![Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/isekai--my-game-character-s-body-brings-me-back-to-life-.webp)
Chapter 2
Rai mulai melangkah demi langkah, sudah 1 jam berlalu dia berjalan di hutan. Dan saat itu, dia merasakan kehadiran sekelompok monster, Rei menghentikan langkah nya sambil berfikir tentang apa yang harus dia lakukan.
[Hmm.... Sekitar 20 monster yang berjalan mengarah ku, kalau aku menghindarinya, aku gak tau tentang seberapa kuat monster yang ada di dunia ini. Mungkin di game aku berada di top tier, tapi seberapa kuat aku didunia ini. ]
Rei menghela nafas "Huh...gak ada pilihan lagi selain melawan nya, sekalian menguji apakah sihir ku di dunia ini berhasil" Dan sekelompok monster itu akhirnya sampai di tempat Rei berdiri.
Di depan Rei sekelompok goblin dan hobo goblin, dengan goblin berjumlah 18 dan hobo goblin berjumlah 2. Goblin memakai pentungan kayu lusuh, sedangkan Hobo goblin memakai pedang panjang berkarat yang patah saat berbenturan dengan benda keras. Mereka mengeluarkan teriakan yang tidak mengenakan. Rei merasakan aura permusuhan , dari sekelompok monster di depan nya.
"Yah, gak ada pilihan lain. Sekalian mencoba apa sihir di dunia ini sama dengan di game. Pertama coba dengan sihir terlemah" Dan sekelompok monster berlari ke arah Rei.
Rei mencoba membayangkan sihir nya dan melafalkan sihir nya "Fire Ball" Dalam sekejab api kemerahan seukuran kepalan tangan terbentuk di tangan kanan Rei. Rei langsung langsung melemparkan kan bola api itu, dengan kecepatan luar biasa bola api menuju goblin yang ada di depan nya.
Saat mengenai salah satu goblin, bola api merah itu meledak dengan besar. Menyebabkan setengah dari goblin musnah dalam sekejab, dan membuat tanah yang di sekitar nya hancur. Goblin dan Rei terkejut dengan sihir yang di keluarkan Rei.
[Seperti nya kekuatan sihir ku meningkat, sekalian coba apakah memakai sihir harus memakai rapalan] saat itu Rei teringat sihir tekanan yang memperlambat musuh, dan mencoba membayangkan nya.menyebutkan nama sihir di dalam pikiran nya [pressure].dan saat itu tekanan luar biasa menyerang goblin yang masih di ambang kebingungan di depan nya.
Membuat setengah goblin yang tersisa terjatuh, tidak kuat dengan tekanan yang di timbul kan membuat goblin mati dengan sekejab. Tersisa 2 hobo goblin yang tidak bisa
Menggerakkan tubuh nya, Rei mendekati hobo goblin yang dalam posisi tiduran. Dan langsung menendang kedua nya hingga terbang beberapa puluh meter menyebabkan kan pohon yang terkena tubuh hobo goblin roboh. Dan menyebabkan kan tubuh hobo goblin hancur berkeping-keping. Dan saat itu suara yang di kenalnnya berbunyi (Tring..) segera memeriksa status nya, Rei naik level menjadi level 252 yang sebelumnya level 250.
"Cepat juga ya naik level nya, padahal cuman lawan sekelompok goblin. Apa jangan-jangan gara-gara skil ku yang melipat ganda kan EXP, bagus lah kalau gitu mending kita lanjutkan perjalan pajang ku" Rei segera berbalik dan melanjutkan perjalanan nya.
Sekitar 30 menit berlalu, Rei merasakan lagi kehadiran seseorang dan kali bukan monster, melainkan manusia. muncul sebuah jalan, Yang terdapat dua kereta kuda, kereta yang pertama seperti ngengankut orang sedang kan kereta kedua, terdapat mirip seperti jeruji besi yang mengelilinya, terdapat gadis kecil bertelinga kucing. Yang sedang menatap kosong, layak nya mayat hidup.
Rei langsung bersembunyi di semak belukar yang terdapat di pinggiran jalanan. [Terdapat 20 orang yang keliatan nya mencegat kereta, dan yang terbunuh sekitar 6 orang yang kelihatan berasal dari rombongan kereta kuda, tersisa 3 orang yang mencoba bertarung dan dua orang yang sedang mengendarai keretakuda.]
Seorang kelompok penyerang berteriak terhadap orang di depannya "apa yang kalian lakukan cepat bunuh dia, kita gak punya waktu lagi. Sebelum pedagang lain nya lewat" Dan penyerang yang ada didepan bersuara "baik bos" Pria yang berteriak itu, berpenampilan pertengahan 30 tahun. Dengan rambut berwarna coklat tua dan jengot pendek nya, memberikan kesan dia lah yang paling tua dari kelompok tersebut. Dengan perintah tersebut kelompok penyerang langsung menebas, seorang pria yang ada di depan nya, yang berakibat tewas nya 3 orang tersebut. tidak butuh lama, pengendara kereta terkena panah yang ditembakkan ke salah satu penyerang dan terjatuh ke tanah.
"Jadi gimana bos, mao kita habisi apa...biarkan dia lari"
"Tidak, habisi saja, aku gak mau mengambil resiko membiarkan saksi hidup. Apalagi bila dia sampai kota, akan sangat merepotkan jika wajah kita terpampang di papan pencarian"
"Mungkin kalau wajah kita ketahuan, pihak guild akan mengirim kan petualang pringkat atas dan itu sangat merepotkan"
Baik bos, kan ku laksanakan. Hei kalian cepat habisi dia"
"B,baik" Dengan perintah itu seorang lelaki mendekati si pria gemuk tersebut.
"Mo,mohon ampunilah aku.Biar kan aku hidup"
Sebuah pedang menebas leher si pria gemuk "arrrggghhh"
"Oke.sekarang kita ambil barang yang kemungkinan berharga dan singkirkan kereta kudanya jika sudah selesai, aku ada urusan sebentar dengan gadis budak yang di belakang" Dengan begitu, si bos penyerang mulai melangkah ke kereta kuda yang paling belakang.
Di sisi Rei "apa yang terjadi, apakah itu bandit?.jika iya apa yang harus kulakukan,ini bukan dunia game, ini dunia nyata. " Selama Rei memikirkan apa yang harus dia lakukan dia melihat..
Sang bos membuka jeruji besi dan menarik rambut nya dan menyeret nya
"Akhhgg"
"Cepat kemari" Sang bos berteriak, meskipun budak tersebut memberontak tetap dia tidak bisa mengimbangi nya.
***(jika kalian suka dengan cerita ini harap komen, biar saya akan bikin kelanjutan cerita secepatnya) ****
\[Terus dukung cerita ini agar aku semangat melanjutkan cerita ini\]