
Kami pun bergegas membersihkan lokasi yg pada saat itu tengah berantakan di karenakan ulah segrombolan orang orang tidak bertanggung jawab tadi, dan kami pun tidak tau mereka siapa, berasal dari kubu mana.
Gua liat dari jarak 5 meter Madi masih tengah kesal dengan kejadian barusan, terlihan dia sambil membersihkan lokasi, sambil mengeluarkan kata kata kasar di situ, seolah olah masih tidak terima dengan kejadian yg barusan terjadi.
Beberapa saat setelah itu, Gua pun mengarah kedepan, membersihkan pecahan kaca yg tadi akibat hantaman keras dari lemparan orang tersebut.
Setelah semua beres, kita pun duduk sejenak di dalam ruangan MDX, sambil memikirkan langkah apa yg harus kami lakukan selanjutnya, dan apa yg harus kami jelaskan kepada bg Andi besok.
Di saat Gua tengah melamun, dan memikirkan apa penjelasan yg harus kami katakan buat besok, tiba tiba.
"Sialan, ini ga bisa di biarkan, kata Madi.
" Nama Kita udah pernah rusak 1 tahun yg lalu karena kejadian yg sama seperti malam ini, kata madi.
"Pokoknya harus kita tuntaskan masalah ini sampai ke akar akarnya, kata Madi.
"Bener bg Mad, Kasus malam ini, pasti masih menyangkut sama kejadian 1 tahun yg lalu, ini pasti masih dengan orang yg sama sumber pelakunya, kata Benny.
"Apa mungkin ini serangan teror dari pihak Bimo,? Kata Andre.
"Mungkin aja mereka masih dendam karena kejadian beberapa hari yg lalu, lanjut Andre.
"Ga mungkin ini ulah mereka, lagian konyol jika mereka berani menyerang markas kita, kalau mereka mau, dari awal sebelum kita serang mereka, mereka bisa saja menyerang sewaktu Dia dan Cicil beserta pasukanya ke sini, dan pada saat itu juga kita dan anak anak ga ada, kata Madi.
"Ini pasti sumbernya dari orang yg sama dengan kejadian 1 tahun yg lalu.
Nah dulu kita dan anak anak ga bisa mencari tau orang orang yg merusak MDX karena belum terpasang CCTV, jadi kita ga bisa mengetahui kendaraan dan plat nomor yg di gunakan orang orang tersebut pada saat itu.
Dan setelah kejadian itulah baru bg Andi pasang CCTV.
"Yaudah Kita lihat aja CCTV, kita liat plat nomor sama jenis motor apa yg mereka pakai, sebagai bukti juga.
"Bg ini gimana, anak anak yg lain mau di hubungi ga? kata Benny.
Seketika Gua dan yg lainya menuju meja oprator, bergegas melihat CCTV untuk memutar kejadian ulang yg barusan terjadi.
Emang sih masalah ini perlu di usut sampai tuntas, sialnya itu udah ke 2 kalinya kami di teror secara pengecut seperti ini, dan mungkin jika di biarkan, masalah ini bisa ter ulang kembali di lain waktu, dan bisa aja ada yg menjadi korban, dari pihak kami.
"Sial" Batin Gua.
Belum ada 1 minggu Gua menghirup udara ketenanggan udah terjadi kembali insiden yg tidak di inginkan.
Paling ga kasi jeda waktu 1 bulan gitu buat istirahat, baru kalau mau mulai ribut ributan lagi okey Gua dan anak anak yg lain hadapi.
Kami pun melihat beberapa rekaman CCTV hari ini, dan kami mepercepat waktu pemutaranya sampai di waktu kejadian di mana segerombolan orang orang tersebut menyerang.
dan terlihat lah waktunya 22:19 tepat mereka berada di depan dan pukul 22:25 dua orang masuk ke dalam, dan seketika merusak fasilitas yg ada di dalam.
Gua liat cara kerja mereka ber dua, 1 orang tengah menodongkan senjata tajam ke arah Adit, dan yg 1nya lagi tengah mengacak acak seisi ruangan sambil mengancam beberapa orang yg tengah bermain Game, sambil mengayunkan senjata tajamnya untuk menakut nakuti orang orang yg tengah bermain.
Sebenarnya kalau masalah ini kita bawa ke jalur hukum, pasti mereka bakal di usut oleh pihak yg berwajib, secara kami memiliki bukti CCTV, ada Pengancaman senjata tajam, ada perusakan, bisa di hukum pidana mereka ini, kecuali ada orang hebatnya di belakang mereka, atas insiden ini.
Kami mengarah ke kendaran yg mereka Gunakan, dan plat nomor kendaraan mereka.
terlihat 2 kendaraan jelas dengan plat nomornya.
Sementara yg 3 motor lagi, tidak begitu kelihatan plat motor nya, kecuali merek motor yg mereka gunakan.
Oke paling ga ini bisa menjadi lebih mudah dalam pencarian.
Prinsip kita itu, Loe asik Gua santai, Tapi Kalau Loe Usik Gua Bantai!!
Karna bagi kita jika ada yg membuat sebuat peraturan dengan hukum Rimba, Maka akan kami balas dengan Hukum Rimba juga.