![Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/isekai--my-game-character-s-body-brings-me-back-to-life-.webp)
"Kenapa kau begitu yakin bahwa aku bukanlah mahluk biasa?"
"Tepat nya kejadian beberapa hari yang lalu"
"Kejadian beberapa hari yang lalu? "
"Tepat, waktu siang hari, aku sedang menulis dokumen, tiba tiba aku merasakan sebuah energi yang sangat besar"
"Lalu selang beberapa menit, aku menerima laporan bahwa hutan grand top mengalami kejadian yang tidak dapat di jelas kan "
"Kau tau apa? Langit tiba tiba menghitam dan muncul hawa dingin di sekitar hutan." Lanjut guild master.
"Banyak monster dan binatang buas yang berusaha melarikan diri menuju kota "
"Meskipun aku memberitahukan kepada para petualang bahwa itu hanya bencana alam biasa, dan terus bersiaga jika awan hitam itu mendekati kota"
"Aku merasakan sedikit energi yang ada di hutan"
"Selang beberapa hari berlalu. saat ini aku diberitahu bahwa ada seseorang yang tidak memunculkan kan level penggunanya"
"Pas kau membuka pintu, aku langsung merasakan hawa dingin di pundak ku dan tubuh ku sedikit gemetar "
"Itu lah kenapa pas aku menyambut mu, aku tidak berdiri. Agar gemetar ku tidak di lihat oleh bawahan ku..... Saat itu aku semakin yakin, bahwa yang mengeluarkan energi sebesar itu adalah kau Rei"
"Begitu ya... Aku sudah ceroboh"
"Lili maukah kau menutup mata dan telinga mu sebentar"
"Aku ingin berbicara dengan guild master"
"Ba,baiklah kakak"
Setelah Lili menutup mata dan tenlinganya, Rei melemparkan kan sihir ke Lili.
"Proteksi energi negatif" Dan juga ke dinding sekitar.
"Shield wall" Dan meng aktifkan Aura domination ke level terendah.
"Jadi tujuan aku diminta melindungi kota ini apa, jester? " Dengan aktif nya aura domination milik Rei, membuat guild master pucat, keringat mulai membasahi tubuh nya.
[Tujuan aku menanyakan ini adalah, untuk mengetahui, apa aku hanya akan di jadi kan alat perang]
"Satu, karna kita sangat membutuhkan bantuan dari seseorang yang lumayan kuat, di kota ini tidak terdapat petualang peringkat atas seperti yang ada di ibukota. jika ada serangan berskala besar, kota ini tidak dapat berbuat banyak. Dan juga, aku tidak ingin kedamaian kota ini hilang"
"Dua, Ka,karna ini adalah satu-satunya kerajaan yang memperlakukan ras diluar manusia dengan baik"
"Kenapa kau sangat yakin sekali bahwa aku tidak akan pernah memusuhi demi human?"
"Karna adik mu"
"Adik ku? "
"Y,ya.aku tau bahwa kau menyelamatkan gadis kecil itu dari para bandit kan?" Rei sedikit terkejut dengan pernyataan guild master
"Bagaimana kau tau? "
"Tentu saja karna sebelum pedagang itu memasuki kota, aku sempat melihat budak yang berada di kereta kuda, dan juga bahwa kota ini tidak memperbolehkan
Perdagangan manusia dan demi human, jadi kita mengusir nya. setelah kereta kuda itu pergi, kita mendapatkan laporan bahwa bandit sedang beraksi di hutan. "
"Jadi kau sudah tau bahwa Lili adalah budak? "
"Betul sekali"
"Kerajaan lain yang memusuhi demi human mulai memusuhi kita "
"Alasan kerajaan ini tidak diserang oleh Kerajaan lain juga, karna kita menjalin hubungan saling membantu dengan raja iblis"
"Jika ada kerajaan lain yang menyerang kerajaan ini, dia harus juga siap untuk melawan salah satu raja iblis terkuat juga"
"Begitu ya" Rei membatalkan semua sihir nya.
(Host, host) tubuh guild master berkeringat dingin.
"Kau sudah boleh membuka mata Lili" Lili dengan bingung lucu mengangguuk
"Keuntungan apa yang bisa ku dapat Jester? "
"Kalau keuntungan kau tidak perlu khawatir, jika terjadi sesuatu, aku akan menyiapkan imbalan yang Setimpal"
"Hm.... Baiklah aku Terima, tapi untuk sekarang aku ingin kau tidak memberitahu siapapun "
"Jika itu yang kau inginkan, baiklah"
"Jujur saja, aku tidak ingin sekali bermusuhan dengan mu" Ujar guild master.
"Sebagai tanda kita telah membuat perjanjian, berikan pedang mu sebentar" Minta Rei
"Hm Pedang? Tunggu sebentar "
"Ini dia, mau kau apakan dengan pedang ku"
"Tunggu dan lihat saja"
Rej mengambil pedang panjang yang diberikan guild master, terang itu pedang yang lumayan bagus. Rei segera menyuntikkan energi nya ke pedang yang dia pegang.
Pedang itu berubah menjadi hitam legam dengan pola kemerahan yang mengelilingi bilah nya.
"A,a,apa itu?"
"Ini adalah pedang yang sudah ku berikan energi ku sedikit"
"Apakah ada yang seperti ini di sini? " Tanya Rei dengan bercanda
"Mana mungkin ada "
"Ada pedang yang di perkuat dengan sihir tapi itu membutuh kan baru sihir"
"Sedangkan satu baru sihir harganya sangat mahal, makanya sangat jarang yang memiliki nya"
"Apa efek nya? "
"Itu meningkatkan kan ketajaman, ketahanan dan mampu menahan serangan sihir"
"Uwahhhhh"
"A,apakah ini baik baik saja? "
"Yah tidak masalah"
"Baiklah aku akan menjaga dengan baik"
"Ya, ya"
"Ngomong-ngomong apakah ada permintaan yang cocok untuk ku"
"Tunggu sebentar "
(Srak,srak)
"Nah....ini dia " Guild master memberikan selembar kertas.
"Penaklukan desa goblin? "
"Ya, desa ini berada di barat laut,tepat nya di bawah gunung zahera "
"Desanya itu di dalam gua, terdapat beberapa hobgoblin dan satu goblin king, yang menjadi sebagai penguasa desa tersebut."
"Apakah ada penyerangan, sampai harus membuat permintaan penaklukan? " Tanya Rei.
"Ada desa yang berada di dekat pegunungan zahera, yang diserang oleh sekelompok goblin. Setelah di selidiki ternyata sekelompok goblin tersebut berasal dari desa goblin tersebut. "
"Berapa kira-kira jumlah goblin tersebut? "
"Menurut informasi sekitar 300 goblin, dengan imbalan , 5 koin emas"
"Apakah kau mau menaklukkan nya"
"Hmm.. Jumlah yang lumayan.... Baiklah aku Terima"
"Batas waktu sampai 5 hari"
"Apakah aku harus membawa mayat goblin itu sebagai bukti"
"Tidak usah, kau cukup letak kan tangan mu di kertas permintaan, nanti kertas itu akan mendeteksi apakah kau sudah melakukan nya atau belum"
"Wah.. Sangat peraktis sekali"
"Haa, sebenarnya kau hidup di jaman apa si. Masa kertas ajaib aja kau tidak tau" Dengan ekspresi heran
"Hampir di seluruh guild menggunakan metode yang sama"
"Yah anggap saja bahwa aku datang dari negeri yang sangat jauh"
"Seterah lah"
"Setiap permintaan ada juga keterangan bagian mana yang bisa kau bawa untuk di jual "
"Misalnya monster rabbit horn, kau bisa membawa tanduk dan daging nya untuk di jual"
"Baiklah, kita pergi dulu "
"Ya, Hati-hati " Dengan nada bercanda.
"Kau kira aku siapa, hah" Dengan nada mengejek.
"Ya sudah, pergilah "
Rei berjalan keluar ruangan. Dan keluar dari guild petualang.
"Lili kamu serius mau ikut dengan kakak? "
"Iya, aku gak mau kakak pergi sendirian "
"Hah, baik lah kalau gitu"
Rei dan Lili berjalan menuju gerbang masuk, saat itu Rei memikirkan, sihir apa yang bisa membuat Lili bertarung.
"Lili apakah kau belajar cara nya bertarung? "
"Pernah, waktu itu aku pernah berlajar bertarung dengan ayah ku, walau pun tidak sehebat ayah ku"
"Apa ada senjata yang kau kuasai?"
"Ada, kata ayah ku karna aku mempunyai kelincahan yang cukup, aku di suruh belajar cara menggunakan belati atau pisau kecil"
"Begitu ya... Apakah Lili mau membeli belati kecil? "
"Boleh kah aku?, sebernarnya aku ingin sekali bertarung bersama kakak. "
"Aku gak ingin dilindungi, aku mau nya melindungi diri ku sendiri, atau melindungi kakak"
"Aku ingin bertarung, supaya tidak ada lagi yang mati karna melindungi ku"
"Sebernarnya kakak tidak ingin kamu bertarung di umur yang semuda itu, kakak ingin kamu bersenang senang dulu, layak nya seorang anak kecil. "
"Mungkin sekarang, kakak belum bisa membelikan semua yang kamu ingin kan, tapi suatu saat nanti, kakak pasti akan membuatmu bahagia"
"Tapi, jika itu yang kamu inginkan, nanti akan kakak ajar kan cara bertarung yang hebat ya? "
"Ya, aku akan belajar dengan sungguh sungguh" Sambil tersenyum bahagia
"Yaudah, pertama-tama ayo kita ke toko senjata "
"Baiklah"