Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]

Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]
Ruangan misterius di desa goblin dan heboh nya warga kota



"Sebenarnya, aku adalah seorang iblis"


"Iblis? "


"Benar Lili, aku adalah iblis yang berasal dari dunia lain "


"Dunia lain?, berarti kakak tidak berasal dari dunia ini? "


"Betul sekali"


"Jadi bagaimana kakak bisa sampai di dunia ini"


"Jujur, aku tidak mengetahui detail nya, tapi aku mati di dunia sebelumnya"


"Begitu ya"


"Apakah kau membenci iblis? " Tanya Rei dengan sedikit ekspresi murung.


"Tidak, karena kata ayah ku desa yang aku tempati dulu adalah desa yang berada di pinggiran wilayah Raja iblis"


"Benarkah, berarti Lili tidak membenci iblis? "


"Iya, soal nya aku belom pernah bertemu dengan iblis dan kakak yang pertama" Didalam hati Rei merasa sedikit lega.


"Tapi, apakah Lili tidak takut mempunyai kakak


Yang memiliki kekuatan yang seperti monster? " Lili menggelengkan kepalanya secara perlahan dan tersenyum lembut.


"Tidak, justru aku senang karna kak Rei bisa ada terus di samping Lili dan juga kakak lah yang memberikan makanan enak kepada lili dan pakaian hangat " Lanjut Lili


"Lili tidak menganggap kakak sebagai monster, sebaliknya Lili menganggap kakak sebagai penyelamat Lili"


"Jadi kakak tidak perlu khawatir "


"Lili....baiklah kalau begitu" Ujar Rei dengan ekspresi terharu.


"Tapi kakak, bisa kah kakak mematikan api yang ada di sekitar? "


REI tersadar bahwa sihir yang REI lancarkan, menyebabkan kebakaran hutan. Dan merambat ke pohon lainnya.


"Oh iya, aku lupa mematikan api nya"


(control weather:Rain fall) langit-langit mulai mendung dan turun lah hujan yang lebat. Membasahi area hutan, api yang membakar pohon sekitar mulai padam. REI sekalian membersihkan tubuh nya dari darah para goblin.


Serasa api sudah mulai padam, Rei membatalkan kan Sihir nya. Baju Rei dan Lili basah kuyup karena terkena hujan, Rei ngingat sihir yang dibuat untuk kebutuhan sehari-hari. Yang berguna untuk menegringkan baju,berasal dari sihir angin.


"Lili bisakah kamu mendekat"


"Baiklah kak"


(Dry) hembusan angin mengenai Rej dan Lili.


seketika, baju kedua nya kering tampa ada air sedikit pun.


"Wuahh, bajuku kering"


"Kakak sangat hebat" Ujar Lili dengan kagum.


"Tentu saja, hahahaha"


[Syukur lah, Lili terbiasa dengan ku] gumam Rei di dalam hati.


"Sekarang kita sebaik nya masuk ke dalam gua tersebut"


"Tentu saja" Jawab Lili dengan semangat.


Melihat Lili yang lebih ceria dari sebelum nya membuat Rei sedikit aneh.


[Melihat sikap Lili yang sedikit berbeda dari sebelum Lili mengetahui aku bukan lah manusia. Menganggu pikiran ku]


[Apakah Lili mempunyai sedikit kebencian terhadap manusia? ]


[Tidak, aku tidak boleh begitu Rei ]


[Seharus nya kau sudah cukup senang Rei, bahwa Lili sudah menerima mu dengan baik ]


"Kak?, kita sudah sampai"


"Hm? " Rei tersadar dari jurang pikiran nya.


"Oh, iya ya kita sudah sampai hahaha " Jawab Rei dengan canggung.


"Apakah kakak sedang memikirkan sesuatu? "


"Tidak, baik-baik saja "


"Jadi ayo kita masuk kedalam"


"Iya"


Rei dan Lili berjalan ke dalam gua, gua itu seperti gua biasa. Tapi saat keduanya berjalan masuk lebih dalam, terdapat banyak rumah kecil yang terbuat dari kayu dan kain lusuh.


"Jadi ini ya tempat tinggal para goblin, aku tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan"


"Berarti memang, semua goblin yang ada di gua ini telah pergi keluar semua"


"Kakak, disini terdapat tumpukan mayat"


"Mayat?"


"Iya"


"Seperti nya ini tumpukan mayat manusia"


"Lili, apakah memang, monster memakan manusia "


"Iya, ada juga monster yang memakan manusia seperti goblin "


"Begitu ya"


[Tampak nya alasan goblin ini menyerang desa terdekat adalah untuk mendapat makanan]


Setelah Rei dan Lili berkeliling sebentar, Rei menemukan Rumah kayu yang agak besar di tengah-tengah desa goblin. Rumah itu dibuat dengan sedikit lebih bagus dari pada rumah di sekitar nya.


Kakak, apakah ini Rumah goblin yang paling besar itu? "


"Mungkin saja begitu"


"Ayo kita masuk"


"Ya"


Setelah masuk, terdapat rungan yang agak besar dan juga terdapat tangga yeng menuju suatu kursi kayu di atas nya.


"Seperti nya ini semacam Ruang tahta"


"Tahta? "


"Apakah Lili tau apa itu Tahta" Lili dengan bingung menggeleng kan kepalanya.


"Emm, singkatnya tempat yang digunakan oleh seorang penguasa atau raja"


"Berarti yang besar itu adalah raja goblin, kak?


"Betul sekali"


Kakak, di sini terdapat pintu"


"Ok, tunggu sebentar"


Itu adalah pintu yang besar nya dua kali nya manusia,Yang di kunci dengan beberapa lempengan besi berkarat.


"Apakah ini pintu rahasia? "


"Kakak, seperti nya ini di tutup dengan besi itu"


"Lili mundurlah sebentar, kakak ingin menghancurkannya. "


"Baik"


Rei maju beberapa langkah, dan memukul pintu itu. (Bam) pintu itu hancur berkeping-keping.


Apakah aku memukul nya terlalu keras" Ujar Rei dengan wajah heran.


"Mu-mungkin saja kak "


Debu yang ada di ruangan itu mulai menghilang. Di ruangan itu terdapat sebuah meja panjang dan diatas terdapat sebuah kantung yang terbuat dari kain.


"Hm?, apa ini? "


"Sepertinya ini logam? "


Setelah di buka, ternyata adalah koin emas. Koin yang sama dengan yang di dunia ini.


"Wuahhh, Lili liat ini koin emas"


"Benarkah? "


"Ya tentu saja"


"Coba kita hitung dlu, ada berapa kain emas ini"


Setelah menghitung, ada sekitar 100 koin emas.


"Dengan begini, sepertinya kita tidak perlu bekerja selama sebulan"


"Lili, maukah kamu habis darisini, kita pergi ke tempat makan paling mewah yang ada di kota ini"


"Terserah kakak saja, tapi kakak juga harus hemat"


[Ugghh, sejak kapan Lili ku yang lugu ini berpikiran seperti seorang dewasa]


[Padahal aku ingin memanjakannya dan membuat nya senang]


"Te-tentu saja hahaha" Setelah menghitung Rei memasukan kantung itu ke item box nya.


"Bagaimana jika kita kembali? "


"Baik kak"


Rei dan Lili berjalan keluar gua. Sesampai nya di luar Rei memikirkan sesuatu.


"Lili sepertinya kakak harus menghancurkan gua ini deh"


"Memangnya kenapa kak? "


"Takut monster bersarang lagi di dalam gua"


"Baik kak"


"Pertama-tama hancurkan dlu rumah para goblin. tapi, sihir apa yang harus ku gunakan?"


"Harus kah, aku bakar hingga habis? "


(Hell fire) api hitam muncul di tangan Rei, dan Rei segera melemparnya. Api hitam itu meluncur di dalam gua dengan kecepatan tinggi. (Blarr) api hitam itu meledak menabrak dinding gua, karna suhu api itu ribuan drajat celcius, membuat desa goblin tersebut hangus tampa sisa.


Setelah di rasa desa itu sudah habis dilahap api, Rei menutup gua tersebut dengan sihir tanah.


[Stone wall] gua tersebut tertutup tembok tebal. Lili yang melihat Rei dari belakang, mendekati Rei.


"Kak Rei, apakah kakak sudah selesai? "


"sudah selesai "


"Ayo kakak, kita berlari lagi"


"Tidak usah "


"Kenapa? " Lili dengan ekspresi bingung nya.


"Kakak ingin menunjukan sesuatu yang menarik hehe" ujar Rei dengan ekspresi bangga nya.


"Menarik? "


Rei menggunakan sihir nya.


(Gate) sebuah gerbang kecil muncul di depan Rei. Gerbang itu berwarna hitam, dengan pola emas rumit, yang terukir di sisi gerbang tersebut. Membuat gerbang itu kelihatan menyeramkan.


"Ini, apa kakak? "


"Lili liat saja nanti"


"Ayo kita masuk"


"Ba-baik" Lili sedikit enggan untuk memasuki gerbang tersebut. Setelah masuk. Rei dan Lili keluar di gerbang tersebut.


"Kakak bukan kah ini tempat awal kita memasuki hutan"


"Betul sekali, gerbang hitam ini membawa kita ketempat yang pernah kakak kunjungi"


"Seperti awal kita masuk hutan ini"


"Wah hebat, kak Rei beneran bisa melakukan apa saja"


"Hehe" Rei dengan wajah malu.


"Sudah, ayo kita ke kota"


"Baik"


Rei dan Lili mulai berjalan lagi menuju kota. Rei melihat gerbang kota yang ramai dengan orang yang sedang memakai senjata, dan ada juga beberapa prajurit kota.


Salah satu prajurit kota melihat kedatangan Rei dan Lili. Itu adalah Daniel prajurit kota pertama yang di temui Rei.


"Oh Rei, apa kamu baik-baik saja? "


"Baik, memangnya ada apa? "


"Ada bintang jatuh di sekitar hutan"


"Bintang jatuh? " Tanya Rei dengan ekspresi bingung.


"Ya, bintang jatuh adalah sebuah batu besar yang jatuh dari langit, biasanya sehabis bintang jatuh tersebut ada monster yang sangat kuat muncul "


"Apaaa" Teriak Rei dengan Terkejut.