Jade & Latte

Jade & Latte
Pertarungan



Semuanya berjalan sesuai rencana. Terdengar suara retakan dari sekeliling rumah. Asalnya


dari seluruh dinding yang diselimuti oleh aura.


Retakan-retakan itu semakin melebar, menjalar dari dinding satu ke dinding lainnya. Setiap retakan yang


bertemu membentuk retakan lagi yang lebih besar. Dinding perangkap musuh mulai runtuh.


“A-ADA APA INI ? apa kau sengaja tidak mengenaiku hanya untuk menghancurkan perangkapku ?”


Fiend itu kebingungan, melihat perangkapnya  sudah mulai hancur.


“Bukankah kau sendiri yang bilang ? kalau perangkap ini tidak bisa dihancurkan dari luar ? maka dari itu kuhancurkan saja dari dalam”


Latte bertatih-tatih mencoba untuk berdiri. Dengan tenaga yang tersisa sedikit ia bersiap untuk melancarkan serangan terakhirnya untuk menghancurkan dinding perangkap itu.


“Kau tahu ? aku memang bukan penyihir murni yang bisa mengalahkanmu, tapi aku punya orang yang tepat untuk menghancurkanmu….SEKARANG JADE!!!!!


ALINEA #15 DETTONA WELCOME!!!!”


BOOOOOMMMMM…..!!!!!!!!


Ledakan cahaya menghancurkan segel yang menyelimuti ruangan. Cahaya terang yang sangat


menyilaukan. Sihir cahaya alinea ke lima belas Dettona Welcome, sebuah sihir tingkat menengah yang berfungsi


menghancurkan segala medan pengikat.


Seharusnya serangan sihir itu tidak cukup kuat untuk menghancurkan medan pengikat level hades. Tetapi Latte sudah mengantisipasinya dengan menghancurkan dinding untuk membuat sebuah celah.


Seperti kutipan klise pada buku bahasa, sekeras-kerasnya berlian ia akan hancur


hanya dengan satu retakan.


“Bisakah kau memberiku sedikit waktu lebih lama untuk beristirahat ? setidaknya kau harus memberikanku cuti besok ya”


“Bukankah setiap hari kau sudah menggunakan jatah cutimu”


Jade menopang tubuh Latte yang sudah kehabisan tenaga.


Latte mencoba untuk berdiri, tetapi kakinya sudah tidak bisa menopangnya lagi. Ia lalu duduk dilantai setelah dibantu oleh Jade. Efek dari sihir dettona welcome sebentar lagi habis. Pandangan fiend itu akan jelas kembali.


“SIAL MEMANG APA BEDANYA MENAMBAH SATU ORANG PENYIHIR BIASA LAGI. KALIAN AKAN TETAP


JADI MANGSAKU…AKU AKAN MEMBUAT KAKAKKU BANGGA DENGAN MENANGKAP KALIAN.”


Efek dari sihir dettona welcome sudah hilang. Fiend itu mulai menyerang balik,


“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan. Tapi yang jelas, aku ingin segera menyelesaikan misi tanpa bayaran ini agar aku bisa bermalas-malasan lagi”


Aura di sekitar Jade berubah menjadi lebih padat. Seolah daya gravitasi meningkat disekitar tubuhnya. Ia melangkah maju menuju fiend. Seakan sesuatu yang berbahaya mengancam nyawanya fiend itu mundur perlahan.


“APA YANG INGIN KAU-”


Sebelum menyelesaikan kalimatnya fiend itu terdiam seketika. Tubuhnya menghilang, namun tatapannya masih tertuju ke depan menatap Jade.


“Alinea #378 cuchillo de vacío”


“KAU…. INI SIHIR TINGKAT ATAS….”


Tubuh fiend itu tercabik-cabik seolah ada kumpulan kawat pemotong melewati tubuhnya.


Terdapat enam ratus alinea di dalam grimoire utama. Manusia yang ingin menjadi penyihir tingkat tinggi diwajibkan untuk menghafal alinea-alinea itu. Para manusia membutuhkan media pembantu agar sihir dapat keluar.


Namun walau sudah menggunakan media pembantu manusia yang bukan keturunan murni penyihir. Hanya dapat merapal tiga ratus alinea pertama. Sedangkan, untuk para keturunan penyihir murni mereka dapat merapal semua alinea tergantung bagaimana mereka belajar.


dari sihir tingkat atas. Chuchillo de Vacio, angin ruang hampa.


Sihir yang dapat memotong segala material dari bentuk padat sampai yang tidak berbentuk.


“Kita berhasil ?”


“belum. kau lihat ? mereka semua masih terjebak”


Latte melihat area perumahan. Orang-orang yang dihipnotis masih belum sadarkan diri.  Normalnya, sihir dari fiend akan menghilang jika fiend tersebut dikalahkan.


Namun berbeda kasus jika jiwa mereka sudah diambil. Untuk kasus kali ini jiwa mereka masih ada dan dapat di lihat manusia yang masih memiliki jiwa akan memancarkan aura berbagai warna.


Hawa tiba-tiba berubah. Tekanan udara semakin tinggi, bahkan melebihi ketika melawan fiend tadi. Jade masih terlihat tenang namun dibalik ketenangannya, ia bersiap mengeluarkan serangan sihir.


Latte sudah tidak bisa bertarung. Untuk berdiri saja ia sudah tidak memiliki tenaga. Sebagian energinya sudah diserap oleh fiend dan sisanya ia gunakan untuk menghancurkan penghalang.


“Yang ini biar kuurus kau sudah tidak punya kekuatan lagi kan?”


“Aku masih kuat, paling tidak  aku bisa memberikanmu beberapa sihir pembantu. Sebagai Ketua agensi , aku yang harus bertanggung jawab”


“Justru karena kau ketuanya. Bakal tidak menyenangkan jika melihat ketua yang terluka”


Jade menoleh ke arah Latte dengan tatapan meyakinkan.


“Mau sampai kapan kau bersembunyi ? Apa kau takut karena melihat pertarungan tadi ?”


Tanya Jade pada sosok yang tak terlihat. Tetapi tidak ada jawaban dari sosok tersebut.


“Hahahahaha kau cukup sombong juga manusia”


Sebuah bola hitam  melayang dari sisa-sisa puing pertarungan tadi. Lalu di ikuti oleh bayangan yang menggumpal pada bola itu, membentuk menjadi sebuah bola hitam yang besar.


Setelah itu bola hitam tersebut retak, pecah seperti cangkang telur yang dikupas. Sesosok makhluk hitam


berbentuk manusia muncul dari bola hitam itu.


Perawakannya berbeda dari fiend sebelumnya. Fiend yang ini muncul menyerupai manusia. Yang membedakannya dari manusia hanya tanduk yang ada di atas kepalanya. Ia menggunakan pakaian


ala prajurit dengan segala ornamen dari tulangnya.


“hahahaha sepertinya hari ini benar-benar hari keberuntunganku. Aku bisa merasakan kalau kau bukan penyihir biasa, dan itu membuatku senang. Setelah aku mengambil jiwa mu, langkahku menjadi antepesado semakin dekat”


Udara yang ada di ruangan semakin berat. Sambil menunjuk ke arah Jade dengan tongkatnya, sosok itu tertawa.


“Maaf saja tapi aku terlalu malas untuk mendengarkan curhatan mu. Aku hanya ingin segera pulang dan tidur #Alinea 412-Caja Negra!”


Serangan sihir langsung dilancarkan oleh Jade, ia mengetahui lawannya berbeda dari yang sebelumnya. Maka dari itu, ia harus memanfaatkan celah yang ada.


Sebuah kotak hitam muncul dan menangkap fiend itu. Disusul dengan serangan berikutnya yang dilancarkan oleh Jade


“#Alinea 391-Mil Espadas Del Inferno!.”


“Apa ini sudah berakhir ?”


Latte bertanya pada Jade, karena sihir yang dikeluarkan Jade menurutnya sudah cukup merusak.


“Aku juga pengenya begitu. Tapi makhluk ini cukup keras kepala”


Tidak ada reaksi apapun dari fiend itu. Jade mengeluarkan serangan sihir berupa kumpulan pedang api yang menyayat-nyayat di dalam kubus hitam itu. Seharusnya sihir  itu cukup untuk membuat suara jeritan yang menghancurkan gendang telinga seseorang.


Namun kali ini, tidak terdengar apapun dari sihir kubus hitam milik Jade. Jade tidak panik, ia malah terkesan pada fiend tersebut. Karena baru kali ini ada fiend yang dapat bertahan dari salah satu kombo sihir Jade.


Muncul retakan di kubus hitam itu. Durasi pemakaian sihir caja negra telah selesai. Kubus hitam itu pecah seperti telur yang jatuh. Setiap kepingan lepas dari setiap sisinya. Melayang ke udara lalu menghilang.