
Telepon berdering sejak tadi pagi. Semua panggilan itu datang dari kantor Genesis Affiliation Agency, organisasi yang dibentuk oleh pemerintah untuk mencatat semua agensi yang diizinkan membasmi fiend di Domfront.
Mereka meminta Jade dan Latte untuk datang ke kantor pusat dan memberikan keterangan dari pembasmian fiend kemarin.
Triiiing Triiing
Untuk kesekian kalinya telepon berbunyi. Dengan wajah suntuknya, Latte mengangkat telepon itu lalu menutupnya kembali.
“Aku tidak habis pikir. Mereka menolak semua pengajuan kita untuk mendapatkan sertifikat bodoh itu. Lalu ketika ada masalah, mereka selalu datang terlambat. Setelah kita menyelesaikan masalah itu, mereka meminta kita untuk memberikan keterangan. Harusnya tanpa persyaratan itu kita sudah bisa menjadi agensi terbaik di kota ini”
Jade hanya duduk menonton televisi sambil memakan keripik kentang rasa keju. Ia tidak terlalu peduli dengan menjadi agensi nomor satu. Tetapi Latte berbeda, semenjak mereka berdua lulus dari akademi sihir. Latte sangat berambisi membuat agensi sihirnya menjadi nomor satu di Domfront.
Triiing Triiing
Panggilan telepon berdering lagi, namun kali ini Latte mengangkat telepon itu sambil mengomel.
“Apa!! Kalian ingin memberikan denda pada kami hah ? kami hanya menyelesaikan masalah yang tidak kalian kerjakan”
“Maaf sebelumnya nyonya atas ketidaknyamanan pelayanan kami. Kami dari Genesis Affiliation Agency ingin menginformasikan bahwa Jade And Latte agency direkomendasikan untuk mengikuti seleksi sertifikasi agensi di kantor pusat kami”
Mood Latte mendadak berubah. Yang awalnya marah kini menjadi sangat bahagia mendengar
kabar tersebut
“Aku sudah- apa ? rekomendasi sertifikat ? Ini benar kan kau tidak bercanda ?”
“Benar nyonya, dua hari lalu kami sudah mengirimkan email resmi untuk undangan
sertifikasi kami”
Latte bergegas kembali ke kursi kerjanya. ia lalu menghidupkan layar komputer tuanya.
Setelah mengecek emailnya, terdapat satu pesan yang belum dibuka.
“Aku heran kenapa kau tidak membuka alamat emailmu. Ya walaupun kemungkinannya sangat kecil jika ada pelanggan yang mengirimkan email ke kita, tidak ada salahnya kau mengeceknya”
“Aku hanya lupa, lagi pula kenapa bukan kau saja yang menjadi admin email kita? kau punya waktu lebih luang daripada aku kan?”
“Tidak terima kasih, menghancurkan para fiend lebih baik. Setidaknya itu tidak
membosankan”
“Kita harus buka lowongan kerja.”
Pandangan Jade yang dari tadi terpaku pada layar televisi teralihkan oleh pernyataan Latte.
“Hah ? Carilah candaan yang lain Latte.”
“Tidak, aku serius kita harus membuka lowongan kerja untuk mengikuti ujian sertifikasi itu”
Latte
menatap Jade dengan tatapan yakin.
“Bentar-bentar aku masih belum mengerti maksudmu. Ujian sertifikasi apa ?"
"Kita mendapatkan undangan untuk mengikuti ujian sertifikasi agensi, ujiannya dua bulan lagi. Tadi mereka menelpon untuk mengkonfirmasi bahwa kita menerimanya atau tidak"
"Lalu kau jawab apa ?"
"Tentu saja Jade! aku pasti menerimanya, ini salah satu langkah untuk menjadikan agensi kita semakin dikenal banyak orang dan akhirnya bisa menjadi agensi nomor satu."
Jade menghela napas panjang. Menurutnya ambisi Latte yang ingin menjadikan agensinya menjadi nomor satu sudah terlalu besar, ia tidak ingin membuang-buang energi untuk menahannya.
"Oke tapi merekrut orang tanpa ada perencanaan itu bodoh, kau harus mengeluarkan dana untuk menggaji mereka.”
“Iya aku tahu, tapi kita butuh. Salah satu syarat mengikuti ujiannya kita membutuhkan empat orang yang dapat menggunakan sihir. Dan jika kita mendapatkan sertifikat agens itu, kita bisa dapat dana bantuan dari pusat lalu kita juga mendapatkan misi reguler dari mereka dengan itu kita bisa membayar anggota baru”
Jade sudah mengetahui sifat Latte yang keras kepala, ia tidak ingin menghabiskan energi hanya untuk berdebat dengannya.
“Oke baiklah memangnya siapa yang mau masuk ke agensi kita ? Agensi yang tidak
“Aku sudah memikiran satu orang, sisanya kita pikirkan nanti”
Latte menatap Jade, ia mengira Jade juga mengetaui apa isi pikirannya.
“Kau juga pasti sudah tahu siapa orangnya kan Jade ?”
Jade menatap wajah Latte dengan pandangan datar. Di dalam pikirannya terbesit satu nama yang sepertinya memang itu pilihan Latte. Seorang kawan lama ketika mereka di akademi sihir. Sosok yang sudah mereka kenal cukup dekat.
Wajah Jade yang dari tadi datar mendadak berubah. Ia sudah tahu jawaban Latte, karena dulu mereka memang cukup dekat dengan orang ini. Calon anggota agensi yang baru.
“Tidak…Jangan orang itu”
Latte tersenyum ia senang Jade dapat memikirkan orang yang sama.
“Iya, Orang itu pasti mau jika kita mengajaknya bergabung dengan kita”
“Dia tidak akan mau, kita sudah pernah mengajaknya dulu”
Jade kembali memasang wajah datarnya.
“Ya karena dia bilang waktu itu dia masih punya urusan yang harus diselesaikan, mungkin saja sekarang urusannya sudah selesai. Pokoknya Kita harus coba dulu, kita berdua tahu kemampuan dia sebagai penyihir kan Jade, dia akan sangat membantu. Terutama untuk sekarang”
Latte bersikukuh ingin mengajak orang ini bergabung dengan mereka.
Perdebatan masih berlanjut. Jade meyakinkan Latte untuk mencari kandidat yang lain, namun
di dalam dirinya ia mengerti bahwa tidak ada penyihir yang akan bergabung dengan agensi kecil apalagi tanpa ada upah sama sekali. Mau tidak mau Jade mengikuti permintaan Latte. Ia setuju untuk mengajak kawan lama mereka.
Pertama-tama mereka mencari informasi keberadaan teman lama mereka. Latte ingat bahwa ia menyimpan buku kelulusan dari akademi. Ia mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera di buku itu. Latte membuka setiap halaman sambil mencari nama yang bertuliskan River Van Near. Buku kelulusan itu cukup tebal, jumlah murid akademi sihir di angkatan mereka pada waktu itu ada sekitar tiga ratussiswa. Bahkan jika tidak ada murid-murid yang keluar ditengah tahun ajaran bisa lebih banyak.
Berbeda dengan Latte, Jade hanya menonton acara televisi seperti biasa. Ia tidak ingin membantu Latte, karena dari awal ia memang tidak setuju dengan idenya. Namun di benaknya ia mencoba untuk mengingat tempat tujuan teman lamanya itu setelah lulus. Ia hanya mengingat bahwa temannya itu ingin mencari para kelompok pemuja fiend. Tiba-tiba Latte berteriak sambil menunjuk sebuah pas foto seorang lelaki, diatasnya bertuliskan nama “River”. River Van Near.
“dapat! Semoga nomornya masih bisa dihubungi”
“Aku yakin sekali nomor itu sudah ia buang”
“Tersambung!”
Jade terkejut ia langsung menengok ke arah Latte, membuatnyamelewatkan adegan ******* di acara televisi.
“Tidak mungkin”
“Halo.”
Sebuah suara perempuan yang lembut menjawab panggilan Latte.
“Iya halo ?”
Latte sempat berpikir apa benar yang dikatakan oleh Jade kalau nomornya River sudah diganti. Tetapi ia masih ingin memastikan bahwa mungkin saja yang menjawab panggilannya adalah keluarganya.
“Bisa bisa bicara dengan River ini dari Latte temannya saat di akademi yggdrasil.”
“Aku adiknya, kak River sudah seminggu meninggalkan rumah.”
Latte mendadak bingung dengan jawaban tersebut.
“Apa kau tahu sekarang ia ada dimana ?”
“ada urusan apa dengan kakakku”
“Namaku Latte aku temannya River di akademi sihir, aku sedang butuh bantuannya”
“Latte ? kau Latte Irish ? Kakakku sering berbicara tentangmu, katanya kau ini anak dari a-“
“hahaha iyaa jadi kau tidak tahu dimana River ya ? kalau begitu terima kasih maaf sudah mengganggu waktumu”
“Tunggu jangan ditutup dulu, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan. Ini soal River tapi aku tidak bisa
memberi tahumu lewat telepon. Kita ketemuan di distrik empat pukul satu siang besok di dekat bukit MiddleSun ada pabrik tua yang sudah tidak terpakai. Aku beritahu disana.”