Jade & Latte

Jade & Latte
Warisan Andersdotter



Seseorang melangkah menuju ruangan megah yang ada di lantai dua. Hentakan kakinya dipenuhi dengan rasa senang dan bahagia, namun masih terbalut dengan keeleganan yang pasti. Sosok berbadan besar dengan tuxedo hitam yang rapih. Ia berjalan dengan tegap, dadanya dibusungkan ke depan, kepalanya mendongak ke atas tanpa rasa ragu. Ia berhenti tepat di pintu kayu eboni berwarna coklat kemerahan. Lalu ia mengetuk pintu dengan pelan.


“Masuklah Louvre!” Suara tegas nan lantang menyuruh pria besar itu masuk ke dalam ruangannya.


Setelah Louvre berada di ruangan itu. Ia melihat Tuan Geld sedang menyusun botol-botol obat hasil produksi dari perusahaannya, Brave Children. Terdapat tujuh varian yang dapat dibedakan dengan tujuh warna berbeda.


“Jadi bagaimana hasilnya Louvre?” Tuan Geld bertanya pada Louvre tentang rencananya.


“Semua sudah berjalan sesuai dengan rencana tuan” Louvre menundukan badannya sambil menyampaikan hasil ,”kedua penyihir itu telah masuk ke dalam jebakan. Kita hanya tinggal menunggu para fiend berhasil menghisap seluruh jiwa mereka”


Mendengar laporan dari Louvre, Geld tersenyum puas dilanjutkan dengan gelak tawa yang mengerikan.


“Hahahahaha akhirnya aku bisa melanjutkannya ayah!!! Perusahaan yang telah kau bangun dengan jerih payahmu bisa kulanjutkan, sudah kubilang aku bukan anak yang tidak berguna, aku bisa membuktikan bahwa aku bisa membawa Brave Children lebih maju!” Tuan Geld menyuarakan rasa puasnya akan rencananya yang berhasil.


“Louvre!” Ucap tuan Geld dengan nada yang tegas ,”persiapkan ruangan untuk tamu spesial kita”


“Baik akan saya laksanakan”


Louvre berjalan keluar dari ruangan yang dingin itu. Ia meninggalkan Tuan Geld yang kegirangan di dalam nuansa kebahagiaan. Louvre mengetahui segala beban yang ditanggung oleh Tuan Geld, bahkan sejak ia masih kecil. Orang tua Geld,  Richard Andersdotter dan istrinya Lilia Andersdotter. Mereka adalah pasangan pengusaha yang sangat kaya raya. Richard Andersdotter, ayah dari Geld ia membangun perusahaan yang bernama Brave Children. Sebuah perusahaan di bidang farmasi magis.


Pada awalnya, Brave Children adalah perusahaan yang menghasilkan berbagai ramuan untuk para penyihir. Berbagai potion, diproduksi oleh Brave Children. Ramuan penyembuh, ramuan peningkatan mana, ramuan penguatan tubuh adalah produk-produk unggulan dari Brave Children.


Richard hampir menguasai seluruh pasar di Domfront. Perusahaannya tumbuh besar menjadi kapitalis yang maju. Karena pada saat itu masih sedikit orang yang dapat menguasai mantra pendukung yang ada di dalam grimoire. Sampai pada akhir hayatnya, Richard menyerahkan semua aset perusahaan pada anak semata wayangnya. Geld Andersdotter.


Penjualan yang sebelumnya di atas 100% tiba-tiba terjun bebas dibawah 50%. Kompetitor yang bergerak di bidang yang sama mulai bermunculan dengan berbagai produk yang lebih terjangkau untuk para masyarakan Domfront. Secara perlahan produk-produk dari Brave Children mulai ditinggalkan oleh para pelanggan.


Biaya produksi yang semakin meningkat tak sejajar dengan nilai pejualan dari perusahaan. Demi tetap mempertahankan perusahaannya, pemotongan gaji diberlakukan bagi karyawan yang masih tersisa. Sebagian karyawan telah memilih untuk keluar dari Brave Children karena kerja keras mereka tidak sebanding dengan pendapatannya.


Tuan Geld menjamu tamu tersebut dengan begitu ramah dan sopan, bahkan terkesan sangat istimewah. Ia mengatakan pada Louvre bahwa tamunya saat itu seorang kawan lama dari mendiang ayahnya. Mereka berbicara empat mata diruangan tamu lantai satu. Tidak ada yang mengetahui apa yang Geld dan tamu itu perbincangkan, tetapi yang diingat oleh Louvre adalah wajah bahagia dari Tuan Geld setelah kepulangannya.


Dalam sepekan setelah kedatangan tamu spesial tuan Geld, penjualan dari produk Brave Children meningkat pesat. Semua ramuan dan bahan medis mengalami kenaikan yang signifikan. Para investor yang telah menyimpan dana pada Brave Children mendapatkan keuntungan sekitar 20%. Brave Children berhasil bangkit dari masa keterpurukannya.


Dan dari sanalah awal dari kesuraman Brave Children dimulai. Sebuah kesuksesan dan pencapaian tinggi yang diraih membutuhkan pengorbanan yang setimpal. Tuan Geld membuka lowongan kerja untuk siapapun yang berminat menjadi bagian Brave Children.


Orang-orang itu mendaftar dengan harapan agar dapat merubah nasib jika bekerja di perusahaan yang besar. Sayangnya, harapan-harapan Indah mereka harus sirna begitu saja setelah mereka dinyatakan menjadi pekerja di perusahaan ini.


Tuan Geld memerintahkan para pelayan setia dari keluarga Andersdotter untuk membawa dua orang pekerja setiap minggunya untuk dibawa ke dalam gudang penyimpanan. Awalnya kami tidak mengetahuinya, sampai akhirnya kami melihat dengan mata kepala kami sendiri.


Makhluk-makhluk bayangan itu menyantap dua orang pekerja yang ada di dalam gudang,


Rutinitas yang mewajibkan para pelayan, merekrut pekerja baru hanya untuk menjadi tumbal para fiend. Tuan Geld pernah berbicacara kepada Louvre bahwa ia terpaksa melakukannya demi mempertahankan bisnis keluarganya. Demi dapat membiayai para pelayan-pelayan setia andersdotter. Demi tetap mengharumkan nama ayah dan ibunya di kalangan masyarakat.


Tuan Geld rela kehilangan jiwa kemanusiaannya demi kejayaan perusahaannya. Sampai pada akhirnya para fiend itu mulai merasa bosan dengan menyantap jiwa manusia biasa. Mereka menginginkan jiwa yang lebih lezat, para penyihir.


Sebelumnya tuan Geld pernah memberikan mereka tumbal seorang penyihir muda yang melamar di Brave Children. Tetapi sayangnya, para fiend itu tidak puas karena jumlah mana mereka yang sangat sedikit. Salah satu dari pelayan setia keluarga andersdotter, Robert memberikan usul kepada tuan Geld untuk memberikan para fiend penyihir dari agensi. Karena menurutnya, penyihir dari agensi memiliki mana di atas rata-rata.


Tuan Geld menerima usulan dari Robert. Langkah pertama yang dilakukan oleh Geld adalah mencari agensi yang berada diluar asosiasi, alias illegal agensi. Lalu, ketika Geld membaca koran, ia menemukan artikel yang memberitakan agensi Jade dan Latte yang berhasil menyelesaikan kasus fiend yang ada di suatu perumahan.


Tanpa berpikir panjang, Geld mengirimkan sebuah permintaan palsu kepada Jade dan Latte. Sampai akhirnya permintaan itu diterima oleh Jade dan River. Saat ini, mereka tengah dihadapkan dalam situasi yang sangat genting. Mereka terjebak di ruangan yang penuh dengan alat magic diffuser, sehingga Jade dan River tidak dapat menggunakan sihir.


Setelah para Fiend berhasil mengonsumsi jiwa dari Jade dan River, mereka akan berevolusi menjadi tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan untuk Geld, perusahaannya, Brave Children akan tetap menjadi perusahaan yang maju. Semua itu sudah ada di dalam pikiran Geld. Namun angan-angan itu harus tetap menjadi khayalan belaka.


Pintu ruangan dari Geld terpental hancur oleh sesuatu. Hawa dingin mengitari seluruh ruangan yang porak-poranda. Sosok yang misterius berjalan dari tebalnya kabut dingin. Lalu, sosok itu  memegang sebuah benda, tepatnya mesin, salah satu bagian magic diffuser dan dilemparkan ke arah Tuan Geld.