Jade & Latte

Jade & Latte
Anak-Anak Pemberani



"Jadi,sekarang bagaimana Jade?"


dengan intonasi yang rendah, lalu river melanjutkannya lagi.


"ini sudah dua hari, dan kita tidak melakukan apa-apa"


Intonasinya kini sedikit menaik.


"Lau kau mau bagaimana hah? mengerjakan misi? mana misinya? sudahlah


jangan buang-buang energi, percayakan saja pada ketua kita itu"


"Kau ini benar-benar ya, setidaknya kasih tahu padaku ke


mana Latte pergi, biar aku saja yang menyusulnya kalau kau tidakmau"


River mulai jengkel.


Jade menutup buku yang ia sedang baca, judul yang bertuliskan penyihir lingkaran berbentuk


huruf Milk n Balls Demo berwarna violet terpampang di depan covernya. Jika tidak ada acara yang ia suka di televisi, membaca buku akan menjadi alternatifnya.


"Kak River..... Kak Jade..... cepat kesini!!!!"


Teriakan seorang gadis dari ruang sebelah. River menghampiri Eliza yang sedang membuka pesan


masuk di layar komputer.


 "Ada apa Liz ?"


 "Ada pesan masuk ke surel agensi kita kak, aku baca mereka membutuhkan bantuan kita"


 River menghampiri layar komputer yang sudah berdebu itu, Jade dan Latte


memang belum ada rencana untuk menggantinya dengan yang baru. Mereka memilikiprioritas yang jauh lebih penting dari sekedar mengganti monitor.


"Jade kemarilah!! kita dapat klien!"


 Dengan muka malasnya Jade mendatangi Eliza dan River.


 "klien? baca dulu baik-baik mungkin saja hanya surel iseng"


 "Lihat dulu makanya,sini!"


 River menyuruh dengan nada tinggi.


 Sebuah surel yang dikirim dari reribravechildren@luvia.cos dengan judul "Permintaan bantuan pengusiran fiend di lokasi gudang" lengkap dengan dua buah file arsip terlampir. Di dalamnya tertulis kronoligis dari


kapan gangguan fiend itu datang, dan gangguan apa saja yang mereka dapatkan.


 Sang pengirim menceritakan bahwa ia memiliki bisnis di bidang obat-obatan.


Pada awalnya tidak ada masalah dengan bisnis mereka, sampai pada suatu hari,dua orang pekerja dibunuh oleh sosok bayangan hitam yang muncul di dalam gudang.


Semenjak kejadian itu, tidak ada yang berani masuk ke dalam gudang


penyimpanan. Sang pengirim mengatakan, ia sangat membutuhkan barang-barang yang sudah


ia simpan di dalam gudang,karena akan segera dijual kepada para broker.


 Di akhir paragraf, terdapat sebuah segel sihir digital yang jika dipindai akan mengirim sejumlah uang di muka dan lokasi pertemuan. Sebetulnya dilihat dari surel yang dikirim, tidak ada ada yang aneh, semua permintaan


Jade dan River memutuskan untuk pergi ke tempat pertemuan pada malam hari ini. Awalnya,mereka berdua berdebat soal Eliza yang ditinggal sendiri. Karena seperti yang mereka tahu, salah satu alasan Eliza dan River pindah ke markas mereka yaitu untuk menjauhi agensi dark crow.


Perdebatan tidak berlangsung lama, Eliza berhasil meyakinkan kakaknya dengan berbagai solusi untuk


keamanan dirinya.


 Sebelum mereka pergi, Jade memasang sebuah sihir pelindung di sekitar markas. Salah satu sihir penghalang tingkat tinggi, Alinea #652 Bendiciones de todos los dioses. Sihir itu dapat membuat makhluk apapun yang memiliki aura jahat atau niat yang buruk akan bertukar tempat dengan si pengguna sihirnya.


 Dengan mata manusia biasa, pelindung itu tidak akan terlihat, namun jika penyihir yang memiliki magic sense, maka ia akan melihat sebuah kubah besar berwarna maron menutupi markas mereka. Tak mau kalah


dari Jade, sang kakak River,ia juga memasang beberapa sihir jebakan bagi siapa yang mendekati adiknya dalam radius 3 meter.


"Kalian berdua hati-hati ya"


 Ucap Eliza sambil memegang tangan Jade dan River. Walau sebenarnya Jade rikuh dengan itu, hanya


saja River memaksanya.


 "Iya, kamu juga hati-hati ya. Ingat yang kakak bilang, jangan keluar dari markas. Kalau kau perlu apa-apa hubungi kakak,nanti biar aku kirim"


 River sudah menyimpan makanan dan minuman untuk persediaan Eliza selama ia pergi. Ia menargetkan kalau misi ini tidak akan kurang dari dua hari satu malam. Jikalau membutuhkan waktu lebih lama, pasti tidak akan


lebih dari tiga hari. Ia sangat percaya dengan kemampuannya, apalagi dengan Jade yang menjadi partnernya sekarang. Jade Orlov, siswa nomor satu di akademi sihir. Tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Tempat pertemuan mereka berada di kota Raplace, sebuah kota kecil di selatan Domfront. Jika mereka menggunakan sihir teleportasi, setidaknya membutuhkan sekitar 20 kali, itu tidak efisien. Terlalu membuang-buang mana. Lupakan dengan sihir terbang, itu bahkan lebih tidak efisien dibandingkan sihir teleportasi. Terlalu membuang-buang waktu. Satu teleportasi yang paling tepat dan cepat untuk berpergian antar kota adalah,kereta sihir. Hanya membayar sepuluh perunggu mereka dapat tiba di kota Raplace hanya dalam waktu 30 menit.


Mereka tiba di stasiun pada pukul 10 malam. Masih ada lima belas menit sebelum kereta berangkat. Jade dan River segera menaiki kereta dengan model klasik itu. Hampir tidak ada orang yang menaiki kereta pada jam tersebut. Di


dalam gerbong yang mereka naiki, hanya ada seorang lelaki tua yang sedang tertidur di bangku barisan ke tiga.


 Di perjalanan, River membaca kembali surel dari pelanggan mereka. Ia ingin memastikan sekali lagi,kalau surel itu bukan spam. Segel sihir yang ada di akhir surat itu pun sudah mereka pindai di tempat pengambilan uang. Dan


memang ada sejumlah uang yang sekiranya dapat membiayai makan empat orang selama satu bulan.


Jujur saja, hadiah yang diberikan si pengirim untuk mengusir fiend ini cukup besar, bahkan dapat menjadi uang hadiah demi audisi yang akan mereka laksanakan. Jika mereka berhasil menyelesaikannya, maka uang yang akan Latte bawa nanti, dapat menjadi tabungan mereka sehari-hari. Bahkan skenario terburuknya, jika Latte gagal mendapatkan uang itu, maka ini akan menjadi penggantinya.


"Brave Children? sepertinya aku pernah mendengar namanya" River bergumam.


"..."


 "oi tukang tidur, kau pernah dengar juga kan?"


 River tahu Jade tidak benar-benar tidur, mana mungkin si malas ini tidur dibawah jam dua belas, ia hanya menutup matanya dengan alasan mengisi energi.


"Kau ini benar-benar ya, senang sekali mengganggu waktu santaiku.  Aku kira kau sudah tahu tentang pelanggan kita kali ini"


"Tidak, aku hanya tidak asing dengan namanya"


"Brave Children ya... seingatku, mereka adalah perusahaan yang bergerak di bidang obat-obatan. Dan setahuku juga, perusahaan mereka itu hampir gulung tikar tiga bulan lalu. Persaingan di kalangan kapitalis sungguh tidak


bisa diprediksi"


"Pantas saja, aku baru ingat sekarang, produk-produk mereka kalah dari sunrise dan blueocean kan?"


"Iya mungkin,produk-produk itu lebih murah atau lebih manjur aku tidak tahu persisnya. Lagi pula, aku hanya membaca sekilas saja, tidak terlalu tertarik dengan kisah para eksekutif bisnis"


Tiga puluh menit berlalu. Tanpa ada kendala apapun di perjalanan, mereka sampai di stasiun kota Raplace.