Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]

Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]
Mimpi buruk yang tak terlupakan



Saat ku berumur 4 tahun, aku mempunyai adik yang baru lahir. Dia adalah viona, viona adalah gadis kecil yang ceria. Sejak umur ku 9 tahun, aku selalu bersama adikku, mau itu bermain, makan, bahkan tidur pun selalu di samping nya. Saat ku berumur 12 tahun, ayahku harus pergi keluar Kota karena tuntutan pekerjaan. Karna ibuku khawatir, akhirnya ibu juga memutuskan untuk pergi bersama ayah ku. Dan aku diurus oleh pengasuh, karna keluarga ku orang yang cukup kaya. aku juga mempunyai kerabat dekat, yaitu paman ku.


Dia adalah orang yang sangat penyayang, dia hampir 3hari sekali mengunjungi rumah ku hanya untuk melihat ku dan adik ku dalam keadaan baik. Hampir dua tahun berlalu, saat itu aku tidak mengetahui bahwa, salah satu pengasuh ku ada yang mencuri barang di rumah ku secara diam-diam. Aku tidak menyadari bahwa peralatan di rumah ku lama lama menghilang. Diasuatu hari, saat aku dan adik ku habis pulang sekolah, yang kebetulan di jemput oleh paman ku.


Nah kita sudah sampai"


"Yei kita sudah sampai "


Setelah turun dari mobil, aku melupakan barang ku dan menyuruh viona untuk memasuki rumah duluan.


"Ha, aku melupakan barang ku, viona masuk duluan aja nanti kakak nyusul "


"Baik" Sambil berteriak dengan ceria


Setelah mengambil barang ku aku mulai memasuki rumah.


"Paman aku sudah mengambil barang ku "


"Begitu ya..masuk lah duluan nanti paman menyusul setelahmemarkirkan mobil"


"Baiklah"


Saat membuka pintu, aku memanggil viona.


"Viona, aku disini , kau dimana "


"Hm, apa jangan-jangan viona mau bermain petak umpet lagi" Setelah sedikit berkeliling, aku menuju dapur. Saat aku mencapai dapur, aku melihat seorang lelaki yang memakai topeng ,berbaju hitam dan membawa pisau yang berlumuran darah.


Aku sidikit terkejut. "Eh, bibi siapa lelaki itu"


"I, i, ini.... "


Saat itu aku mendengar suara lemah yang ku kenal.


"Ka... Kak"


Saat itu aku melihat viona yang sudah tidur di lantai dengan luka di perut nya.


"---" "Eh, viona? "


"Tidak mungkin,viona? " Sambil mendekati viona. Viona dengan lemah menjawab.


"Kakak.... " Perlahan lahan mata viona mulai tertutup


"Viona? " Air mata Rei mulai menetes.


REI berteriak sekencang-kencang nya


"Vionaaaa" (Hiks, Hiks)


Datang lah sang paman yang mendengar teriakan REI.


"Rei apa yang terjadi? " Dengan wajah panik


"Pa, paman Viona.... Viona " Paman yang sangat terkejut setelah melihat Viona yang bersimbah darah di pangkuan nya Rei.


"Rei, Viona kenapa? "


Pria bertopeng mulai menyerang paman Rei.


"Cih, bikin repot saja " Sang paman dengan cepat mengalihkan pandangan nya ke pria bertopeng.


Pria bertopeng itu mulai menyerang dengan menusuk sang paman, paman dengan cepat memutar badan nya dan menangkap tangan pria bertopeng,yang sedang memegang pisau. Setelah menangkap tangan nya, sang paman kemudian membanting pria tersebut hingga pingsan. Karna Sang paman mempunyai hobi belajar seni bela diri.


Sang pengasuh yang panik mencoba melarikan diri, tapi sayang nya pengasuh itu dengan mudah tertangkap oleh sang paman.


Setelah menangkap nya, sang paman menjambak dan menyeret nya ke kamar terdekat. Dan menanyakannya


"Apa yang telah kau lakukan kepada keponakan ku, huh? " Sambil mencekik nya ke tembok.


"Am, ampuni saya tuan"(khokkk, khokkk)


Setelah itu, Viona di bawa ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di sana Viona tidak tertolong lagi.


Rei terbangun dengan keringat yang hampir membasahi dahinya.


(Hoshh, hoshh)


Rei melihat sekeliling.


" Apa itu tadi, mimpi? "Rei menghala nafas, sambil menyeka keringat yang ada di dahi nya.


" Seperti nya sudah pagi"


"Aku harus bersiap"


Setelah bersiap, Rei keluar dari kamar nya, di ruang tamu ada Lili yang sedang duduk dengan tenang.


"Se, selamat pagi kak Rei"


"Apa Lili mimpi indah "


"I, iya " Ujar Lili dengan malu-malu


"Begitu ya, syukurlah" Dengan senyum hangat


"A,apa kakak juga mimpi indah? "


"Eh?......Te,tentu saja kakak juga mimpi indah hahaha " Jawab Rei dengan sedikit terkejut.


Rei buru-buru mengubah topik. "Lili, bagaimana kalau kita keluar untuk sarapan"


"Baiklah"


Rei dan Lili berjalan menuju lantai bawah, sesampai nya di ruang makan, terdapat beberapa petualang dan juga istri pemilik penginapan. Akhirnya bibi itu melihat Rei dan Lili yang menuruni tangga. Dan menyapa nya.


"Selamat pagi " Bibi itu mengucapkan salam dangan tersenyum hangat


"Selamat pagi juga"


"Apa kalian beristirahat dengan nyaman? "


"Iya, berkat anda "


Rei dan Lili menuju meja yang sedang kosong.


"Mungkin ini terlambat, perkenalkan namaku Barsya dan ini suamiku Evan"


"Yo, salam kenal"


"Iya, aku Rei dan ini adik angkat ku Lili"


"Hohohoho, nama yang imut"


(Plak) Barsya yang sedang memukul pundak suami nya.


"Ada apa sih, mukul-mukul"


"Ketawa mu menakutkan, nanti dek Lili ketakutan"


"Maaf ya Lili, biar pun muka nya seram, tapi dia pria baik. Jadi jangan takut pada dia ya, hehe" Ujar barsya sambil tertawa hangat.


Lili mengangguk kecil.


Saat Rei dan Lili menyelesaikan sarapan nya Rei bertanya ke pada barsya.


"Bu barsya apakah kau tau tempat menjual pakaian "


"Pakaian ya, kau dari sini ke kanan, pas kamu mencapai tengah kota belok lah kekiri nanti di sepanjang jalan ada yang menjual pakaian"


"Baiklah, terimakasih " Rei ran Lili menuju pintu luar.


"Hati-hati ya, Rei pegang tangan adik mu dengan baik supaya tidak terpisah"


"Baik, sampai jumpa"


Setelah ke toko baju, Lili membeli pakaian putih polos lengan panjang dengan pita besar di atasnya dan rok pendek , juga sedikit aksesoris.


"Lili, kakak mau ke guild petualang, mau ikut dengan kakak apa tinggal di penginapan"


"Tidak, aku mau sama kak Rei"


"Soal nya kakak mau menjadi petualang dan lansung mengambil beberapa pekerjaan"


"Takutnya tempat yang kakak tuju itu berbahaya"


"Aku, ingin bersama kakak " Dengan wajah memelas yang imut.


[Ukkkh, tidak bisa di tolak]


"Baiklah, tapi Lili harus mengikuti kata-kata kakak, ok? "


Lili pun menganggukk dengan antusias.


Rei dan Lili berjalan perlahan, sambil menikmati ramai nya orang yang berlalu lalang. di penuhi dengan tawa, dan kegembiraan. membuat cocok sekali untuk di jadikan kota pertama yang mereka kunjungi. cocok untuk menghilangkan trauma Lili terhadap manusia.


[meskipun aku tidak tahu kerajaan mana yang menyerang desa nya Lili, tapi aku tidak berniat membiarkanya berbuat semaunya ]


[sekarang di dunia ini, aku mempunyai seseorang yang harus kulindungi dan orang yang paling berharga. ]


[aku tidak peduli, meski aku harus menghilangkan kerajaan itu dari peta ]


[aku bukanlah orang yang naif, jika ada yang menentang keinginan ku, saat itu aku harus bertindak]