![Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/isekai--my-game-character-s-body-brings-me-back-to-life-.webp)
Seketika Victor terduduk lemas di kursi.
"Hahahaha.... Hahhh"Victor hanya bisa tertawa lemah.
" Jadi perjanjian apa saja yang kalian buat"
"aku memintanya jika terjadi sesuatu dengan kota ini, maka Rei lah yang turun tangan"
"Bayaran apa yang dia pinta dari kau? "
"Tidak mungkin makhluk seperti iblis tingkat tinggi meminta bayaran murah"
"Itu dia yang membuat ku sedikit bingung, dia tidak minta sesuatu yang mustahil"
"Seperti? "
"Seperti bayaran dalam bentuk uang"
"Apakah iblis memerlukan uang?.bukan kekuasaan atau tumbal"
"Tidak, hanya uang... Dan satu lagi dia tidak ingin, ada orang yang ikut campur dengan urusan nya"
"Jika ada yang berani menghalangi nya, dia tidak segan segan akan menjadikan nya musuh. Siapa pun itu dan apa orang itu"
"Jujur saja ketika dia menegaskan kalimat itu, seluruh tubukuh ingin berteriak dan berlari menjauh"
"Be-begitu ya... Apakah dia membenci manusia? "
"Tidak, dari sikapnya. dia tau bahwa manusia di dunia ini itu ada dua. Yang baik dan yang sampah . Dia juga cukup rasional. "
"Jester "
"Ya"
"Bilang kepadanya, aku ingin bertemu dengan nya dalam waktu dekat"
"Ta-tapi tuan Victor.. " Sebelum jester menyelesaikan kalimat nya Victor memotong nya.
"Akan sangat tidak sopan, bahwa pemilik kota ini tidak menemuinya secara langsung"
"Aku ingin mengadakan makan malam yang nyaman dengan nya. "
"Jika anda berkata seperti itu.. Apa boleh buat"
"Baik.akan saya sampai kan secepat nya "
"Ya, aku mengandalkan kan mu"
5 hari kemudian.
Ada sekelompok petualang yang sedang beristirahat di hutan, Mereka berjumlah 5 orang. Dengan santai mereka berbincang.
"Hei Hins masak daging nya dengan benar"
Yang berbicara ialah pria berbadan besar dengan pedang dan perisai besar, layak nya seorang tank.
"Tidak usah kau beritau aku juga tau Rug" yang menjawab ialah seorang pria kurus dengan armor kulit nya dan pedang panjang di samping nya.
"Benar perkataan Rug, jangan sampai makanan siang kita berwarna hitam" Dia adalah seorang perempuan muda dan cantik dengan rambut biru panjang nya. Dan senjata yang dia bawa berupa staff yang terbuat dari kayu dengan pakaian penyihir nya.
"Berisik, jika kau ingin makanan enak. bantulah aku memasak ini Lina"
"Tidak, ini adalah jatah mu membuat makanan untuk kita, jadi kau harus lah berusaha. "
"Ugghh... Jahat sekali" Lima dan Rug tertawa setelah melihat sikap Hins. membuat suasana di sekitar mereka menjadi ceria.
"Kalian ini, bukan nya ngebantuin Hins yang sedang kesusahan malah menertawakan nya. "
"Bagaimana jika dewi melihat kelakuan kalian, seperti nya habis ini kalian harus tobat"
"Oh Laura, apa kau sudah mandi? "Tanya Lina dengan nada ceria.
"Biar ku bantu Hins" Tanya seorang gadis berambut merah muda, dengan pakaian yang hampir mirip seperti pendeta.
"Laura, kau adalah penyelamat ku" Jawab Hins dengan terharu.
"Kau juga Hins, ketidak mampuan adalah sebuah dosa juga"
"Sampai kau juga Laura..Hiks hiks"
"Apa itu? " Terdengar suara kebingungan dari atas pohon. Yang adalah seorang gadis berambut pirang pendek dengan pakaian serba hitam layak nya seorang ninja.
"Ada apa Daisy? "
"Apa!!... Keadaan darurat kita harus pergi dari tempat ini secepat mungkin"
"Apa yang kau lihat? "
"Kelompok besar monster sedang menuju kesini"
"Apa!! "
"Berapa jumlah mereka? "
"Sekitar ribuan monster bergerak dengan lambat"
"Kita harus cepat pergi dari sini"
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan hutan ini"
Keesokan harinya di gerbang timur kota renburg.
Disana terdapat beberapa penjaga yang sedang berjaga di gerbang. Salah satu penjaga melihat kelompok petualang Hins. Yang sedang berlari dengan napas terengah engah.
"Oi bukan nya itu kelompok Hins, kenapa mereka berlari kencang seperti itu? "
"Hei kau yang di bawah"
"Tanya kan kepada nya apa yang terjadi jadi padanya. "
"Baik"
Hins dan teman teman nya berlari dengan sekuat tenaga, untuk sampai ke kota.
(Host, host)
"Hei Hins apa yang terjadi dengan mu sampai berlari seperti itu"
"I-itu ada mo-monster hosh, hosh"
"Tenang kan diri mu dan perlahan lahan berbicara" Setelah Hins dan teman-teman nya tenang, hins mulai berbicara.
"Hahhh, ada kelompok besar monster yang sedang menuju kota"
"Apa kau mengatakan nya dengan serius"
"Aku bersumpah bahwa aku telah melihat nya"
"Apa kau tau berapa jumlah monster itu"
"Sekitar ribuan monster, paling lama sampai ke kota sekitar dua hari"
"Apa kau bilang? "
"Baiklah kalau begitu, kau masuk ke kota dan beristirahat lah dlu "
"Baiklah" Kemudian party Hins memasuki kota.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan "
"Untuk pertama-tama aku akan melaporkan nya kepada guild master "
"Baik"
Setelah jester mendapatkan laporan tersebut, segera jester pergi ke kediaman Victor.
Itu adalah mansions mewah dengan 5 lantai, terdapat taman bunga wamar di depan rumah tersebut.
Setelah memasuki mansion tersebut, jester menunggu kedatangan nya Marquis Victor.
Setelah beberapa menit menunggu, pintu ruangan itu terbuka. dan terlihat Victor dengan pakaian formal nya dan menyapa jester.
"Halo jester, tumben sekali kau langsung pergi menemuiku biasa nya kau hanya mengirim surat.. Silahkan duduk. "
"Terimakasih tuan"
"Jadi ada urusan mendadak apa jester"
"Begini tuan, saya mendapat laporan dari sekelompok petualang yang sedang berburu di hutan. Bahwa mereka melihat rubuan monster sedang menuju ke kota"
"Apa?... Apa kau tau berasal dari mana monster tersebut muncul? "
"Saya tidak tau tuan"
"Baiklah kalau begitu "
"Jevos"
"Ya, tuan "
"Perintahkan agar menutup aktifitas di seluruh gerbang dan perketat penjagaan di kota "
"Sesuai keinginan anda tuan" Segera jevos berlari keluar ruangan.
"Dan kau jester, kumpulkan petualang yang bisa membantu membasmi monster tersebut "
"Dan... Pintalah dia untuk menangani monster tersebut"
"Untuk pembayaran nya.. Aku yang akan membayarnya. "
"Siap laksanakan"
"Hahhh.. Kita tidak punya pilihan lagi"
"Apa dewi sejahat itu kepada kerajaan ini. sampai mendatangkan bencana ini"
"Kenapa dia membiarkan kehancuran ini terjadi di dunia nya"
"Apa semua ini hanya karna kita menjalin hubungan dengan iblis"
"Tuan" Jester dengan nada lemah nya berbicara.
"Tidak, aku hanya berbicara sendiri. Tidak usah di dengarkan. "
"Yang lebih penting dari itu, ada di depan kita. "
di ruangan gelap, terlihat seorang pria tua yang sedang duduk di kursi tertinggi yang ada di ruangan itu. yang ternyata ialah uskup agung.
diruangan itu depenuhi oleh beberapa orang yang mengenakan jubah putih layak nya seorang umat suci.
"sudah waktunya ya? "
"benar sekali uskup yang Agung"
"di jadwal kan bahwa para monster tersebut akan menyerang bila menjelang siang."
"bagus.hahahahahaha bagus sekali" sang uskup tertawa dengan mengerikan.
"pensucian segera dimulai. wahai para mahluk penuh noda. "
"suci kan lah dirimu dengan memberikan nyawamu kepada dewi yang suci"
"hahahahahahaha.. hahahaha"