Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]

Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]
Cara bertarung nya Lili "_"



Setelah selesai membeli perlengkapan yang dibutuhkan Lili, aku dan Lili menuju ke gerbang yang pernah kita datangkan sebelum masuk ke kota ini.


Seperti biasa, gerbang ini selalu di tempati penjaga, setelah jalan lebih dekat, terdapat seseorang yang aku ketahui. Dia adalah Daniel seorang penjaga yang memeriksa ku, waktu aku ingin masuk ke kota.


Seperti biasa dia bertugas untuk mengecek identitas yang ingin memasuki kota. Alih alih Rei ingin menyapa Daniel, Daniel lah yang menyapa Rei duluan.


"Oh, bukankah itu Rei? "


"Yo, halo Daniel, apakah kau sedang bekerja? "


"Ya, ini memang sudah menjadi tugas ku mencegah orang jahat memasuki kota" Jawab Daniel dengan tegas, sambil mengepal kan tangan nya di dada.


"Uwah, serius sekali? "


"Yah, aku memang sangat menyukai pekerjaan ku ini, aku sangat bangga melindungi warga kota" Lanjut Daniel.


"Aku yang dulunya hanya seorang anak yatim, yang sejak kecil hanya bisa menangis. menjadi penjaga gerbang adalah sebuah kebanggaan yang sangat besar. "


"Begitu ya, bagus untuk mu"


"Ngomong-ngomong kalian ingin kemana? "


"Kita ingin menjalan kan misi dari guild petualang"


"Menjalan kan misi? Berarti kalian sudah menjadi petualang dong"


"Ya begitu lah"


"Jadi sekarang kalian ingin ke hutan? "


"Iya, apakah ada masalah? "


"Tidak, hanya saja dalam beberapa hari ini, hutan sering mengalami kejadian aneh "


"Aku takut nya, populasi monster meningkat di dalam hutan "


"Yah, aku harap kamu berhati hatilah" Ujar Daniel dengan ekspresi sedikit khawatir.


"Baiklah, kita akan berhati-hati"


"Kalau begitu, kita pergi dulu Daniel"


"Ya, sampai bertemu lagi"


Aku dan Lili mulai meninggalkan kota menuju hutan. Setelah berjalan sebentar, Rei dan Lili mencapai bagian depan hutan.


"Di sini sepertinya sudah cukup"


"Kak Rei apa yang kakak ingin lakukan? "


"Kakak ingin memberikan buff kepada Lili"


"Buff?, kakak buff itu apa?" Dengan wajah bingung.


[Ooh iya, di dunia ini tidak mengetahui apa itu buff]


"Emm, dengan kata lain sihir yang dapat meningkatan kekuatan"


"Waahhh, apakah kakak dapat membuat Lili menjadi kuat? " Jawab Lili dengan semangat.


"Ya, begitulah "


"Jadi, apakah Lili mau menjadi kuat? "


"Aku mau, aku mau " sambil meloncat loncat dengan gembira.


Dalam hati Rei sangat bersyukur. Karna mungkin saja trauma dia dengan orang lain dapat hilang. dan Rei bergumam dalam hati


[Mungkin saja, Lili memang gadis yang sangat ceria. Mungkin di hadapan orang lain dia masih sedikit takut]


"Baiklah kalau begitu mari kita mulai"


Rei mengulurkan tangan nya ke kepala Lili, sambil menyebutkan mantra nya.


"Energy Boost" Muncul pola sihir berwarma biru muda di tangan Rei dan tubuh Lili mengeluarkan cahaya kebiruan, lalu menghilang.


"increased agility" Muncul pola sihir dengan warna kemesan di tangan Rei dan tubuh Lili mengeluarkan cahaya keemasan, lalu menghilang.


"Nah, sekarang Lili dapat bergerak lebih cepat dari sebelumnya"


"Karna ini hanya sihir buff biasa jadi memiliki batas waktu"


"Kak Rei sampai kapan sihir ini habis "


"Dengan begini, kita tidak perlu membutuhkan waktu seharian, hanya untuk menuju desa goblin"


"Jadi Lili, coba kau berlari duluan "


"Baiklah, akan ku coba"


Kemudian, Lili berlari dengan sangat cepat ke dalam hutan dengan tubuh Lili yang sedikit bercahaya. Rei menyusul Di belakang Lili, tidak dengan Lili yang memakai buff. Rei hanya menggunakan 10% dari kecepatan asli nya.


"Pengontrolan kecepatan Lili bagus"


"Lili, apakah kamu pernah berlatih berlari dengan cepat"


"Pernah, ayah menyuruhku belajar berlari dengan cepat"


"Berarti kamu terbiasa dengan berlari cepat"


"Iya"


" bagus lah "


Aku dan Lili berlari hingga 1 jam lebih, akhirnya kita mencapai gua yang di ketahui terdapat desa goblin.


Setelah sampai, aku dan Lili bersembunyi di balik pohon dekat gua berada. Di depan gua terdapat 5 goblin yang sedang berjaga di depan gua, berbeda dengan goblin yang kutemui saat pertama kali aku di dunia ini. Goblin ini memakai pedang pendek lusuh dan armor kulit di badan nya.


"Lili, apa kamu bisa mengurusnya? "


"Dengan sihir peningkatan yang kakak kasih ke aku, seperti baik-baik saja"


"Ya sudah, tangani lah, tapi tetap berhati-hati lah.jika terjadi sesuatu biar kakak yang tangani. "


"Baik, kak" Dengan cepat Lili melesat, dengan dua belati hitam yang berada di tangan nya.


Dengan cepat, Lili menempati titik buta para goblin dan menyerang nya di bagian leher. Mengetahui teman mereka jatuh, para goblin langsung mengambil posisi bertarung. Tapi sudah terlambat , di belakang para goblin sudah ada Lili yang siap menebas. Tidak butuh waktu lama, Lili dengan terampil menusuk jantung goblin satu-persatu.


hingga mencapai,2 goblin yang tersisa. Kali ini Lili tidak ingin melawan goblin secara sembunyi-sembunyi, Melainkan dengan berhadapan. Lili dengan cepat berlari ke goblin yang berada di kiri, mengetahui goblin itu menyerang. Lili dengan cepat menahan serangan goblin itu dengan tangan kiri.


Tidak membuang kesempatan, ili langsung menusuk leher goblin itu dengan belati yang berada di tangan kanan nya. Dan goblin itu jatuh seketika.


Mengetahui sisa rekan nya di kalahkan, goblin itu langsung berlari ke dalam gua. Sayang nya kecepatan goblin itu tidak sebanding dengan kecepatan Lili.


Lili dengan cepat mengejar goblin tersebut dan menendang kaki goblin tersebut hingga jatuh.


Setelah jatuh, Lili menginjak tangan goblin yang sedang memegang pedang pendek. Lili segera menebas leher goblin tersebut.


Rei yang berada di pohon sedikit terkejut dengan cara bertarung nya Lili.


[Serius?, bukankah itu gaya bertarung seorang assasin? ] Rei yang sedang dalam pikiran nya tersadar dengan suara yang memanggilnya.


"Kak Rei, apa aku melakukan nya dengan baik? " Lili bertanya dengan wajah ceria nya.


"Yaa, kamu melakukannya dengan baik Lili.hahaha" Jawab Rei dengan ekspresi heran.


"Nah sekarang giliran kakak" Rei berjalan mendekati gua dan menghadap membelakangi gua.


"Bisakah lili berada di belakang kakak? "


"Baiklah"


(Barier) sebuah penghalang yang berada di sekitar Rei dan Lili.


(wind blast) dengan Rei menyebutkan nama sihirnya.(Duuarrrr) Sebuah gelombang kejut yang besar menyapu pohon yang berada di sekitar gua.


Membuat tanah yang tadi nya di penuhi pohon, sekarang berubah menjadi seperti tanah lapang. Membuat sebagian pohon hancur dan sebagian lagi ada yang terbang jauh.


Lili dengan kaget, membatu di belakang Rei.


"Ka,kakak apa yang sedang kakak lakukan? "


"Hm?. Membuat tanah kosong, agar saat aku bertarung tidak ada pohon yang menghalangi"


"Be, begitu ya"


Mendengar banyak suara langkah kaki yang berasal di dalam gua, Rei dan Lili melompat menjauh dari gua. Setelah Rei Dan Lili cukup jauh dari gua, Rei Dan Lili melihat banyak sekali goblin yang datang, setelah mendengar suara ledakan dari sihirnya Rei.


Terdapat 200 goblin, 20 hobgoblin dan 1 goblin king.


Dengan semangat, Rei mengeluarkan Pedang hitam nya. Berbeda dengan pedang pendek yang dimiliki Lili, pedang panjang Rei mengeluarkan cahaya merah gelap ke pola yang mengelilingi bilah nya.


"Waktu nya pertunjukan. " Jawab Rei sambil tersenyum.