KALONG (King At Long Night)

KALONG (King At Long Night)
Semua Mundur!!!!



Seketika mata kami tertuju ke satu titik, antara Madi, dan orang tersebut, tepat pukul 02:47 dini hari sebuah kesaksian akan segera terkuak, sebuah pertempuran yg lebih hebat lagi akan segera terjadi, ntah itu besok, lusa ataupun seterusnya.


Gua perhatikan sedari tadi Madi sama sekali tidak menurunkan besi yg dia genggang dari tanganya, seolah-olah siap menghantam jika orang tersebut tidak mengindahkan pertanyaan madi.


Sontak sebagian dari kami mendekat, dengan rasa penasaran informasi apa yg akan kami dapat dari orang tersebut.


Benar saja orang tersebut mengeluarkan kata-kata yg membuat kami, emosi, dan semakin jengkel bercampur menjadi satu.


"lu semua mau tau di mana Bimo?" lantang orang tersebut dengan nafas yg terengah-engah.


"Brengsek lu semua, Lu cari Bimo, atau cari Cicil", Sialan!!!(hahahahahah......)


sambil orang tersebut tertawa lepas dengan paksaan.


Oke di sini pasti kalian penasaran bukan dengan Cicil?


pasti bertanya-tanya, "Hah siapakah Cicil ini?


AADC (Ada Apa Dengan Cicil)? bukan AADC Ada Apa Dengan Cinta ya.


Pasti sebagian dari kalian bertanya, "Apakah Cicil ini Kekasih hati si madi?


Oke langsung aja kita bercerita tentang Cicil dan Bimo sedkit, tanpa mengganggu durasi awal.


Oke Genks, jadi Cicil ini adik kandungnya Madi, Anak Ke-2 dari 4 Bersaudara, dan punya hubungan dekat dengan Bimo, yaaa siapa Bimo, kenapa Madi begitu menentang hubungan mereka.


Bimo salah satu mahasiswa ekonomi di salah satu universitas ternama di Medan, sekaligus Ketua dari Genk Motor Ternama di medan, Namanya cukup terkenal, dan di takuti di Medan, karna kebrutalanya di jalanan.


okey,,,cukup dulu pengenalan Cicil dan Bimo, karna mereka bukan tokoh utama dalam cerita ini, heheheheh.....


Sontak setelah Madi mendengar pernyataan dari orang tersebut, madi pun melepaskan pukulan yg begitu keras ke arah kaki orang tersebut, seketika yg gua dengar, dan yg di lihat anak-anak pada saat itu hanya teriakan, dan Kebuasan (Agggrrrrrrrrr.........) teriak orang tersebut.


Ga ada satu orang pun diantara kami yg brani menghentikan kebringasan madi pada saat itu, sampai gua beranikan diri, buat merangkul madi sambil memeluknya.


******* ini bukan adegan Homo ya, gua ga mau aja temen gua terjerat masalah hukum yg fatal.


Gua dengar teriakan Madi yg keras tepat di telinga gua, "Minggir to"....."Minggir....Biarin gua habisin ini orang.


Dari orang tersebut gua dengar suara tawa, "Hahahaha.....ayo habisi gua *******,,,segitu aja yg lu punya ha", lu ga bisa dapatin apa-apa dari gua, bahkan kalau gua harus Mati sekalipun" (Hahahahahaha).


ucap, dan tawa dari orang yg mungkin hampir setengah hidup, dan setengah mati tersebut.


Gua salut dengan nih orang, bahkan nyawanya udah hampir di ujung tanduk aja, di masih sempat tertawa, sambil menantang Madi yg pada saat itu udah seperti malaikat pencabut nyawa yg siap buat nyabut tuh nyawa orang.


Sontak pada saat itu gua teriak ke madi, karna gua harus nyeimbangin suara dia, makanya gua sambil teriak, "Sabar bro,tenangin diri lu, apa yg lu dapat kalo lu bunuh ni orang?


"Ga ada bro, yg lu dapat cuman berhadapan sama hukum negara"


Sabar, kita semua ada di sini buat lu, buat cari Cicil, kita semua ga akan ninggalin masalah lu ini bro.


Seketika dari arah kejauhan terdengar teriakan Wira, "Semua Mundur!!!


Semua anak-anak bergegas ke motor masing, untuk meninggalkan lokasi, termasuk gua dan madi pada saat itu, gua tau madi masih belum bisa terima dengan semua ini, itu bisa gua liat sewaktu gua bonceng madi, terlihat dia seperti orang bingung, sebentar menangis, sebentar melamun.


Setelah kami jauh dari lokasi dan kejaran polisi, kami semua memutuskan bergerak ke area padang bulan dekat universitas sumatra utara (USU) karna di sana kami sering ngumpul, bahkan bascamp kami setiap hari, ya MDX NET.


sebagian dari kami ada yg membeli makanan, dan minuman, dan ada sebagian lagi yg membeli perlengkapan obat-obatan.


Yah seperti biasa di sini gua lagi yg harus nenangin madi dengan kondisinya yg down pada saat itu, palingga anak-anak di bawah komando Andre, semuanya aman, tanpa ada yg tertinggal satupun.


Okey malam ini kita putuskan, buat istirahat di sini.


kebetulan di sini kita punya dua sekutu kembar tacibana, Rian dan Adit.


jadi sebagian dari kita memutuskan buat istirhat di bascamp bawah, dan sebagian di kost atas adit dan rian.


huffff, gua ga nyangka ada bergunanya juga dua tacibana ini di saat genting kaya gini.


oh iya dua tacibana Adit dan Rian, kenapa di setiap pertempuran tidak pernah kita hadirkan, yah karna mereka berdua yg umurnya masih jauh lebih muda diantara kita, jadi kita ga mau ambil resiko untuk itu, ya palingga suatu saat nanti mereka bisa jadi penerus kami.


Besok paginya, gua dan anak-anak yg lain masih di posisi, dan lokasi yg sama bascamp mdx net, kita sedikit bercanda untuk melupakan kejadian tadi malam, tapi masih dengan satu tujuan dan, satu masalah, ya menyeselaikan masalah madi secepatnya.


Kasian gua soalnya, apa lagi anak-anak ga tega kita liat dia, kaya bukan dia yg kami kenal, bahkan ketika sarapan pagi yg sudah ada aja tinggal di nikmati, dia ga sentuh sama sekali.


Di posisi lain kami sudah kehilangan jejak, dan saksi untuk mengetahui keberadan Cicil, di mana kami harus cari petunjuk, mungkin ini bukan hanya terlintas di fikiran gua, tapi anak-anak yg lain mungkin sepemikiran dengan gua, tapi bedanya kami masih bisa tertawa, dan madi ga tertawa sama sekali, mungkin di posisi ini dialah yg paling berat, karna ini masalah dia.


Gua berfikir kalau kita balik ke tempat kemarin malam, jelas pasti masih ada beberapa polisi yg mengintai di sana, itu hal yg konyol pasti, atau mungkin orang-orang yg kami habisin kemarin sama sekali udah ngilangin jejak dari sana, yg ada buang-buang waktu.


Sampai dari atas terdengar langkah Adit dan Rian, dua tacibana, sembari bertanya, "Dari mana semalam bg?"


pertanyaan tertuju pada gua, spontam gua jawab, "Biasa lagi ada yg di cari, masalah abang-abanganmu juga ini" jawab gua.


Trus rian menanyakan prihal yg lebih spesifik lagi, "nyari siapa bg?", ya kali-kali aja ade-ade abg ini bisa bantu yakan.


Dalam hati gua, ni bocah bisa apa coba, tapi mungkin suatu saat nanti kami perlu dia, tapi bukan untuk sekarang ini.


Trus dari arah kamari mandi dengan wajah yg fresh karna selesai mandi, benny datang sambil bertanya, "Gimana-gimana? udah dapat informasi tentang Cicil?"


Sontak Rian Dan Adit kaget sambil menjawab, "Ow Kak Cicil" Kemarin tgl-20 kemarin kak cicil ke sini bg, sama cowok, masih ada rekamanya di CCTV.


oke di sini bascamp kami punya CCTV, tapi bodo amat dah, kita balik ke pembahasan awal.


Sontak madi bangun dari duduknya sambil menunjukan wajah penuh harapan, "Mana rekamanya Dit?", pasti mereka bawa kendaraan kan, kendaraan apa yg mereka pake, plat nomernya brapa? ada brapa orang mereka.


Sialan ni madi, nanyak udah kaya introgasi, gumah gua dalam hati.


Spontan adit menjawab, "rame bg, ada sekitar 9 orang, kak Cicil masuk ke sini, katanya buat nyariin bg madi, karna ga ada trus pigi lagi", tapi bg salah satu di antara mereka itu kawanya Rian.


Sontak dalam hati gua, ini harapan terakhir, tapi sialnya kenapa harus dua tacibana ini yg harus berperan di sini, brengsek!