![Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/isekai--my-game-character-s-body-brings-me-back-to-life-.webp)
"Akan ku ulangi lagi perkataan ku "
"Apa yang ingin kau lakukan kepada adik ku"
"A-apa apaan kau ini, lepaskan aku"
REI semakin jengkel dengan pria di di depan nya. Kemudian REI mencengkram tangan nya dengan sedikit tenaga.
Sesaat kemudian terdengar suara retakan yang berasal dari tangan pria itu. (Crack)
"Akkhhh.... Le-lepaskan aku"
REI kemudian melepaskan tangan pria itu. Pria itu berguling-guling di tanah sambil merasa kesakitan.
Mendengar keributan yang terjadi, seorang pria tampan datang menanyakan kepada orang di sekitar nya.
"Apa yang terjadi disini? "
Dan seorang pelayan menjawab nya dengan gugup.
"Tu-tuan Victor"
"Pelayan apa yang terjadi disini? "
"I-itu tuan, tuan ini sudah memesan meja nya dan tibalah tuan pedagang ini yang menyuruh nya pergi dari meja ini. "
"Kemudian tuan pedagang ini, ingin memukul gadis kecil ini dan sisanya seperti yang dilihat tuan Victor"
"Untuk sekarang, panggilkan penyihir penyembuhan"
"Ba-baik tuan"
"Apa?, ingin kau sembuh kan" Kata Rei dengan nada sedikit kencang.
"Saya mohon, harap tenang tuan "
"Siapa kau?, apa kau ingin mencampuri urusan ku? " Tanya REI dengan nada mengancam.
Victor yang sedang berdiri di depan Rei, mulai mengeluarkan keringat dingin. Sambil bebicara di dalam hati.
[Apa-apaan orang ini, aku belum pernah merasakan tekanan yang kuat seperti ini. Gak salah lagi dia bukan lah orang biasa. ]
"Mohon maaf atas keterlambatan ku, dalam memperkenalkan diri"
"Aku Victor Demetrios, pemilik restoran ini"
"Atas kecerobohan pelayan kami, bisakah kita menyiapkan tempat VIP untuk tuan dan nona manis ini. Anggap saja ini penawaran permintaan maaf yang bisa kita berikan, tuan"
Rei mulai berfikir.
"Hmm, baiklah akan ku Terima"
"Terima kasih tuan"
"Silahkan, akan saya antar"
Rei dan Lili dibawa ke sebuah ruangan yang sangat mewah, berbeda sekali dengan tempat yang tadi.
"Silahkan kan duduk disini tuan"
"Baiklah" Setelah Rei dan lili duduk, pria tampan itu meminta izin kepada Rei dan Lili.
"Tuan, apakah saya boleh menemani anda di sini. "
"Aku tidak keberatan"
Pria tampan itu mulai berbicara.
"Bisakah saya tau nama tuan dan nona kecil ini"
"Aku Rei dan ini adik angkat ku Lili "
"Apakah tuan baru pertama kali ke kota ini? "
"Benar aku dan lili baru sampai ke kota beberapa hari yang lalu"
"Pekerjaan apa yang dimiliki tuan? "
"Tidak usah memanggil tuan, aku hanyalah seorang petualang biasa"
"Begitu ya.... Agak terlalu merendahkan, kalau anda menyebut diri anda hanya lah petualang biasa? "
"Kenapa kau bisa menyimpulkan kannya seperti itu"
"Aku juga gak tau, bisa dibilang ini adalah insting seorang mahluk hidup"
"Hoo.. Insting yang sangat bagus"
"Terima kasih... Silahkan nikmati hidangan yang ada sepuasnya. "
"Kalau begitu saya ingin undur diri dulu"
Victor berjalan keluar ruangan. Dan mulai menuju kereta kuda, di samping kereta kuda terdapat pria tua dengan rambut dan jenggot berwarna putih dengan memakai baju seoarang Butler.
Butler tersebut membungkuk dan memberi salam kepada Victor .
"Selamat datang tuan Victor"
"Aku kembali "
"Lranc
"Jevos."
"Ya, tuan"
"Ikut aku ke guild petualang"
"Guild petualang? "
"Apakah ada sesuatu yang mendesak? "
"Ya ada. Akan ku ceritakan nanti"
"Baik, tuan"
Saat di perjalanan, Victor menceritakan kejadian di restoran ke jevos yang seorang pelayan kepercayaan Victor.
"Apa.. Ada seorang petualang yang sekuat itu? "
"Ya, aku juga baru menanyakan pekerjaan nya. "
"Tapi tuan, jika ada petualang sekuat itu di kota ini, aku pasti mengetahuinya. "
"Ya aku tau itu, jester juga tidak melaporkan apa-apa kepada ku. "
"Makanya aku ingin menanyakan nya kepada jester. "
"Entah dia memang tidak tau keberadaan petualang itu, atau memang sengaja menyembunyikannya dari ku"
"Karna dia sangat mencintai kota ini lebih dari siapapun"
"Ya aku juga tau itu. Hampir tidak mungkin jester tidak merasakan kekuatan segila itu di dekat nya. Pertama-tama aku harus menanyakan, apa niatnya menyembunyikan orang seperti itu di dekatnya"
Setelah beberapa menit, Victor sampai ke guild petualang. Dan memasuki guild. Karena ini malam hari, jadi guild tidak terlalu ramai.
Setelah mencapai salah satu resepsionis.
Victor bertanya ke wanita yang ada di depan nya.
"Permisi, aku sedang mencari guild master. Apakah dia sedang berada di sini"
"Selamat datang di guild petua..... Ehh? "
"Ma-marquis Victor? "
"Ma-maafkan atas ketidak sopanan saya"
"Tidak, tidak apa-apa. Aku juga datang secara tiba2."
"Apakah kau bisa antarkan aku ke ruangan guild master"
"Si-silah kan ikuti saya"
Akhirnya Victor dan oelayan nya mencapai depan pintu ruangan guild master.
(Tok, tok)
"Siapa? "
"Hina.guild master, ada tamu yang ingin bertemu anda"
"Tamu.. Suruh mereka masuk"
"Baik"
Setelah melihat tamu yang ingin bertemu dirinya di malam hari, jester segera menyambut tamu tersebut.
"Selamat datang, Marquis Victor" Sambut guild master, dengan sedikit membungkuk.
"Aku bersyukur kau terlihat sehat-sehat saja, jester"
"Terimakasih tuan Victor"
"Silahkan duduk , tuan Victor" Victor kemudian duduk dengan bermartabat, menunjukan posisinya sebagai bangsawan kelas atas.
"Jadi, apakah anda ada urusan dengan saya"
"Ya, aku ada urusan sedikit mendesak dengan mu"
"Dengan ku? "
"Ya, dengan mu. Ada yang ingin aku tanyakan kepada mu"
"Aku akan menjawab semampu ku"
"Tidak usah terlalu serius, ini hanya pertanyaan biasa" Jawab Victor dengan sedikit menyipitkan mata nya.
"Aku langsung ke intinya"
"Apa kau tau ada berapa orang yang mendaftar belakangan ini"
"Ya, sekitar 7 orang yang mendaftar minggu ini"
"Apa kau mengetahui siapa saja yang mendaftar minggu ini kan"
"Ya, aku sudah melihat laporan nya dari anak buah ku"
"Apa kau mengenal pria berambut hitam dan bermata merah dengan nama Rei"
Mendengar perkataan Victor, jester sedikit terkejut. Dan terdiam sejenak.
"Melihat terdiam nya dirimu, ku anggap kau mengetahui siapa pria itu"
"Hahh.ya aku mengenalnya, dia adalah petualang yang baru mendaftar baru baru ini"
"Apa kau tau seberapa kuat nya dia"
"Ya, aku sangat mengetahui nya"
"Hoo, jadi kenapa kau tidak melaporkan nya padaku? "
"Apa kau berniat, menyembunyikan nya dari ku!! " Dengan nada kencang.
"Tidak seperti itu, tuan"
"Terus kenapa? ... Jester jawablah pertanyaan ku"
"Hahh, baiklah akan ku beritahu alasan ku tidak memberitahu Anda"
"Adalah karena aku mempunyai janji kepadanya"
"Janji? "
"Ya aku di suruh untuk tidak memberitahu kan kepada siapa-siapa tentang kekuatan nya. "
"Itu terlalu ceroboh jester, membiarkan orang seperti nya tampa memberitahu kannya kepada ku, sangatlah berbahaya"
"Apalagi dari sedikit aura yang keluar darinya, aku sangat yakin dia bukan lah manusia"
"Apa kau mengetahui mahluk apa dia? "
"Ya, meskipun dia tidak memberitahu kan nya, tapi aku sangat yakin dia adalah iblis tingkat tinggi"
"Apaaa, iblis tingkat tinggi? "
"Apa kau pernah melihat kekuatan nya"
"Ya pernah. Aku pernah melihat nya "
"Kapan kau melihatnya? "
"Hari ini lebih tepat nya sore ini"
"Sore ini..? "
Victor mengingat kejadian yang terjadi hari ini.
Victor mulai berkeringat dingin.
"Jester, jawab aku sejujurnya "
"Apakah kejadian bintang jatuh sore ini karena dia? "
"Benar. Dia memberitahu ku, bahwa dialah yang memakai sihir penghancur itu"
Seketika ekspresi yang sangat terkejut dan sedikit ketakutan terpampang di wajah Victor dan jevos.