KALONG (King At Long Night)

KALONG (King At Long Night)
Kita Bergerak!!



"Okey semuanya... Kita ada Informasi penting"


Sino telfon anak-anak yg lain untuk segera merapat ke bascamp, kata gua.


"aman, jawab Sino.


Wira , Asyrol, tugas kalian Komandoi pasukan agar tetap berada di posisi belakang untuk berjaga-jaga"


"Siap! , jawab wira.


Benny, Rizwan, siapkan pasukan tambahan untuk berjaga-jaga di barisan, jika kondisi mulai tidak kondusif, perintah gua.


"pasukan tambahan? gampang!, jawab Benny.


Sementara gua, Andre, dan Madi Berjaga-jaga di barisan terdepan, untuk memonitor musuk, jika ada gerak gerik yg membahayakan yg mungkin bisa mengancam keselamatan Adit dan Rian.


Waktu menunjukan pukul 11:25, Sebagian pasukan sudah ada yg datang, dan sebagian lagi masih di perjalanan, begitu juga pasukan tambahan yg di hubungi Benny, dan Rizwan.


"Sino lu pimpin pasukan lu, jangan buat pergerakan atau penyerangan sebelum komando dari kita, perintah gua.


"aman bg, sesuai rencana, jawan sino.


Benny, Rizwan, kalau kalian ga usah gua kasi instruksi lagikan? kalian udah tau kan, kapan harus bergerak untuk menyerang, tanya gua.


"Santai bg, udah aman itu semua, udah di rangkum semuanya di otak kami, jawab Rizwan.


"Lah trus kita sekarang ngapain? kan waktunya sore, tanya andre.


Sambil menunggu yg lain, kita siapkan apa yg perlu kita siapkan, untuk nanti malam, jawab gua.


"yaudah yuk ga usah berlama-lama lagi, udah ga sabar gua, kata madi.


Sambil menunggu anak-anak yg lain datang, kami pun menyiapkan apa-apa yg perlu kami siapkan, terutama fisik, dan mental, karna ini babak penentuan.


"Adit, Rian mana? tanya gua ke anak-anak yg lain.


"ada bg di atas, bentar gua panggil, jawab Wira.


Beberapa saat kemudian turun dua kembar tachibana.


"*Gimana persiapan mental kalian?, tanya gua.


"Aduh bg, aman itu, abg tenang aja, jawab rian.


"iya bg, udah pokoknya abg arahin kami, abg monitor kami dari jauh, biar kami yg bermain di dalamnya, jawab adit*.


"sial keren juga gaya ni dua bocah tengil, dalam hati gua.


"yaudah kalian siapkan apa-apa yg perlu kalian siapkan dari kalian dua, kata gua lagi.


"oke bg, udah kami siapkan semuanya, sebelum abg perintahnan, jawab Rian.


Gua liat jam ga terasa udah pukul 13:00, Gua, Andre, Dan Madi berinisiatif untuk membeli makanan untuk kita dan anak-anak makan siang ini, karna kebetulan Bascamp kita ga jauh dari warung, jadi kita putuskan untuk berjalan kaki.


"eh ngomong-ngomong kita ini mau beli makan siapa yg bayar?, tanya andre.


"**lah lu dulu talangin ndre, jawab madi.


"lah kok gua, kan lu yg punya masalah *******, canda andre.


"ga pegang duit aku ndre srius, sisah 20ribu doank, buat beli bensin motor nanti ini, jawab Madi sambil senyum kecil.


"tunggu-tunggu, yg punya ide buat beli makan kan elu Vit, lu harusnya yg bayar, kata andre ke gua.


"iya bener juga itu ndre, udahlah itung-itu sedekah, kau kan jarang sedekah, kata madi.


"Memang ******* kalian dua, selalu gua yg kena kalau soal beginian, jawab Andre**.


Sampai di warung kami beli kebutuhan makan kami dan anak-anak, setelah itu kami kembali ke bascam, sambil membawa makanan yg sudah terbungkus.


"*ayo.... ayooo yg lapar.....yg lapar, teriak madi sambil memegang makanan yg siap di bagikan.


"Jangan rebutan Satu-satu tenang semua kebagian, jangan keliatan susahnya, canda madi lagi dengan anak-anak sambil membagikan makanan*.


Setelah semua makanan telah terbagi, kamipun segera makan untuk mengisi kekosongan perut kami, bukan kekosongan hati, heheh......


ya begini penyakit kalau setelah makan, kenyang, habis kenyang timbul rasa malas, trus kaya orang ****.


Ga sadar setelah makan, kami bercerita dan gua liat jam waktu sudah hampir mendekati pukul 5 sore, gua dan anak-anak bersiap untuk berangkat.


"Tetap dalam barisan, tapi semua atur jarak masing masing, setiap motor, harus punya pasangan motor lainya, jangan sampai terpisah, dan jangan terlalu berdekatan, karna itu bisa meninbulkan kecurigaan, bisa saja pihak lawan sebagian masih ada yg di jalan, bahkan perpapahan dengan kita, Paham! Teriak Benny memberi instruksi kepada pasukan.


Adit dan Rian, Menempati posisi paling depan.


Gua, Andre, dan Madi tepat berada di belakangnya, hanya saja kita mengatur jarak yg cukup lumayan, mungkin sekitaran 15-20 meteran.


Wira, Ayrol, Riswan, Benny, Sino, dan anak-anak yg lainya, berada jauh di belakang kami, tapi masih dalam jarak yg bisa di lihat.


Dari belakang, gua perhatikan Adit mengendarai motor yg berboncengan dengan Rian, tengah sibuk dengan HP nya, yah mungkin dia lagi menghubungi temanya, sembari bertanya di mana lokasi pelantikan anggota baru genk motor yg di ketuai oleh Bimo.


Seketika HP gua berbunyi, Menandakan pesan masuk, gua buka lock hp gua untuk membaca pesan yg masuk.


"bg kata temen gua, lokasi mereka di jln.pahlawan, berarti 20 menit dari lokasi kita sekarang ini, pesan dari rian.


"oke, pesan balasan gue ke rian.


Bro pelani motor, jauhi jarak lagi dari adit sama rian, kita udah mau mendekati lokasi, gua takut ada pasukan dari mereka, yg sekarang menuju ke lokasi melihat kita, ucap gua ke madi, yg pada saat itu membawa motor.


Gua liat jam di HP gua tepat pukul 06:13 Sore, menjelang maghrib, dan 5 menit lagi kami sampai ke lokasi, Gua telfon Rian.


"*Hallo ian, kata gua yg saat itu Rian langsung mengangkat telfon gua.


"iya bg, kenapa? jawab rian


"abg berenti di sini aja ya sama yg lain, lu, sama Adit langsung ke lokasi aja, tapi tenang, kalian masih bisa kami pantau walaupun jauh, takutnya musuh bisa curiga, tapi Hp jangan di matiin, biar kami bisa dengar apa yg di bahas, sama kau aktifin GPS lokasimu, biar nanti abg tinggal sher sama anak-anak, jawab gua.


"oke bg , siap, jawab rian*.


Sontak gua bilang sama Madi, dan Andre, "Udah kita berenti disini aja, selanjutnya biar Rian sama Adit yg beraksi, kita monitor aja dari jauh, lagian gua udah suruh Rian buat aktifin GPS lokasi dia, sama telfon jangan di matiin, kita lantau dari jauh sini aja, sambil kita dengarkan, ucap gua ke Andre, dan Madi.


"Ndre lu telfon Benny, suruh yg lain berenti di sana, buat jarak masing-masing, cari warung yg bisa di tongkrongin, tapi jangan di satu warung, dibagi menjadi 15 - 20 warung yg terpisah, agar jika ada pihak lawan yg melintas atau tengah mengintai mereka ga curiga, perintah gua.


Maklum pasukan yg kami turunkan cukup besar pada saat itu.


"Okey, jawab andre yg ketika itu langsung menghubungi Benny.


Beberapa saat setelah itu gua mendengar dari Hp gua yg masih terhubung dengan Rian, suara yg asing.


"Rian sama Adit ya? temen sekolahnya Raka, yg mau gabung jadi genk motor? tanya orang tersebut.


"iya bg, Rakanya mana ya bg? di jawab lagi oleh Rian.


"Oh ada di dalam, ayuk biar di antar' kata pemuda tersebut.