Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]

Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]
di mulai nya pertarungan dan sekarat nya Rug



Sesosok pria berjubah hitam terlihat di udara, sedang memperhatikan daerah di bawah nya.


Itu adalah Rei yang sedang mengawasi dari atas kota.


Rei bergumam ke diri nya sendiri.


"Sudah dimulai ya"


"Sekarang, lawan ku adalah monster yang tidak memiliki akal "


"Melihat banyak nya lawan yang harus ku musnakan membuat.. "


"Jantung ku berdetak sangat cepat, sama hal nya dengan darah ku yang mengalir sangat deras. Nafsu membunuh ku juga meningkat "


"Apa ini normal bagi ras demon di dunia ini"


"Ini bukan lah game, ini dunia nyata. Yang hidup akan tetap hidup, yang mati akan tetap mati. "


"Membunuh atau di bunuh ya" Rei tersenyum mengejek.


"Sudah waktunya, aku harus bersiap siap"


Di sisi lain.


Jester sedang berada di atas tembok gerbang dan memberikan komando kepada para petualang.


"Baiklah,komando sepenuhnya akan di pegang oleh ku"


"Bagi kalian yang seorang penyihir, harap naik keatas tembok untuk menyerang dengan sihir jarak jauh"


"Kalian yang bertarung nya jarak dekat, harap berada di sekitar luar gerbang untuk melawan monster yang selamat dari serangan para penyihir"


"Untuk para support, kalian berada di atas tembok untuk meramalkan mantra pemulih mana"


"Baiklah keposisi masing-masing!! "


"Baik" Petualang, prajurit dan yang lain nya menjawab serentak.


Masing-masing memiliki peran nya sendiri.


Setelah semua nya berada di posisi nya masing-masing. Pasukan monster mulai mendekat ke kota.


Dan kemudian jester memberikan printah lanjutan.


"Para penyihir kalian tunggu aja aba dari ku"


"Siap.... Tembak" Mendengar intruksi jester para penyihir mulai melemparkan serangan nya masing-masing.


(Fire ball)


(Fire Arrow)


(lightning)


Berbagai sihir telah dilepaskan. Membuat puluhan monster mati seketika. Tapi tidak memperlambat pergerakan dari monster tersebut.


Salah satu penyihir bersuara.


"Guild master, pergerakan monster tidak melambat sama sekali. Para monster mulai mendekati gerbang. "


"Cih, pertahankan"


"Prajurit yang berada di bawah tembok, mulai bersiaplah " Perintah guild master.


"Baik"


"Usahakan satu monster ditangani dua orang"


"Untuk regu suport, mulai memberikan sihir pemulihan mana"


Para petualang dan prajurit mulai bertarung dengan para monster. Dengan taktik 2 lawan 1 keadaan masih terkendali.


"Selama monster nya masih berada di tingkat bawah, kita masih bisa melawan nya. "


Dan tiba-tiba salah satu petualang berteriak memberi tahu guild master.


"Guild master lihat itu" Guild master dengan cepat melihat kearah yang di tunjuk salah satu petualang.


"Ada apa? "


"I-itu ada iron lizard"


"Apa!! Iron lizard adah monster yang lumayan kuat dan monster itu berada di kelas A"


"Penyihir, sekarang fokus lah ke iron lizard"


"Baik"


"Hins dan partai nya cobalah untuk menahan iron lizard"


"Ya ampun, kita di berikan tugas yang melelahkan....baik guild master" Gumam Hins dengan lelah.


"Para penyihir sekarang kalian berikan sihir untuk menghentikan pergerakan iron lizard"


(Ice shots) iron lizard terkena sihir es yang membuat kakinya membeku.


Tidak membuang kesempatan, salah satu partai Hins yaitu Rug mulai berlari kearah lizard itu. Mengetahui salah satu musuh nya mendekat, lizard itu memukul Rug dengan cakar besarnya.


Kemudian Rug terdorong beberapa meter ke belakang. Mengetahui kesempatan itu, Hins yang sedang menunggu kesempatan, mulai melompat tinggi dan menusuk nya di punggung. Tusukan yang diberikan Hins tidak lah dalam. Mengetahui itu Hins segera menjauh dari iron lizard tersebut. tapi sudah terlambat , pukulan yang di lancarkan lizard itu segera menuju Hins yang sedang melompat ke bawah.


Mengetahui serangan tersebut, Hins hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dia alami nanti,sambil menutup mata.


[Tamatlah riwayat ku] Hins dengan pasrah bergumam di dalam hatinya.


(Duakk...ukhh!!)


Mendengar suara itu Hins membuka matanya.


"Eh!!" Setelah membuka Hins melihat temannya Rug sudah terpental jauh ke belakang.


Setelah sampai di tempatnya.Rug sudah terbaring di tanah dengan bersimbah darah dan pedang besar nya hancur akibat menahan serangan iron lizard tersebut.


"Dasar bodoh!!, apa yang kamu lakukan" Hins berteriak memarahi teman nya yang sedang terbaring lemah di depan nya.


"Haha, aku tidak.. Uhuk, uhuk punya pilihan lain"


"Jika kau yang terkena serangan langsung seperti itu, kau pasti akan langsung mati"


"Makanya aku menahan nya, berharap hanya mendapatkan luka kecil.. Uhuk, uhuk" Rug berbicara dengan nada lemah dan batuk darah.


"Kau terlalu sembrono bodoh! "


"Apa kau kira aku akan senang jika kau melakukan ini demi aku, hah? "


"Aku hanya tidak ingin kau berada dalam bahaya, Hins. Kau adalah teman yang sangat berharga bagi ku, aku tidak ingin kita berpisah dengan cara itu. "


"Tetap saja.. Hiks-hiks " Hins tidak kuasa menahan air mata nya.


"Seperti nya aku mulai ngantuk Hins"


(Gruoahhh) tiba-tiba terdengar raungan yang sangat kencang dari arah iron lizard. Dan benar saja, iron lizard sedang berusaha melepaskan diri, dari sihir es yang di lempar kan para penyihir.


( Crack! ... Crashh)


(Gruoahhh) raungan tersebut menandakan bahwa monster tersebut sedang marah. Dan sedang menuju kearah Hins dan Rug. Suara keras di timbul kan saat iron lizard berlari kencang.


Hins sedang berusaha membawa Rug, sementara iron lizard semakin dekat dengan Hins. Karna perbedaan ukuran badan, antara Rug dan Hins. Tapi, Hins tetap berusaha membawa Rug menjauh.


Akhirnya iron lizard sampai ke tempat Hins dan Rug berada. Dengan tinggi sekitar 10 meter dan badan yang besar, membuat Hins semakin putus asa. Iron lizard menyiapkan cakar nya. Bersiap menebas musuh di depan nya.


(Swoosh)


Saat cakar iron lizard hampir mengenai kedua nya. Sosok hitam tiba-tiba muncul dari atas dengan sangat cepat. Dan menahan tebasan dari cakar iron lizard dengan hanya satu tangan dan mendorong nya kembali menjauh dari Hins dan Rug.


Hins yang mengetahui diri nya akan mati tidak kuasa menahan ekpresi keterkejutan nya. Hingga jatuh ke tanah.


"Haaaaaaaa"


Tidak lama kemudian sosok itu berbicara kepada Hins yang sedang merapat teman nya.


"Tampak nya teman mu terluka ya? " Dengan suara yang hampir samar.


"Be-benar"


Sosok itu mengulurkan tangan nya dan merapalkan mantra.


(Cure) sebuah lingkaran sihir terbentuk di sekitar tangan sosok hitam tersebut. Seketika luka yang diterima oleh Rug seakan mimpi buruk.


"Aku sudah menyembuhkan luka luar nya saja, sehabis ini kau harus membawanya ke gerbang kota, agar dia bisa di periksa"


"Ba-baik, terimakasih banyak telah menyelamatkan kami" Jawab Hins dengan tulus berterima kasih. Sambil membungkuk.


"Tidak apa-apa... Sekarang aku harus mengurus ini dulu" Ujar sosok itu, sambil menunjuk iron lizard yang sedang berusaha bangun dari jatuh nya.


"Menjauh lah dari sini"


"Ba-baik" Setelah menjawab, Hins memapah Rug kembali menuju gerbang kota.


Setelah Hins dan Rug sedikit jauh.


Iron lizard sudah berdiri kembali. Rei segera mengeluarkan pedang hitam legam nya dan melapisi nya dengan mana nya. Pedang hitam itu seketika mengeluarkan aura hitam kemerahan yang sangat mengerikan.


(Gruoahhh) iron lizard itu meraung dan berlari sangat cepat ke arah Rei. Sedang kan Rei hanya berdiam santai di tempat, sambil mengangkat pedang nya keatas. Dirasa serangan nya mengenai iron lizard. Rei segera menebas dengan pedangnya secara vertikal.


(Slashh) benar saja. sebelum iron lizard itu sampai ke tempat Rei, iron lizard itu sudah terbelah menjadi dua. Iron lizard yang mempunyai sisik keras layaknya besi, di potong dengan mudah layak nya memotong mentega.


Hins yang menonton pertarungan itu hanya bisa melongo diam di tempat.


Setelah mengalahkan iron lizard. Rei menghampiri Hins dan Rug, Dan membawa kedua nya ke gerbang kota. Menggunakan sihir teleportasi.


Dan muncul kembali di dekat jester.


"Jester, rawat lah orang ini"


Mendengar suara di belakang mereka, orang yang berada dei sekitar dengan Reflek menggangkat senjata mereka.


Salah satu penyihir berteriak kepada Rei.


"Siapa kau? Tiba-tiba muncul di depan kami"


"Turunkan senjata kalian"


"Tapi guild master.. "


"Sudah, dia adalah kenalan ku yang akan menyelamatkan kota ini dari monster itu"


Orang yang di sekitar mulai menjadi heboh.


"Apa!! Menyelamatkan kota ini? "


"Tidak mungkin"


Jester mulai berteriak agar suara nya mencapai ke semuanya.


"Dengar kan aku, aku perintah kan kalian untuk mundur"


"Kembali ke gerbang sekarang"


Meskipun yang lain enggan dan kebingungan dengan apa yang di katakan guild master mereka. Tapi mereka tetap mematuhinya.


Setelah menarik mundur dan tidak ada lagi yang berada di luar kota. Rei kembali terbang dan berada tepat di atas kota.


Dirasa posisi nya dirasa sempurna. Rei segera merapal kan mantra.


(Seven gates of the world)


Kemudian. muncul lah lingkaran sihir yang sangat besar di bawah Rei.