![Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/isekai--my-game-character-s-body-brings-me-back-to-life-.webp)
"Pelindung ya"
"Aku penasaran, seberapa efektif nya pelindung tersebut" Rei bergumam kecil dengan tersenyum licik.
"Tadi kau bilang apa, aku tidak mendengarnya"
"Tidak, bukan apa-apa"
"Selain itu, aku sudah memusnakan nya. "
"Ya, ini bayaran yang ku janjikan 5 koin emas. "
"Kau benar-benar melakukan nya dalam sehari, padahal untuk sampai ke desa goblin itu membutuhkan waktu seharian"
"Ya aku mengunakan sihir, untuk meningkatkan kecepatan saat berlari "
"Memangnya ada sihir seperti itu di sini? "
"Memangnya tidak ada? "
"Tentu saja tidak ada"
"Begitu ya"
"Oh ya Rei, aku menaikkan peringkat mu ke C, karna kau sudah melakukan nya dengan baik"
"Yaudah kalau begitu, aku pergi dulu"
"Oh iya, apa kau tau tempat makan yang sangat mewah di kota ini"
"Kenapa kau ingin pergi ke tempat seperti itu? "
"Ya hanya ingin mencoba makanan mahal di kota ini"
"Makanan di tempat ku tinggal saja sudah enak, apa lagi ke tempat yang mahal, hah aku sangat tidak sabar"
"Ada di dekat balai kota, Restoran Victoria. Itu adalah tempat makan yang biasa nya di tempatkan pedagang kaya dan bangsawan. "
"Sebaik nya kau membelikan adik mu itu pakaian formal"
"Begitu ya, baiklah nanti aku akan membelikan nya. "
"Kalau gitu aku pergi dlu"
"Ya sampai nanti"
Rei berjalan ke Lili yang sedang membaca buku di, meja.
"Lili, ayo kita pulang"
"Kau sedang apa? "
"Membaca buku tentang pertarungan jarak dekat"
"Kau memang benar-benar ingin belajar cara bertarung ya"
"Iya, aku ingin sekali"
"Nanti kakak akan mengajarkan semua cara bertarung nanti, untuk sekarang kita beli baju dress untuk Lili"
"Dress? "
"Iya, soal nya kakak ingin ngajak Lili makan malam di Restoran terbaik di kota ini"
"Baiklah kak"
Lili menutup buku yang dia baca dan menaruh nya lagi di rak.
Rei dan Lili mulai mencari toko pakaian yang menjual dress untuk anak-anak. Setelah berkeliling sebentar, Rei menemukan pakaian formal.
Tempat itu lumayan mewah. Segera Rei dan Lili memasuki toko tersebut. Di depan ada pegawai toko yang meyambut Rei dan Lili.
"Selamat datang tuan, apa ada yang bisa saya bantu"
"Tolong pilih kan pakaian formal yang cocok untuk gadis ini"
"Akan saya siap kan, tuan " pegawai itu menepuk tangan nya, (prok, prok) Seketika pegawai lain nya datang menghampiri Rei dan Lili.
"Untuk nona kecil silahkan kesini"
"Ba-baik" Jawab Lili dengan tegang.
Lili segera dibawa ke ruang Rias. Sedangkan Rei dibawa ke Ruang tunggu, yang tidak jauh dari ruang rias.
"Silahkan duduk tuan"
"Ya, terimakasih " Rei bergumam dalam hati.
[Hahh, aku juga gak terbiasa di perlakukan seperti ini]
"Apakah tuan ingin meminum sesuatu? "
"Hmm, untuk sekarang teh saja"
"Baik, akan saya siapkan" Ujar pegawai itu dengan hormat.
Setelah beberapa menit, akhirnya Lili keluar dari ruang rias.
"Ka-kakak aku bagaimana?" Tanya Lili dengan malu-malu.
Dengan dress one piece berwarna pink dan aksesoris bintang kecil, Membuat kesan imut. Dan juga topi merah muda yang menutupi telinga Lili. juga rambut pendek nya membuat kesan manis. Hingga Rei tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari Lili.
"Sangat imut dan cantik Lili. "
"Be-benarkah"
"Benar Lili sangat cantik"
"Te-terima kasih kakak, hehe"
Pegawai yang menemui Rei dan Lili, bertanya kepada Rei.
"Jadi bagaimana Tuan, apakah anda sangat menyukai bajunya" Rei seketika sadar, dan mengalihkan pandangan nya dari Lili.
"Hem, hem... Aku sangat menyukai nya."
"Jadi totalnya berapa? "
"20 koin emas tuan"
"Begitu ya"
Rei merogoh kantung nya yang ada di belik jubah nya dan mengambil 21 koin emas.
"Ini dia 20 koin emas dan 1 koin ini adalah tip untuk kalian. " Seketika para pegawai sangat ceria.
"Ya, itu baik-baik saja, ini adalah bentuk kepuasan ku dalam pelayanan kalian. "
"Baik, terimakasih banyak tuan"
"Kalau begitu, bisakah kalian memesan kereta kuda untuk mengantarku ke restoran Victoria"
"Silahkan tunggu sebentar"
Setelah menunggu beberapa menit, seorang pegawai mendatangi Rei dan Lili.
"Tuan, kereta yang Anda pesan sudah datang "
"Baiklah, ayo LIli " Rei dan Lili segera menuju Kereta kuda. Kereta kuda itu terlihat lumayan mewah dengan di cat warna putih.
Setelah mencapai kereta kuda. Rei mengulurkan tangan nya ke Lili, untuk membantunya naik ke kereta kuda.
"Nah Lili" Sambil tersenyum lembut.
"Te-terima kasih kakak"
"Kalau begitu, kita pergi dlu"
"Baik, selamat jalan Tuan" Jawab para pegawai sambil menundukan kepala nya.
Saat itu, waktu menunjukan waktu sore hari, Rei dan Lili berbincang santai di dalam kereta kuda.
"Lili, apakau menantikan kita mencapai tempat makan? "
"Ya aku sangat menantikan nya. "
"Bagus lah"
"Kakak harap, tidak ada kehebohan di Tempat itu"
"Memang nya kenapa kak? "
"Mau bagaimana lagi kan, melihat Lili seimut ini, semua orang pasti akan terpana setelah melihat Lili" Wajah Lili mulai memerah, karena malu.
"Duh.. Kakakk"
"Hahahaha"
Hari mulai gelap, setelah beberapa menit. Akhirnya kedua nya sampai ke Restoran Victoria.
Itu adalah bangunan yang mirip seperti mansion berlantai dua yang sangat besar.
Rei turun duluan, dan mengulurkan tangan nya ke Lili. Dan mendampingi nya. setelah masuk Rei disambut oleh pelayan laki-laki dan perempuan. Sebagian dari pelayan adalah Demi human.
"Selamat datang tuan dan nona kecil"
"Tolong antarkan kita ke meja." Jawab Rei dengan sikap bermartabat.
"Silahkan ikuti saya tuan "
Selama berjalan menuju Meja yang di pilih oleh pelayan. Rei dan Lili mendapat perhatian dari para pelanggan di sekitar.
"Hei kau lihat pria muda itu, bukankah dia sangat tampan." Pelanggan 1
"Wahh.benar sekali, dengan rambut hitam pendek yang bagaikan langit malam dan mata berwarna merah darah. Memberikan kesan liar dan sangat keren dengan jubah mewah hitam nya." Pelanggan 2
"Apakah dia seorang raja suatu negara? "
"Entahlah , yang penting dia bukan lah orang biasa"
"Lihat-lihat ada gadis kecil di samping nya, imut nya. "
"Apakah itu anak nya? "
"Apa, tidak mungkin semuda itu sudah mempunyai anak yang seumuran anak ku"
"Berarti memang kau sudah tua"
"Apa kamu bilang? "
"Hahaha.. Sudah-sudah jangan ribut disini. Kalian hanya akan menggangu pelanggan lain"
"Huh" Sambil cemberut.
Di sisi Rei.
"Sebelah sini tuan" Para pelayan menarik kursi Rei dan Lili.
"Silahkan lihat menu ini tuan"
"Hmm.aku pesan Steak Tenderloin dua,foie gras dua, wine paling mahal satu dan jus satu"
"Baik, mohon tunggu sebentar. Akan kami siapkan"
Rei dan Lili duduk dengan santai sambil diiringi lagu orkestra yang santai. Setelah beberapa saat, tiba tiba ada seorang laki-laki tua berbadan gemuk dan bersama dua wanita cantik yang menghampiri Rei dan Lili.
"Hei kau, yang diasana"
"Siapa, aku? "
"Iya kau, bisakah kau pergi dari meja ini? "
"Kenapa? "
Laki-laki itu sontak emosi dan berteriak ke Rei.
"Tentu saja karna ini awal nya adalah meja ku"
"Hah, ini meja mu?, kami dari awal diantar ke meja ini oleh pelayan. Yang berarti tidak ada yang memesan meja ini"
"Apa, kau tidak tau siapa aku? " Dengan nada marah.
"Tidak tau dan tidak mau tau sama sekali" Nada Rei dengan santai.
"Apa? "
"Aku adalah pedagang yang paling terkenal di kota ini"
"Terus kenapa? "
"Apakah ada urusan nya dengan kau yang seorang pedagang yang menyebut diri nya sendiri paling terkenal"
"Kakak sudah-sudah lebih baik kita pindah tempat saja"
"Berisik kau gadis kecil" Pria gemuk itu ingin memukul gadis kecil yang ada di depan nya.
Melihat pukulan nya tidak sampai kepada gadis itu membuat nya sedikit terkejut. Ternyata tangan pria itu sudah di tangkap oleh Rei.
"Hei babi, apa yang ingin kau lakukan kepada adik ku" Jawab Rei dengan nada mengerikan.