
"Ngomong-ngomong kamu sudah lama kenal dengan Raka?, tanya orang tersebut, gua dengar dari telfon yg masih terhubung dengan Rian.
"Sudah sejak SMA bg" jawab Rian.
"Tau dari Raka ya, kalau malam ini ada pelantikan anggota baru? tanya orang itu lagi.
"Iya bg, jawab Rian lagi.
"Ohhh,,,,,
"Ohya kenalkan, nama gua Dimas, gua baru satu tahun gabung di genk motor ini, kata lemuda tersebut.
"Ohiya bg lupa, maaf, nama gua Rian, dan di sebelah gua ini Adit temen gua juga yg mau gabung di genk motor ini, jawab Rian sambil mengenalkan Adit.
"Adit bg, Jawab adit, terdengar dengan suara kecil.
"Nah itu Raka,,,
"Raka...., ini temen-temen lu udah datang, terdengar teriakan dari orang tersebut.
Gua ga bisa denger sebagian perbincangan mereka secara spesifik, yg pasti buat gua telfon masih tidak terputus aja itu sudah cukup.
"Gedein volumenya to, kata madi yg berada di sebelah gua sambil mendengarkan juga.
"ini udah paling gede volumenya bro, jawab gua.
"Halah brisik banget sih kalian dua, jadi semakin ga kedengaran mereka ngobrolin apa' kata andre dengan jengkel.
Ga kerasa Adzan maghrib berkumandang, Sejenak gua, Madi, dan Andre berhenti dari perdebatan yg mempermasalahkan volume tadi.
"to kau ga shalat?, tanya andre.
"Oia lupa, untung kau ingetin ndre, "ayok Mad kita shalat dulu, biar bersemua urusan di lancarkan, jawab gua, sambil mengajak madi.
Gila gua gini-gini Realigius juga ya, oia gua lupa, gua ngajak madi shalat tidak termasuk dengan Andre, karna Andre berbeda keyakinan dengan kita.
"Iyalah bes ayok shalat dulu kita, jawab madi.
"Nih pegang Hp gua Ndre, jangan sampe telfonya terputus, ada kalau ada informasi penting, nanti selesai shalat lu ceritain ke kita, kata gua sambil memberikan Hp ke andre.
Gua dan Madi bergegas menuju masjid yg kebetulan ga jauh dari tempat kami berasa, sembari menunggu informasi apa yg Andre dapat nanti, langkahpun kami percepat, karena stelah adzan maghrib ga ada lagi Shalat sunat kobliah, langsung Iqomah untuk melaksanakan Shalat Maghrib.
5 menit Setelah Shalat maghrib kami laksanakan, kami pun segera bergegas menuju ke lokasi kami tadi, dari dinding masjid gua liat sudah pukul 19:03.
Sontak gua terfikir kurang dari satu jam lagi pelantikan di mulai, trus selama kami Shalat tadi, informasi apa yg sudah Andre dapat.
Setelah 3 menit kami berjalan meninggalkan masjid, kami pun sampai di lokasi, di mana kami meninggalkan Andre.
"Woi Ndre, srius amat sampe kami datang lu ga sadar, ada informasi apa, tanya madi.
"Udah sini duduk, dengerin" Liat nih kita punya info penting dari Rian yg barusan di kirim, jawab andre sambil membuka Pesan yg tadi di kirim Rian Melalui Whatsapp.
"Bg ini foto ketua ketuanya, ada 3 orang di depan lagi duduk, yg mana yg abg cari, pesan Rian, sambil mengirim foto yg tadi berhasil di fotonya.
"Nah yg mana Bimo mad" tanya Andre.
"Itu dia anaknya yg duduk di tengah, jawab madi.
Maklum lah yg kenal dengan Bimo ini cuman Madi, Sebelumnya kami ga tau.
"Lumayan ganteng juga ya mad pantes Cicil suka, canda andre.
"Halah bacod, Cicil itu ga suka, cuman di paksa suka aja, jawab Madi.
"Halah kaya judul sinetron aja, Kata andre"
"Yaudah kirim fotonya ke anak-anak lingkari Bimonya, bilang kalau yg di lingkari itu Bimo, target utamanya, Usahakan tangkap dalam keadaan hidup-hidup tanpa luka sedikitpun sekali, kata gua.
Segera Andre mengirim foto ke anak-anak yg tadi berada jauh di belakang kami.
"Oke Hubungi, anak-anak di belakang Setelah Isya, kita adakan penyerbuan ke markas musuk, tapi jangan dari 1 arah, upayakan dengan cara pengepungan.
"Sampaikan sama Benny, dan Rizwan Sebagian pasukan ikut mereka.
"Sampaikan juga Sino, sebagian pasukan ikut dia.
"Sisah pasukanya Ikut Wira, dan Asyrol, kata gua ke Andre.
Adzan Isya berkumandang, Gua dan Madi pun Bergegas Shalat Isya, biasa kewajiban, gini-gini jujur gua itu tembusan Anak Santri di salah satu pesantren di kota medan, jadi senakalnya gua, yg namanya kalau perintah dari sang pencipta, gua ga brani bantah.
Shalat isyapun selesai kami laksanakan, gua, Andre, dan Madi segera menghidupkan motor, terlihat dari jarak yg tidak begitu jauh sebagian pasukan tengah mendekat, sebagian besar yg lain gua ga tau ngambil jalur dari mana, dan gua ga tau yg di belakang pasukan yg di komandoi oleh siapa, ntah itu Wira, dan Asyrol, ntah itu Benny, dan Rizwan, atau mungkin Sino.
"Jalan Ndre, kata gua"
Seketika Andre jalan di bagian paling depan, menuju ke markas musuh, yg pada saat ini tengah mengadakan acara pelantikan anggota baru.
5 menit kami berjalan, Terlihat dari jarak 20 meter markas musuh, dengan penjagaan 8-10 orang di pintu masuk.
"Nanti sampai sana, jangan buat kerusuhan dulu, kita negosiasi baik-baik dulu, kiranya pihak musuk tidak mengindahkan negosiasi kita, baru serang!, jawab gua.
"Sampainya kami di gerbang penjagaan pertama, gua liat cukup ketat juga penjagaanya, karna setelah gerbang penjaga, kami masih harus melewati pos ke 2 yg di dalamnya di jaga sekitaran 15 orang.
Gua, Madi, dan Andre pun turun dari motor.
"Kita mau masuk" Kata madi.
"Lu kan yg kemarin, besar juga nyali kalian datang kemari, mau mati konyol lu pada, jawab orang tersebut.
"Tau dari mana lu pada lokasi kita ini hah!, jawab lantang dari orang yg satunya, sambil membuang rokok yg ada di tanganya.
"Udah gini aja, kami datang memari hari ini, bukan buat cari ribut, jawab madi.
"Trus lu pada kemari mau apa, hah? mau gabung sama kita-kita?
"Sorry bro, pendaftaran udah tutup, jawab orang tersebut.
"Najis ga sudih gua, gabung dengan kelompok yg meresahkan orang-orang ketika di jalan, jawab madi.
"Sialan lu ya, brani lu ngehina kita, udah bosan idup lu, jawab orang tersebut.
Gua yg sedari tadi memperhatikan madi adu mulut dengan orang-orang tersebut sesekali melihat kebelakang, menunggu pasukan yg lainya mendekat, segera menghampiri kami.
gua pun berinisiatif mengulur waktu sambil menggu pasukan yg lainya tiba.
"udah tenang-tenang, jangan tegang urat gitu donk, semuakan bisa di selesaikan baik-baik dengan cara baik-baik, kita datang kemari itu mau memberikan selamat kepada ketua lu, atas peresmian anggota baru, kata gua.
"Iya tapi itu juga belum berarti apa-apa buat kita, mau kalian tambah pasukan lu semua 100 orang 1hari juga, ga akan berguna, yg lu ambil cuman dari bocah-bocah sekolahan, yg sebenarnya mereka lebih layak di bangku sekolahan, dan punya prestasi yg membanggakan, bukan ikut-ikutan genk sampah yg ga jelas seperti kalian ini, kata madi seketika itu.
"Sial, banyak bacod lu ya, sontak dari musuh sambil mendorong madi.
"wes...
"wes...santai bro, just kidding, cuman bercanda temen gua ini, maklumlah selera humor dia tinggi, kata Andre
"Wah bawa pasukan kalian rupanya ya, sontak kata orang yg tadi kami ajak negosiasi.
Spontan Gua, Madi, dan Andre melihat ke arah belakang, dan benar saja, diskusi untuk mengulur waktu kami barusan berhasil, tepat di belakang kami pasukan pun mendekat, dan sebagian memarkirkan motornya, sebagian yg sudah memarkirkan mendekat ke kami.
"Jadi gimana?, bisa masuk ga kami sekarang?, tanya madi.
"lu mau masuk, Langkahi dulu mayat kita, jawab orang tersebut.
Sepontan madi menundukkan pandanganya, sambil melihat ke arah belakang., dan setelah itu terdengar suara teriakan Madi.
"Serang!!!!!.........