
Tersentak Gua terbangun Dari Istirahat Gua, Gua arahkan pandangan Gua ke arah jam dinding, terlihat pukul 05:15 subuh, Suara Adzan Berkumandang, Tersentak badan Gua pun Terbangun, Di sebelah gua Terlihat, Madi, Andre, dan Wira Masih tertidur pulsa.
Ketika Gua berdiri, terlihat Anak-anak lainya Tengah tertidur pulas berada pada posisinya masing masing.
Gua pun turun ke bawah untuk melaksanakan Shalat Subuh.
"Pagi bg, udah bangun, Tanya Adit yg pada saat itu sudah terlebih dahulu bangun.
"Eh lu Dit, udah bangun lu, tanya Gua.
"Heheheh....
"Blum tidur Gua bg, ga bisa di pejamin matanya, jawab adit.
"Yaudah Gua tinggal Shalat dulu ya, lu ga Shalat, tanya Gua lagi.
"Siap bg, Aman ntar Gua nyusul", jawab Adit.
Gua pun bergegas melaksanakan Shalat Subuh,
Setelah itu Gua kembali ke atas, niat ingin melanjutkan tidur Gua.
"Hmmm,,,,duduk dulu sebentar di halaman depan lebih seru kayanya, dalam hati Gua.
Bergegas Gua pun Ke arah halaman depan, untuk menikmati udara segar pagi, tanpa polusi, tanpa kebisingan hiruk pikuk kendaraan yg masih sepi.
"Hmmmmmmm,,,,,
"Ahhhhhhhhh,,,,
Tarik nafas Gua sambil melepasnya lagi.
Jum'at 24 Maret 2017, 3 hari tepat setelah runtuhnya kerajaan Bimo.
"Hmmm bagai mana kabar dia saat ini ya, batin gua.
Ah bodo amat kok Gua jadi mikiri itu anak, Karena itu anak juga, Gua dan Anak-anak yg lainya Jadi kelelehan begini, Sambil Gua menikmati udara segar pagi itu.
"Ngopi bg, terdengar dari belakang Gua, sambil memberikan Segelas Kopi panas.
"Eh elu Dit, Thanks ya, jawab Gua.
"Lagi mikirin apa bg? kok serius banget Gua perhatikan, Tanya Adit.
"Engga Dit, lagi nikmati suasana pagi aja, Sini duduk, jawab Gua, sambil Adit pun duduk di sebelah Gua.
Gua pun menghabiskan suasana pagi itu mengobrol santai dengan Adit.
Tidak terasa lagi asiknya ngobrol dengan Adit, Cahaya matahari pun, terpancar dari atas langit, Gua Keluarkan Hp dari Saku Celana, dan Gua liat jam sudah pukul 07:25 Pagi.
"Lah ga kerasa Dit Udah jam 7 lewat, kata Gua ke Adit.
"Iya bg, yaudah, abg mau mandi?, tanya Adit.
"Iya abg mandi dulu ya, Sekalian mau banguni yg lain, yg masih pada tidur, Kata Gua.
Gua pun Seketika meninggalkan Adit, Bergegas membangunkan Anak-anak yg lainya, pada saat itu masih tertidur.
Dan sampainya Gua di atas, sebagian Anak-anak masih ada yg tertidur, dan Sebagian laginya Ada yg sudah terbangun.
"Riz, Lu udah bangun, banguni yg lain, Gua mau mandi, kata Gua ke Rizwan yg pada saat itu sudah terbangun, dan tengah asik dengan Hp nya.
Gua pun mandi, Sekitaran 10 - 15 menit Gua mandi, Gua pun bergegas ke kamar untuk memakai baju yg selalu Gua siapkan di dalam Ransel Gua.
"Wah udah mandi aja lu Vit, ada angin apa ini, Kata Andre, yg pada saat itu sudah terbangun.
"Ya mandilah biar seger, emang elu yg mandinya tunggu Hujan, jawab Gua.
"Lah Gua masih mending, dari pada Madi, tunggu Mati dulu baru mandi, itupun Di mandikan, Balas Candaan Andre ke Gua, yg pada Saat itu Madi juga berada Di sebelahnya.
"Hiay....hiya....hiya..., Tawa dari anak-anak yg lainya tengah berada di situ.
"Yaudah Gantian, Mandi lu pada, sambil Gua lemparkan Handuk Ke arah Andre.
Nah ini dia baju kebanggaan Gua, hampir setiap Gua pergi ini Baju selalu menemani Gua.
Selesainya Gua pakai baju, Gua pun segera bergegas Ke bawah, Menghampiri Anak-anak lainya yg berada di sana.
Gua liat sebagian anak-anak sudah ada yg tengah menghidupkan Motor, ada juga yg masih Minum.
Yah sepertinya mereka tengah mempersiapkan Diri untuk pulang kerumah masing-masing, karna Gua liat sebagian dari mereka udah pada pulang.
"Gimana ya rasanya Suasana Rumah, batin Gua.
Udah hampir 2 tahun Gua ga pernah Pulang, Gimana kabar Mama Gua, Ayah Gua, Adik perempuan Gua, Kakak Perempuan Gua.
Tidak Termasuk Abg Gua, karna Dia udah menikah, dan punya Keluarga Sendiri.
Kalau di fikir-fikir Gua Kangen dengan Suasana Rumah, terlintas Kefikiran Buat pulang kerumah, Tapi Gua Malu, Apa Lagi Gua Anak yg Gagal Di keluarga Gua, dari 4 bersaudara Cuman Gua yg Putus Sekolah, Gua Putus Sekolah Sejak SMA Kelas 1, Padahal Orang Tua Gua udah mati-matian buat Belain Gua Untuk Biayain Gua Agar Lulus Sekolah, Minimal Lulus SMA aja, Sampai Sekolah di Medan Yg mana, Yg belum Pernah Gua Duduki.
Yaudahlah, Itu Juga udah Cerita 8 Tahun yg lalu, udah Masa lalu juga.
Lagi Asiknya Gua melamun, tentang diri Gua sendiri Tiba-Tiba dari arah belakang gua.
"Woi, Melamun Aja lu, Lagi mikirin Apa sih, Tanya Andre yg pada saat itu dia telah selesai dari mandinya.
"Eh elu Ndre, Engga ini Gua lagi Mikirin, Nama Buat Komunitas kita ini, apa ya, Jawab Gua sambil Ngeles.
"Hmmm iya bener Juga ya, soalnya blum ada nama julukan buat kita ini, jawab Andre lagi.
"Wah....
"Wah...., ber dua aja nih, gabung lah, kata Rian sambil Mendekat, dan duduk di sebelah Andre.
"Lagi mikirin apa bg, tanya Rian.
"Ini abg lu, lagi mikirin Kapan Nikah, becanda Andre.
"Gimana bg Vito mau Nikah, pacar aja ga punya, kata Rian.
"Heh bukan itu, Gua itu lagi mikirin Nama Buat Julukan Komunitas Kita ini, Kata Gua mengakhiri candaan mereka.
"Iya bg, dari dulu kita itu belum ada nama julukan, agar orang itu tau siapa kita, kata Rian.
"Gimana kalau, Brotherhood, usul Andre.
"Udah terlalu banyak yg pakai itu, Kata Gua.
"Kalau Persaudaraan bg, gimana? usul dari Rian.
"Itu mah terjemahan Dari Brotherhood tadi, cuman di translate aja, Bang**t, kata Gua ke Rian.
"Heheheh, becanda bg, biar ga tegang banget, jawab Rian Sambil tertawa.
"Kemana Lu Sino, Pulang? terdengar Suara Adit yg pada saat itu menanyakan Sino.
"Pulang Dulu, Salim Mama, Papa, Udah kangen mereka, soalnya Gua di telfoni Terus, jawab sino.
"Sampe Rumah jangan tidur, habis isi absen di rumah, langsung balik lagi kan, tanya Adit.
"Malam lah, Gua balik lagi, Jawab Sino.
"Halah udah kaya Kalong aja, Aktifitasnya Malam, Paginya pulang, wkowkwokwo, kata Adit sambil tertawa.
Sontak, Gua, andre, dan Rian saling Menatap, Dan serentak Mengucap Kan Kata "Kalong"
Mungkin Kami ber 3 pada saat itu memikir kan Hal yg sama.
"Semuanya Kumpul, Hari ini Kita Resmikan Kalau Julukan Untuk Komunitas kita Adalah "KALONG" Teriak Andre seketika, yg anak-anak masih berada sebagian di situ.
"Hubungi Yg lain, Siang ini kita Ngumpul untuk Membahas Masalah Kalong ini.
Seketika Sebagian Anak-anak yg tadinya berada di atas berlari turun kebawah.