
Sosok berjubah hitam itu mulai menampakan diri, dibukanya kerudung yang menutupi wajahnya. seorang pria paruh baya dengan kumis berwarna abu pucat serta rambut yang tak kalah pucatnya berdiri di hadapan River.
River Mengetahui sosok itu, ia tak lain dan tidak bukan adalah Balder, ketua dari dark crow agensi.
"APA YANG KAU LAKUKAN BALDER!!!"
"apa yang kulakukan ? tentu saja... menghilangkan barang bukti."
Balder membakar berkas yang ada di tangannya menjadi abu. Dari raut mukanya tergambar kepuasan beserta rasa lega yang bukan main.
Sedangkan River, ia tidak bisa berkutik, ia kecewa sekaligus merasa kesal. Berkas itu satu-satunya jalan untuk mengungkap salah satu organisasi yang ia cari.
"Alinea #617 Tempete en mer du nord!!" River mengeluarkan sihir tingkat tinggi. Gumpalan air mengelilingi Balder, air-air itu menyatu menjadi bola dan mengurung Balder di dalamnya. Setelah berubah menjadi bola, air itu membeku dengan cepat. Namun sayangnya serangan itu tidak ada gunanya. Api hitam melelehkan bola es yang menjebak Balder.
"Masih terlalu cepat nak... sihirmu masih lemah. Aku kesini hanya ingin memastikan anak buahku bekerja dengan baik, tapi sepertinya mereka hanya bermain-main. Aku sebagai ketua wajar untuk menghukum mereka, bukan ?"
"Ketua katamu ? kau hanya orang gila yang tidak segan membuang bawahanmu demi kelompok itu."
"River... kau belum sadar juga kah. Dunia ini perlu sedikit perubahan, dan jika kita ingin merubah dunia ini kita perlu terbang lebih tinggi. Tapi untuk terbang tinggi, kau perlu sayap yang besar, sedangkan kita ? penyihir-penyihir seperti kita pilihannya hanya satu. Tenggelam, menyelam, masuk ke dalam neraka lalu merubahnya."
"Kau benar-benar tidak waras." Ujar Latte.
"Tidak waras ? ha ha ha ha ha aku sudah lama telah kehilangan kewarasanku gadis kecil. Yah tapi percuma saja aku menjelaskan semuanya pada kalian. Kalian tidak akan mengerti, jadi sebaiknya aku hilangkan saja semuanya... Enfer De Feu Noir!!!"
Gumpalan api menyelimuti sekeliling River, Latte dan Eliza. Api hitam yang menyala keunguan membakar seluruh dataran maupun udara di sekitar mereka. Tapi tak lama muncul sebuah bangunan yang melindungi mereka dari kobaran api itu. Bangunan yang hanya terbuat dari tumpukan batu bata tapi mampu menahan panasnya api hitam milik Balder.
"Trois Cochons Et Loup form.... Fiuuuh hampir saja aku telat."
"Jade ?"
"Sepertinya reuni kita kali ini tidak cukup baik ya River."
"Jade!! hati-hati dia bukan penyihir biasa, dia ketua dari dark crow" ucap Latte yang sedang menjaga Eliza.
Situasinya terlihat buruk, Eliza pingsan, Latte sudah kehabisan mana, River sedang menahan darah yang mengucur dari luka orang yang sebelumnya menjadi lawannya, Mist. Lukanya sudah terlalu parah. tidak ada mantera pemulihan di dalam grimoire. Ia sudah tewas.
"Wah wah wah, siapa ini ? sihirmu bisa menahan salah satu serangan terkuatku...menarik"
"Pertama, aku tidak ingin melawanmu. Sudah cukup banyak energiku terbuang hanya untuk melawan penyihir. Kedua, aku tidak peduli urusanmu dengan orang yang tewas itu. Tapi jika kau berurusan dengan teman-temanku, maka hari ini akan ada dua orang yang tewas."
"HA HAHA HAHAHAHAHAHA RIVER!!!! KAU MEMILIKI TEMAN-TEMAN YANG MENARIK YA. Tapi sayang, urusanku sudah selesai. Kau sudah tidak memiliki bukti lagi tentang agensiku. Membunuh kalian semuapun hanya membuang-buang waktu untukku. Jika kau ingin keluar dari agensiku, keluarlah!! aku tidak peduli lagi. tapi jika kau atau kalian semua mengusik bisnisku, agensiku atau apapun yang berhubungan dengan dark crow aku tidak segan membunuh kalian semua"
"TUNGGU BALDER!!.... SIALLL!!!"
Umpat River, ia masih memangku tubuh Mist yang sudah tidak bernyawa lagi. Kekecewaan yang sangat mendalam terpancar dari wajahnya. Semua bukti yang ia kumpulkan tentang dark crow yang beraliansi dengan organisasi fiend sudah lenyap. Petunjuknya untuk lebih dekat dengan organisasi kegelapan itu pun hilang.
"Kakak..."
"Eliza...maaf kakak lama sekali pulangnya."
"Akhirnya kakak pulang.... Eliza kangen kak, jangan pernah pergi lagi dari Eli kak."
"Iya.. kakak janji gak akan pergi lagi...Jade Latte aku tahu reuni kita bukan di waktu yang bagus tapi terima kasih telah melindungi Eliza."
"Kami sangat khawatir ketika mendengar kabar dari Eliza tentangmu. Tapi syukurlah kalau kau baik-baik saja." Kata Latte.
"Kau harus mentraktirku sesuatu. Energiku terbuang banyak hari ini." Ucap Jade yang raut wajahnya sudah menandakan kalau ia ingin cepat-cepat pulang.
"Kita pulang sekarang, energiku sudah habis."
"River... sebenernya kami menemuimu ingin meminta tolong sesuatu. Tapi sebelum itu kita harus bagaimana dengan tubuhnya ?" Latte menunjuk mayat Mist yang masih tergeletak bersimbah darah.
"Biar aku yang bawa!!" Suara yang tidak asing. Sosok yang sudah babak belur berjalan ke arah Jade dan yang lainnya.
"Tsar..."
"Ya.. aku lihat semuanya. Sial, kami sudah ditipu oleh si keparat itu. Dari awal sudah kubilang kan mist...Kau tidak perlu seloyal itu. Liat sekarang, yah tapi itu memang sudah sifatmu."
Tsar berlutut di depan mayat Mist. Ia menahan sekuat mungkin agar dirinya tidak menangis. Dirinya merasa sangat kesal sekaligus ingin membalaskan dendam temannya. Tetapi jika ia bertindak sembarangan maka ia bakal bernasib sama.
"Apa kau akan kembali ke agensi, Tsar ?" Kata River.
"Ya...Bodoh sekali jika aku keluar. Aku hanya akan menjadi buronan seperti kau nanti. Aku akan tetap di tempat orang itu, sampai aku menemukan celah yang tepat untuk membunuhnya."
Tsar bersiap pergi sambil membawa mayat Mist.
"owh satu lagi, permainan kita masih belum selesai bocah kurus. Setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Balder, aku ingin bermain lagi denganmu, dan kupastikan aku tidak akan kalah lagi."
Tsar mengatakan itu pada Jade, ia merasa belum puas bertarung dengannya. Setelah itu ia pergi menggunakan sihir teleportasi sambil membawa mayat Mist.
"Jadi... apa yang bisa kutolong untuk membalas budi kalian berdua ?"
Latte menjelaskan perihal pencarian anggota agensi untuk mengikuti ujian sertifikasi.Ia memohon pada River agar ia bisa bergabung dengan agensinya dan membantu mereka mendapatkan lisensi itu. Eliza pun tidak diam, setelah melihat kerja keras Jade dan Latte ia merasa ingin melakukan sesuatu juga. Ia membujuk kakaknya agar ikut dengan agensi Jade dan Latte.
"Baiklah...aku akan bergabung, tapi aku punya satu syarat."
"Hah ? syarat ? kau tidak salah ? aku membuang energiku yang berharga cuma-cuma loh." Jade menggerutu.
"Aku tau kok dan aku sangat berterima kasih atas itu. Tenang saja Jade, Syaratku tidak akan membuang energimu kok."
Tanpa berpikir panjang, Latte langsung menanyakan tentang syarat yang diinginkan River.
"Apa syaratnya ?"