KALONG (King At Long Night)

KALONG (King At Long Night)
Misteri



Setehal perjumpaan kembali kami dengan Andry, dan Exel, mereka pun menceritakan sedikit tentang kehidupan mereka ketika tinggal di jakarta.


"Eh kalian gimana ceritanya bisa sampai ke sini, pasti ini bukan kebetulan kan, kata Andre.


"Nah tadi itu kita sampai bandara siang, trus kita putuskan untuk lanjut lagi ke bascamp, jadi kami ga langsung pulang kerumah.


"Nah sampainya di mdx kami liat anak-anak pada ngumpul, trus Kita tau ni pasti mau pergi jalan jalan, soalnya pada bawa ransel,


Ga mungkin kalian mau perang bawa ransel kan.


Yaudah Gua Exel pulang ke rumah, buat ambil motor Dia, soalnya jarak dari rumah dia dengan bascamp kan ga jauh, jadi sempat waktunya, sebelum ter tinggal dengan kalian.


Malah kita ber 2 sempat nunggu buat kalian berangkat sekitaran 5 - 10 menitan.


Yaudah sewaktu kalian berangkat, kita buntuti dari belakang, kata Andry, sambil menjelaskan.


"Ga ada yg tau kan lu pada, kata andry.


"Owhhhhhhhh.......serentak anak-anak pada saat itu.


"Yaudah yuk mandi mandi lagi, sayang waktunya, soal cerita ntar di tempat tongkrongan juga bisa, kata Andry sambil melanjutkan menikmati air panas.


Dan kami semu pun kembali menikmati waktu yg tersisah untuk berendam air panas pada saat itu, sebagian anak anak yg lainya masih penasaran dengan cerita Exel dan Andry.


"Eh Ndre, Mad mau ke mana lagi kita abis ini, tanya Gua.


"Kalian ada rencana ga, kata Andre.


"Yaudah kita ajakin aja anak anak Hiking (Mendaki), lagian ini mau jam 4, masih sempat liat Sunset, Kata Madi.


"Hmmm,,, yaudah boleh tuh, yaudah kasi tau anak anak yg lainya, kata Andre.


"Gua pun bergegas memberi tau, kepada anak anak yg lainya, agar tujuan kita selanjutnya, Gunung Sibayak, sambil menghampiri mereka.


Oh iya kenapa kami memilih Gunung Sibayak, bukan Gunung Sinabung, sementara yg paling di kenal itu kan Gunung Sinabung, Mulai dari ketinggian, sampai medan yg akan di lewati.


Nah Belakangan ini, Gunung Sinabung sering kembali Bererupsi, Jadi Jalur pendakian di sana sudah di tutup.


Semenjak Tragedi Meletusnya Gunung Sinabung pada tahun 2010, yg pada saat itu merenggut nyawa beberapa pendaki, yg termasuk 3 di antaranya temen kita juga, di situlah semua jalur jalur pendakian di sana di tutup, dan tertutup akibat letusanya.


Nah maka dari itu sekarang semua pendaki yg dulunya mendaki di gunung Sinabung, semua seralih ke Gunung sibayak.


Yah walau medanya tergolong mudah sih, soalnya hampir 50% pendakianya dapat di tempuh menggunakan Motor, Mulai dari pos penjaga 1, sampai Pos penjaga 2, dapat di lalu motor.


Kalau dulu, Mobil pun bisa melewati pos penjagaan 1 sampai pos penjagaan 2, hanya saja kurang penataan, dan perawatan jalan, baik dari penduduk sekitar atau pun dari pihak pendaki.


Yah walau kesalahan terbesar mutlak oleh pendaki, tapi bukan pendaki yg memang benar benar pendaki, melain kan pendaki musiman, ya seperti kata Gua tadi, medan untuk mendaki menuju Gunung Sibayak, tidak lah sesulit medan yg di miliki Gunung Sinabung, jadi Semua bisa dengan mudah mendaki Gunung Sibayak, termasuk pendaki musiman seperti anak anak alay yg datang hanya sekedar mengotori lokasi, membawa makanan dari bawah, dan membuangnya secara sembarangan, tidak pernah mematuhi peraturan yg telah ter tulis.


Waktupun Menunjukkan Pukul 04:07, 15 menit sebelum waktu penyewaan kolam berakhir, kami bergegas mandi dengan air biasa, malum air panas yg kami pakai buat berendam mangandung belerang, jadi sedikit terasa bau di badan.


"Kami pun Melanjutkan Perjalanan menuju Gunung Sibayak, yg kebetulan tidak jauh dari lokasi pemandian kami.


Dari kejauhan pos penjagaan pertama masih kosong.


"Yaudah ke pos Penjagaan ke 2 aja, kita daftar nya di sana, kata Madi.


Seketika Kita pun langsung menuju ke pos penjagaan ke 2 yg jaraknya itu tidak terlalu jauh dari pos 1, ya mungkin karena kami menggunakan motor, beda lagi kalau berjalan.


Di pos penjagaan ke 2 ini tempat para Hiking mengisi keperluan Logistik, seperti pop mie, mie instan, air mineral, dan makanan ringan lainya, karena hanya di pos penjagaan ke 2 yg ada orang bermukim di situ, dan membuat warung kecil kecilan, tapi lengkap untuk keperluan para pendaki, dan ini selalu buka 24 jam.


Kami pun sampai di pos ke 2, dan sejenak kami memesan makanan dan minuman di sana, maklum cuaca dingin, jadi butuh yg hangat hangat hangat.


"Pak pos pertama kok kosong, Kata Gua sambil mengajak ngobrol pemilik warung, jujur kita udah sering ke mari, jadi pemilik warung udah ga asing.


"Oh sekarang udah ga 24 jam lagi pos pertama, jadi jam 10 malan yg jaga udah tutup, paginya sekitaran jam 7 baru ada lagi yg jaga, Maklum semenjak kejadian 2 pendaki misterius kemarin kemarin itu, kata bapak ter sebut.


"Kok bisa pak, tanya gua, yg pada saat itu juga mendengarkan.


"Ga tau dek, menurut kesaksian penjaga pos 1, Ada 2 orang mengisi pendaftaran mendaki, sekitaran hampir jam 12 malam, menuju dini hari, kata bapak tersebut sambil melanjutkan ceritanya.


"Nah pas mereka selesai mengisi pendaftaran pendakian, biasakan di pungut uang administrasi, Yaudah mereka kasih ke yg jaga pada saat itu.


Awalnya sih yg pada saat itu tengah berjaga udah heran, kok ada pendaki jam 12 gini, biasanya itu paling lambat jam 9 - atau jam 10 malam, itu udah paling lambat, ada pun jam 12 malan pasti pendakinya ramai, sekitaran 7 orangan, belum pernah 2 orang, begitu kesaksian dari yg jaga pos pada saat itu, kata bapak tersebut.


"Terus pak,,,,,terus pak,,


"Kok bisa jadi misterius,,,, tanya Gua lagi.


"Nah Setelah pendaftaran itu kan semua pendaki terdata, lalu ketika turunya melewati pos penjagaan ke 2, baru pos penjaga pertama, Nah setelah dari itu Besok paginya 2 orang pendaki itu belum juga muncul, Penasaran kan, trus naik lah ke sini, bapak yg berada di pos pertama bertanya kepada saya.


"Pak dewo, (Nama bapak yg sedang bercerita bersama kami ini)


"Kemarin sekitaran pukul 12 malan bapak ada liat pendaki ga lewat sini menuju ke atas, atau mampir ke warung bapak, tanya bapak pos penjaga 1.


"Trus saya jawab, ga ada pak, terakhir kali pendakian itu pukul 9 malam, itu pun ada sekitar 6 pendaki, dan mereka juga paling terakhir turun, Ga lama turun sekitar jam 7 mereka pulang, Ini tempat sampah di atas puncak mereka yg bawa turun, kata pak Dewo, si pemilik warung.


Jadi Guys Gua potong sedikit.


Di sini itu ada peraturan kebersihan, jadi buat pendaki yg paling terakhir turun, wajib membawa tempat sampah yg sudah di sediakan di atas, baik itu dalam keadaan kosong, atau pun penuh, yg hampir ga pernah kosong sih Setau Gua Lalu di serahkan ke pos penjaga ke 2 untuk di buang.


Nah Untuk Menaikan Tempat sampahnya lagi, Bapak pos penjagaan ke 2 menunggu Pendaki baru, yg akan naik ke atas.


Jadi intinya yg terakhir turun wajib bawa tempat sampah di atas turun, dan yg pertama datang untuk mendaki, dia yg wajib menaikanya ke atas.


Yah jadi para pendaki yg sering kemari itu udah tau betul, letak posisi tempat sampahnya, kecuali kalau bertemu dengan orang baru, oke kita lanjut ke cerita pas Dewo.


"Nah sewaktu mereka menyerahkan tempat sampahnya, mereka juga bilang.


"Ini pak tempat sampahnya, udah ga ada lagi pendaki di atas", kata para pendaki tersebut kepada pak dewo, sambil meneritakanya kepada kami.


"Berarti yg 2 orang tadi malam mendaki itu siapa pak, Tanya Andre pada saat itu.


"Nah itu Dia dek yg masih menjadi misteri, Kata pak Dewo, sambil meneruskan Ceritanya.


"Tapi...... Pukul 02:00 Malam di, Sayakan ga tidur,