidak di indahkan.


Setelah 20menit di perjalanan tepat pukul 23:00 di tengah kota medan, yg tidak jauh dari pusat pasar, terlihat dari jarak 100m sekumpulan orang yg berkumpul lengkap dengan beberapa orang memegang senjanta tengah berjaga-jaga sambil memperhatikan suasana kendaraan yg berlalu lalang, seketika madi melambatkan motornya ke arah orang-orang tersebut, gua yg di bonceng pada saat itu, ga pernah memikirkan hal buruk apa yg akan terjadi, karna barisan terdepan itu kami ber dua, yg pasti ketika itu yg ada di otak gua, sisi mana dari mereka yg paling lemah, yg bisa gua serang nanti ketika hal buruk terjadi, wajar saja gua harus rencanakan ini, karna pada saat itu, kita semua sama sekali tidak membawa apapun hanya tangan kosong, tergolong nekat keputusan kami ini, tapi palingga kami memiliki orang-orang yg sudah ahli di bagian ini, dan selain ini juga karna tidak di rencanakan, ini juga datangnya dadakan.


sampainya kami di sekumpulan orang tersebut hampir tidak ada satupun di antara mereka yg gua kenal, wajarlah pihak lawan, dan di situ gua tidak melihat celah sama sekali, kecuali negosiasi yg dingin, itu harapan satu-satunya untuk selamat dari pertempuran, atau mungkin dewi fortune berada di punda kami masing-masing.


Seketika madi mematikan motornya sambil menghampiri salah satu dari gerombolan tersebut, yg mungkin dia sudah pernah jumpa denganya sembelumnya.


dan dari jarak yg tidak jauh gua mendengar madi mengatakan kepada salah satu dari mereka, "Dimana Bimo!, Terucap dari suara lantang madi.


Lalu seketi gua dengar suara dari pihak lawan berkata, "Santai aja bos, kalo kita ga mau kasi tau lu mau apa?


Di situ gua berfikir ini tidak bakal menjadi negosiasi yg di harapkan, ga ada lampu hijau dari negosiasi ini.


Kalau dari segi pasukan kami kalah mutlak pada saat itu, karna tidak ada persiapan yg tersusun, tapi seandainya pun hal buruk terjadi, jelas ini ga bisa di hindarkan.


Lalu gua dengar lagi Madi berkata kepada orang yg barusan menjawab pertanyaan Madi, "gua ga lagi bertanya sama lu, paham!, gua bertanya sama orang yg di depan gua, jadi lu diam!


Kembali dengan wajah emosi Madi.


Kembali madi berkata, "Dimana Bimo?", gua datang kemari mau mengambil hak gua yg dia ambil dengan paksa, gua ga akan pergi dari sini, sebelum hak gua kembali ke tangan gua, bahkan kalau hal buruk harus terjadi malam ini!.


Tiba-tiba dari belakang gua Benny berteriak, "Gimana bg? kelamaan ini, udah kalo ga mau cara baik, kita buat cara kekerasan".


Sampai gua dan anak-anak yg lain ga sadar, kita udah di kepung pada saat itu secara tidak sadar, karna tujuan kita pada saat itu, fokus pada negosiasi.


Sontak Andre dengan suara lantang mengucapkan, "Wahhh udah rame aja ni, bakalan jadi malam yg melelah ini kayaknya".


gua liat di sekeliling, sekitaran 37-40 orang dari jarak 20meter sebagian lengkap dengan senjata tlah mengelilingi kami, dan itu baru gua sadari.


Sontak gua berfikir pada saat itu, "what the ****" ini bukan pertempuran bro, ini kita kaya upacara adat penyerahan tumbal, ini konyol!"


Tiba-tiba dari kejauhan gua mendengar teriakan dari pihak lawan, "Udahhh, Habisin aja, Habisin!!.


Sontak gua tarik kerah baju Madi mundur, mendekat anak-anak yg lain, karna gua ga mau, hal buruk itu terjadi sama dia tanpa dia sadari.


yg pasti gua denger pada saat itu yg lontar dari mulut Asyrol ntah itu karna panik atau sebaliknya, "ini yg aku cari"


Tanpa basa basi Asyrol yg pada saat itu sudah memperhatikan posisi lawan melihat ada satu celah terlemah, yg bisa kami trobos untuk keluar dari kepungan lawan, bukan untuk kabur, tapi untuk mencari posisi agar lawan tidak melihat celah terlemah kami, walau dari segi manapun dengan jumlah yg tidak seimbang kami tetap lemah.


Beruntung kepungan itu bisa kami lewati, dan mengatur jarak dengan lawan, setidaknya jika hal buruk terjadi, ada salah satu di antara kami yg bisa selamat untuk kabur.


beberapa meter dari kami ada sekitar 4 buat kayu yg bisa kami gunakan sebagai persenjataan darurat, karna kebetulan jarak antara kami dan pusat pasar itu tidak terlalu jauh.


Sesaat setelah benny, dan Asyrol mengambil kayu, sontak dari lawan berteriak, "Serang, "Habisi!!!!


benar saja kegaduhan yg tidak seimbang itu tidak terelakkan, gua liat dari jarak 2meter Madi tengah di krumuni sekitar 7-8 orang, begitu juga Andre, dan sisahnya terbagi oleh Benny, Asyrol, Wira, dan Gua.


Di dalam pertempuran yg tidak seimbang itu, Tiba-tiba terdengar dari kejauhan suara kerumunan motor yg gua ga tau ada berapa banyaknya, karna gua harus fokus sama apa yg ada di depan gua, sampai gua lengah sedikit, ini bisa fatal.


Di otak gua pada saat itu, ini malam benar-benar melelahkan, belum juga ini pasukan lawan teratasi udah datang lagi yg lain.


dari jauh suara gemuruh motor semakin mendekat, dan gua mendengar teriakan, "Woiii,,,,,"Woiii,,,,,Jangan keroyokan sialan!!


seketika musuh yg berada di depan berteriak, "Mundur....Mundur...atur jarak"


sontak dalam hati gua, ini pasti pihak kami datang.


tapi bagai mana bisa mereka tau lokasi kami, sementara ini blum ada instruksi dari kami.