
"Pagi itu Gua Lihat Kearah Jam dinding, tepat pukul 10:23 pagi.
Oke Nama untuk julukan kami udah di tentukan, tinggal memberi informasi aja ke Anak-anak yg lainya.
Jujur badan Gua masih terasa lelah banget, tapi ga mungkin Gua istirahat, Yaudah Gua puskan Untuk menghidupkan komputer, Sambil menunggu anak-anak yg lainya berkumpul siang ini.
"Dit Paket 5 Jam, Mamber abg ya, Kata Gua kepada Adit agar mengesi paket Mamber Gua.
Gua pun main salah 1 Game yg ada di komputer.
Gua log in ID Dota Gua, yg di situ status Gua Masih Arcon abadi.
"Okey lets Play, dalam hati gua.
Gua pun menunggu lawan yg di Random secara Global.
Singkat Cerita 3 Match Udah Gua selesaikan dengan 2 Win, 1 Lose.
Gua lihat lagi ke arah jam dinding, ga terasa udah pukul 13:15.
"Hmm hampir 3 Jam juga gua main 3 Match, dalam hati gua.
Gua liat ke arah luar, sebagian anak-anak tengah duduk di depan, sambil bercerita, mungkin mereka menunggu yg lainya datang.
Yaudah Gua akhiri dlu Game Gua,
Gua mau lanjut lagi, ngumpul bareng Anak-anak.
"Dit matiin Mamber abg, kata Gua ke Adit.
"Okey bg, jawab adit.
Gua pun segera menuju depan bergabung dengan Anak-anak yg lainya,
"Woi, yg lain mana?, tanya Gua kepada anak-anak yg ada di situ.
"Ga tau nih, dari tadi juga kita di sini belum ada yg datang satu pun, Jawab anak-anak yg lagi duduk.
"Yaudah, Gua ke atas dulu ya, pamit Gua sama Anak-anak yg ada di luar.
Gua pun, bergegas ke atas, sembari membaringkan badan karena jujur, badan Gua juga masih cape banget.
Gua tatap langit-langit atap kamar Gua.
Eh salah, maksut Gua langit-langit kamar kostan Adit dan Rian.
Seandainya ini posisi di rumah Gua, dan Gua berada di rumah, pasti Gua udah ngerasain Sejuknya AC, nyamanya Tempat tidur empuk, TV kamar, WiFi, duh Sial, kenapa otak Gua, kenapa Gua bisa kangen sama suasana rumah.
Jujur dari dalam hati, Seorang anak jauh dari keluarganya, bahkan tidak bertemu, hingga lebih dari 2 tahun, gimana perasaanya.
Lu bisa rasain kalau lu berada di posisi Gua, dan Gua tau, pasti lu Ga akan pernah mau berada di posisi Gua kaya gini, hehehe.
"Kapan ya terakhir kali Gua lebaran Bareng keluarga Gua, fikir Gua.
"3 Tahun yg lalu kayanya, batin Gua.
Anjrit kenapa, Gua,
Gua ini cowok, masa iya Cengeng begini, tapi jujur Gua ga bisa munafik, Gua Rindu Suasana Rumah, tapi Gua juga cape dengan Suasana Keributan, pertengkaran yg hampir setiap hari terngiang di telinga Gua, bahkan Terus-terus Menghantui Gua.
"Seketika lengan kanan Gua munutup, mata Gua, dan Gua ga sadar air mata menetes dari sela-sela ngan yg menutup Mata Gua.
Gua ga tau perasaan apa yg Gua rasain, sampai setiap apa yg Gua inget tentang Keluarga Gua, membuat Gua Meneteskan Air mata.
Brengs*k nya Gua sebagai anak, Nakal nya Gua sebagai anak, Sialnya suasana kegaduhan rumah, ketakutan di setiap Gua akan membuka mata di setiap pagi saat di rumah, semua mengacaukan Otak Gua, sampai Gua selalu menangis untuk Memikirkan itu.
"Gua kuat, Gua ga cengeng, Gua terlahir emang dalam Kondisi cobaan seberat ini, Gua mampu, Gua Bisa, Batin Gua dalam Hati, sambil Gua meneteskan Air mata.
"Hi Bro, kenapa, kok basah, abis mewek ya, Seketika suara terdengar dari atas Posisi Gua membaringkan badan.
"Gua buka lengan tangan Gua, yg Menutup mata Gua.
"Eh elu Ndre, jawab Gua.
"Lu kenapa, Kok mewek, kata Andre.
"Ah mana?, engga kok, ngeles Gua.
"Alah udahlah jangan boong, ini buktinya tangan lu basah, mata lu merah, keliatan juga lagi mata lu masih ber Air, kata Andre.
"Gpp Ndre, Biasa lagi kefikiran Suasana Rumah aja Gua tiba-tiba, Jawab Gua.
Oke sejenak kita tinggalin drama-drama sedih kaya tadi, karna Gua ga mau terlihat cengeng di depan anak-anak.
Gua pun segera Menghampiri Anak-anak yg pada saat itu sudah berkumpul di bawah.
Gua liat dari atas menuju ke bawah, wah perasaan Gua baru sebentar di atas, kok sudah ramai aja ini di bawah.
"Wooooo......
"Woooooo....., ini dia anak mudanya yg di tunggu-tunggu, teriak Madi.
"Gua pun menyambut Candaan madi dengan mengangkat tangan Gua Ke arah anak-anak yg berada di bawah.
Layaknya Seorang presiden yg hadir, dan memberi sapaan kepada Rakyatnya.
"Sedikit rasa rindu Gua akan suasana keluarga di rumah terobati, melihat Andre, Madi, Wira, Benny, Rizwan, Asyrol, Sino, Adit, Rian, Beserta Anak-anak yg lainya.
Inilah Keluarg Gua Sekarang, Gua bersyukur Mengenal Orang-orang seperti mereka ini di hidup Gua.
"Semuanya Siapa Kita!!! seketika Andre berteriak.
"We Are Kalong.....
"We Are Kalong.....
"We Are Kalong.....
Seketika teriak Anak-anak menjawab perkataan Andre.
"Ehhh bentar-bentar, Kalian semua tau dari mana Julukan kita sekarang Kalong, tanya Gua kepada Anak-anak, karna kebetulan Gua masih Di atas tangga menghadap semuanya.
"Lah tapikan Bg andre yg kasi informasi barusan, jawab Sino.
"Sial udah main Komando sendiri aja ni Andre, Batin Gua.
Ya wajar sih, Soalnya buat kami, untuk semua pasukan Kalong ga ada yg namanya pemimpin di sini , karna masing-masing di antara kami, berhak untuk memimpin.
"Yaudah....
"Yaudah....
Berarti sahkan Sekarang kita ini Kalong,? kata gua.
"Ya engga lah, iya kali kita semua hewan, kata Andre.
"Kalongnya itu sebagai Simbol, kalau kita sekumpulan Orang yg bergerak di malam hari, layaknya kalong, dan nama kalong sendiri Singkatan dari King At Long Night.
Wah cerdas ni anak, bener-beber cerdas.
"Ngomong - ngomong, King At Long Night Itu artinya apa sih, Candaan Gua.
"Halah Kaku lu, Buka hp Liat aja Translate Goggle, Gua juga ga tau, Balas candaan madi mengarah ke Gua.
"Wkiwkwowkowk"
"Heheheheh......
Spontan anak-anak semua tertawa.
"Yaudah, sah ini ya, udah Resmi kan, kata Benny.
"Kalau Gitu untuk peresmianya Kita semua makan Makan-Makan, teriak Benny"
"Wooooo.....
"Wooooo makan- makan"
Teriak keramaian Anak-anak.
"Tapi tetep, bg andre yg traktirin, Lanjut candaan kata-kata Benny lagi, sembari dia lari.
"Woi,,,,,Benny Sialan Lu ya, tunggu lu, teriak Andre sambil mengejar Benny.
"Wkowkekkwkw.....
"Heheheh hajar ndre,,,, sikat...
Seketika tawa anak-anak lepas.