Jade & Latte

Jade & Latte
Target



Sesudah memberitahukan tempat dan waktu pertemuan. Si adik menutup teleponnya tanpa


menunggu jawaban dari Latte.


“Jadi…bagaimana ?”


“River sudah tidak menggunakan nomor itu lagi. Itu tadi adiknya, tapi ia bilang ada sesuatu yang ingin ia ceritakan soal River”


“Memangnya tidak bisa lewat telepon saja tadi ?”


“Entahlah dia langsung menutup teleponnya setelah memberi tahu tempat pertemuan. Kita harus bertemu dengannya Jade”


Jade hanya bisa terdiam dan mengikuti keinginan Latte.


Esok harinya.  Waktu menunjukan pukul satu siang. Perjalanan kantor mereka menuju tempat pertemuan, bekas pabrik tua dekat bukit Middlesun memerlukan waktu sekitar lima belas menit menggunakan sihir terbang. Tapi Latte ingin pergi satu jam sebelum waktu pertemuan.


“Alinea #1. WING!”


Tubuh mereka perlahan terangkat dari tanah melayang ke udara, gravitasi bumi seakan lenyap bagi mereka. Wing, sihir paling dasar yang semua penyihir wajib tahu. Karena sihir ini sangat berguna untuk mobilitas mereka atau pertarungan melawan para fiend.


Sihir ini sudah dipelajari dari mulai mereka masih di tingkat dasar akademi. Bahkan beberapa penyihir sudah dapat menggunakan sihir ini sebelum mereka masuk akademi sihir.


Di perjalanan, Jade mengingat ketika mereka bertiga di akademi dulu. Jade, Latte dan River mereka selalu bertiga untuk melakukan tugas kelompok. Setiap tugas yang diberikan mentor selalu mereka kerjakan bersama.


Diantara mereka hanya Latte yang bukan penyihir murni. Tetapi itu bukan halangan karena Jade dan River tidak memperdulikan hal itu. Setelah mereka lulus, Latte mengajak River bergabung ke agensinya namun ada suatu hal yang harus River selesaikan oleh karena itu ia menolak tawaran Latte.


Latte berpikir mungkin setelah beberap tahun lamanya urusan River sudah selesai makanya ia mencoba untuk mengajaknya lagi dan bergabung di agensinya..


Setelah lima belas menit mereka terbang, akhirnya tiba di titik pertemuan.


Pabrik ini dulunya adalah tempat pembuatan alat berat tetapi karena satu dan dua hal pabrik ini akhirnya bangkrut dan tidak terpakai. Pemerintah kota masih belum ada inisiasi untuk membongkar bangunan ini dan menjadikannya lahan yang baru.


Terlihat sosok anak perempuan mengenakan hoodie biru tua sedang menunggu di dekat pintu gerbang. Jade dan Latte berjalan mendekati perempuan itu. Sosok perempuan melambaikan tangan kepada mereka


sembari berlari.


“Aku Latte dan ini –“


“Dia Jade kan ? Aku tau kau pasti si penyihir jenius, kau Jade kan”


Mendengar kalimat yang dilontarkan perempuan itu Jade hanya menatapnya dengan tatapan


datar dan menjawab pertanyaan perempuan itu.


“Ya kau juga cukup jenius untuk memilih tempat curhat yang tidak ada orang”


“kami berdua teman River di akademi yggdrasil” Jawab Latte dengan lembut


“Kakakku selalu menceritakan tentang kalian berdua” Jawab gadis itu dengan antusias “ ah maaf


aku belum mengenalkan namaku, namaku  Eliza senang berkenalan ya kakak-kakak”


Setelah Eliza mengenalkan namanya kepada Latte ia menegok ke kanan dan kekiri, seolah


ia mencari seseorang yang dari tadi mengikutinya. Melihat gelagat Eliza yang aneh, Latte langsung bertanya.


“Ada apa ? daritadi kau terlihat gelisah”


“ah tidak apa-apa. Kak River sempat memberitahuku untuk tidak keluar rumah sampai ia kembali, setelah mengatakan itu ia tidak pulang lagi“


Dengan wajah yang sedih Eliza mencoba untuk memberi tahu tentang keberadaan River sekarang. Latte dan Jade menunggu jawaban dengan perasaan yang khawatir pula


“Apa ia mengatakan mau pergi kemana ?” Tanya Jade pada Eliza


“Aku tidak tahu tapi mungkin ia akan melakukan pekerjaan agensinya”


“Hah? Agensi ? River masuk ke agensi mana ?”


Latte terkejut tak percaya, sedangkan Jade tetap dengan muka malasnya sembari menebak-nebak maksud dan tujuan River ikut agensi sihir.


Tiba-tiba dua orang yang tak dikenal menghampiri mereka. Mereka berdua mengenakan jas rapih di lengan kirinya terdapat badge logo agensi sihir. Satu orang yang tingginya lebih dari orang satunya berambut hitam dengan gaya potongan terbelah dua menjuntai kebawah, wajahnya putih pucat dengan bola mata biru. Sedangkan pria satunya yang lebih pendek dengan potongan rambut mohawk berwarna merah dengan expresi muka yang terlihat kesal.


“Hai.. selamat siang Bagaimana kabarmu Eliza ?”


“Siapa kalian ?” Tanya Latte


“Maaf kami lupa untuk memperkenalkan diri” Pria berambut belah dua itu tersenyum sambil mengeluarkan sebuah lencana dari saku jasnya.


“Namaku Mist dan ini Tsar. kami berdua adalah agen pembasmi Fiend di distrik ini. kebetulan , Eliza adalah adik dari anggota agensi kami”


Latte melihat wajah Eliza untuk memastikannya. Namun sontak Eliza bergerak ke belakang


punggung Latte seolah ia meminta perlindungan kepada latte. Eliza mengetahui maksud dari kedatangan kedua orang berjas itu. Mereka ingin menculik Eliza.


“Aku tidak mau ikut dengan mereka, mereka ingin menangkapku kak” Eliza berbisik di telinga Latte


“Eh menculik? kenapa berpikiran seperti itu za ?”


“kami ini agen sihir dari Crowe Agency, kami hanya ingin mengobrol denganmu sebentar”


“Tidak! aku bisa tahu isi pikiran kalian berdua, sihirku bisa membaca pikiran setiap orang”


Setelah mendengar pernyataan Eliza. Jade, Latte, dan kedua orang dari Crowe Agency tercengang.


“Aku bisa membaca pikiran ketika aku sudah mendengar suara dari orang tersebut, makanya pas kak Latte telepon aku bisa langsung tahu kalau maksud kakak baik”


Di tengah-tengah perbincangan itu sebuah proyektil meluncur ke arah mereka, melesat dengan kecepatan suara. Dengan sigap Jade langsung membuat sihir pelindung. Ledakan tak bisa dihindari, namun sihir pelindung yang dibuat oleh Jade membuat luka yang mereka terima tidak cukup parah..


“KAU TERLALU LAMA MIST! SUDAH KUBILANG LANGSUNG TANGKAP SAJA. HANCURKAN LALU


TANGKAP”


“apa yang kau lakukan Tsar ? kau bisa membunuh target kita, ketua ingin membawanya hidup-hidup biar menarik perhatian dari si penghianat”


“cih! tenang saja, itu hanya ledakan kecil, tidak bakal membuat mereka mati....mungkin”


“Jade!” Ucap Latte sambil memeluk eliza, serangan itu tidak membuat mereka terluka tetapi benturan itu cukup keras. “Sihir ini...”


“ini bukan sihir dari grimoire” Ucap Jade sambil mempertahankan sihir pertahanannya, Mereka bersiap-siap jika bakal ada serangan yang berikutnya.


“tuh kan mereka masih hidup” suara yang perlahan muncul dari balik asap yang mengebul “Tenang saja Mist aku hanya mengeluarkan satu persen sihirku saja”


“Sudahlah terlalu buang-buang waktu berdebat denganmu, cepat tangkap dan pergi”


Suara itu perlahan mendekati Jade dan Latte.


“asal kau tahu saja, aku sengaja hanya menggunakan sepuluh persen kemampuanku agar perburuan kali ini menjadi lebih menyenangkan”


Lingkaran sihir berwarna violet muncul dibawah kaki Tsar dan Mist seketika lingkaran itu meledak. Namun sihir  yang Latte keluarkan tidak memberikan cukup luka yang serius pada mereka. Tapi tidak


hanya itu, sebuah kubah besar muncul diatas mereka berdua.


"Alinea #43, Cupula de dioz…"


Latte melancarkan serangan sihir perangkap. Dari tanah muncul kubah besar berwarna emas yang behasil menangkap mereka Mist dan Tsar.


Eliza yang menyaksikan pertarungan sihir di depan matanya takjub sekaligus takut. Jade membuat dinding tanah untuk melindungi Eliza dari pertarungan mereka.


Perangkap kubah emas itu tidak bertahan lama, karena Tsar menghancurkannya menggunakan sihir ledakannya. Tetapi sihir perangkap itu memberi waktu bagi Jade, Latte dan Eliza untuk melarikan diri.


“Tangkap mereka Tsar!”


"Tidak usah kau beritahupun aku akan menangkapnya"


Tsar dan Mist berhasil mengejar kelompok Jade.


“Kita harus pergi! Kita bawa Eliza ke tempat aman dulu”


“Hmm kalian saja yang pergi, aku akan menahan mereka” Jawab Jade


“Hah? Jangan sembarangan! mereka terlihat tidak ragu untuk membunuh penyihir lain, kita pergi ke tempat yang ramai dulu.”


“Justru karena mereka tidak ragu membunuh penyihir lain membawa ke tempat ramai jadi kemungkinan terburuk” Ucap Jade


Jade menoleh ke arah latte, ia menatap matanya dengan tatapan serius sambil berkata


“jika mereka bertarung menggunakan phrase maka aku juga akan menggunakannya. Jadi tenang saja Latte”


"Kakak... mereka sudah dekat"


"Baiklah kalau kau sudah bilang begitu aku hanya bisa percaya”


“Harusnya ini bisa selesai dengan cepat, aku ingin segera bersantai”


Latte dan Eliza kembali terbang meninggalkan jade, Mist dan Tsar tiba di depan Jade yang hanya seorang diri.


“Wah wah! Jadi kau berencana menahan kami ? seorang diri ? lucu sekali, Tsar hancurkan lalu segera tangkap targetnya” Ucap Mist.


"Kyahaha kalau begitu dengan senang hati!!"


Tsar mengeluarkan bola api ditangannya. Ukurannya tiga kali lipat dari tubuhnya. Bola api yang menyerupai sebuah matahari, warna kuning bercampur dengan merah menandakan bahwa panasnya dapat melelehkan apapun.


Booooom!!!


Ledakan besar tak terhindarkan. Dalam radius seratus meter tanah menjadi sebuah kawah. Tetapi jasad dari Jade tidak terlihat di manapun. Tsar berasumsi bahwa tubuhnya sudah hancur meleleh oleh serangan ledakannya.


"Bahaya banget kalau kena pasti mati sih. Tapi sayang serangan dengan daya ledak besar pasti memiliki kecepatan yang rendah gampang sekali dihindarin"


Jade muncul di belakang Tsar ia terkejut hanya dalam sepersekian detik Jade bisa berteleportasi ke belakang tubuhnya. Tsar lompat sambil menjaga jarak.


“Wah wah sejak kapan kau membuat sihir teleport? Seingatku sihir teleport tingkat tinggi pun butuh waktu untuk digunakan” Ucap Tsar


"bisa bisa saja tinggal kau gabungkan tiga sihir enhancement percepatan,kecepatan, dan perubahan berat lalu gabungkan dengan beberapa sihir udara dan jadilah sihir teleportasi instant"


Tsar terdiam mendengar penjalasan Jade


“Hahaha sepertinya kau akan menjadi lawan bermain yang menarik. kalau begitu ayo kita mulai saja permainannya!!!”