![Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/isekai--my-game-character-s-body-brings-me-back-to-life-.webp)
Berdiri di hadapan Rei adalah sekelompok goblin dalam jumblah besar. Rei menghunus kan pedang hitam nya kearah kumpulan goblin.
"Lili bisakah kamu mundur sebentar? "
"Tapi kak? "
"Kakak melawan ratusan goblin" ujar Lili dengan khawatir.
"Tidak apa-apa, biar Lili juga tau seberapa kuat kakak ini "
"Baiklah kalau begitu"
Rei berjalan santai di depan ratusan goblin, Rei bergumam dalam pikiran nya.
[Jika aku sampai menggunakan sihir penghancur disini, dampaknya akan sangat bersar dan juga ada kemungkinan sihir penghancur ku akan menyebabkan tanah menjadi rusak ]
[Sebaik nya aku hanya menggunakan pedang dan kekuatan fisik ku saja ]
Dirasa Rei berdiri di posisi yang tepat, Rei mengeluarkan sihir tingkat rendah, agar para goblin menganggap Rei sebuah ancaman dan menyerang Rei secara bersamaan.
(Fire ball) sebuah bola api kemerahan muncul di tangan nya Rei dan melesat cepat ke segerombolan goblin. Bola api itu mengenai sekitar 5 goblin sekaligus.
segera Goblin yang berada di paling belakang berteriak kepada goblin yang ada di depan nya.
(Wuuu arrrggghhh) itu adalah goblin besar yang kemungkinan adalah goblin king, dengan tinggi 4meter dan membawa pedang besar di tangan nya. Setelah mendengar teriakan itu, para goblin di depan nya lansung berlari ke arah Rei secara bersamaan. Sedang kan Rei hanya berdiam diri di tempat, menunggu kedatangan ratusan goblin tersebut.
Setelah goblin cukup dekat dengan Rei, Rei segera menebas para goblin secara horizontal. (slash),(slash) Menyebabkan lusinan goblin terbelah menjadi dua. Dan terus mengulanginya sehingga dapat jarak antara Rei dan para goblin, Rei menangkap salah satu goblin dan melempanya ke depan, Membuat barisan goblin musnah seketika.
Rei menaiki mayat goblin yang ada di bawah nya, lama kelamaan mayat para goblin membentuk gundukan. Sehingga para goblin harus memanjat di gundukan mayat teman nya sendiri. Rei terus menebas goblin yang sedang berusaha naik.
Beberapa menit telah berlalu, Rei berdiri di gundukan mayat para goblin tersebut, tampa lelah sedikit pun. Dengan tubuh yang di penuhi warna merah darah dan bau amis yang sangat menyengat.
Rei dengan santai nya berbicara, sambil menuruni gundukan mayat goblin tersebut, layaknya sedang menuruni tangga.
"Waktu menggunakan pedang, Telah selesai"
"Waktunya aku harus menguji coba, kekuatan fisik ku" Kemudian Rei memasukkan pedang nya ke dalam item box nya.
Di depan Rei terdapat 20 hobgoblin, yang tingginya hampir 2 meter. dengan membawa gada besar yang terbuat dari batu dan kayu.
Rei hanya dengan santai berjalan ke arah hobgoblin berada. Kemudian salah satu hobgoblin berlari ke arah Rei, hobgoblin itu bersiap untuk memukul kepala Rei dengan sekuat tenaga. Serangan itu mengenai kepala Rei dan memberikan suara yang sangat keras.
(Bam)
Para hobgoblin sudah berteriak gembira saat Rei terkena serangan Telak. tapi, kegembiraan itu tidak bertahan lama. karna Rei tidak tergores sedikit pun, sebalik nya gada batu yang menyerang Kepala Rei hancur berkeping-keping.
Mengetahui bahwa serangan, yang di berikan rekan mereka tidak ber efek kepada Rei. Para hobgoblin yang di belakang hanya diam terkejut. Sedangkan Rei dengan Santai bergumam ke diri nya sendiri.
"Bahkan setelah serangan langsung seperti itu, aku masih tetap tidak tergores sedikit pun ya? "
Gumam Rei sambil tersenyum.
"Sungguh tubuh yang luar biasa" Rei segera melompat dan meninju Hobgoblin yang tadi menyerang nya. Seketika kepala hobgoblin itu hancur hanya dengan pukulan ringan Rei.
Rei berdiri dan menyuruh kepada para hobgoblin untuk maju. Para hobgoblin yang melihat ejekan Rei marah dan langsung menyerang Rei. Rei dengan cepat menahan serangan yang di lancarkan para hobgoblin dengan tangan kosong. Dan memukul tubuh hobgoblin sampai hancur. Setelah menghabisi hobgoblin, Rei mendapat serangan mendadak dari goblin king yang dari tadi hanya melihat anak buah nya dihabisi , goblin king itu melompat dan menggunakan berat badan nya untuk memperkuat tebasan yang dia lancarkan.
Goblin king tersenyum mengejek karna yakin serangan nya sudah mengenai Rei. sekumpulan debu tebal itu lama-lama memudar. Disitu terlihat Rei yang sedang memegang pedang sang goblin king, dengan wajah tampa ekspresi. Setelah sadar bahwa serangan nya di tahan, goblin king segera melompat menjauh dari Rei.
Senyuman yang terlihat di wajah goblin king menghilang sepenuh nya, Digantikan dengan wajah yang penuh ketakutan.
Rei berbicara dengan nada yang penuh keangkuhan.
"Beraninya kau menyerang ku dari belakang, sampah"
"Memang benar kau hanyalah mahluk yang tidak mempunyai akal"
"Jadi aku tidak perlu membiarkanmu hidup terlalu lama di dunia ini ya? "
Seketika hawa membunuh menyerang goblin king tersebut. Seluruh alarm berbunyi didalam tubuh nya, memperingatkan untuk berlari secepat mungkin dari mahluk yang ada di depan nya. Goblin king tersebut langsung berlari secepat mungkin, menjauh dari Rei.
"Mau kabur ya? "
"Apa kau berpikir aku akan membiarkan mu begitu saja" Semakin lama jarak antara Rei dan goblin king tersebut semakin jauh.
Rei segera mengangkat tangan nya, dan mengucapkan salah satu sihir penghancur nya.
(meteor strike) dengan menyebut nama sihir tersebut. Di langit terdapat sebuah cahaya, itu adalah sebuah batu bercahaya.batu itu jatuh dari langit dengan kecepan yang sangat mengerikan. semakin dekat batu itu dari tanah, semakin besar ukuran batu tersebut, hingga seukuran puluhan meter. Dengan nyala api yang mengelilingi batu tersebut.
Batu itu bertabrak kan dengan tanah, menyebabkan sebuah ledakan yang sangat mengerikan. (Boommm) dari ledakan tersebut menyebabkan gelombang kejut yang menyapu apa saja yang ada di hadapan nya hingga ratusan meter. Akibat dari ledakan tersebut membuat pohon dan tanah berubah menjadi abu hitam.
Di belakang Rei, terdapat seorang gadis kecil yang tersungkur dengan wajah yang terkejut.
[""__""]
Gadis itu , tidak menerima dampak sedikit pun karna sebelum meteor itu menyentuh tanah Rei segera membuat penghalang dari sihir wall barier nya. Sehingga Rei dan Lili tidak menerima luka sedikit pun.
Gadis itu berdiri terhuyung-huyung mendekati Rei, yang berdiam diri di hadapan sebuah gurun hitam dengan api sisa yang masih menyala. Lili mencoba sekuat tenaga untuk bertanya kepada seorang pria muda yang ada di depan nya. Dengan suara terbata-bata, akhir nya Lili berbicara.
"K,kakak? " Tanya Lili dengan wajah ketakutan.
"Lili... Tanyakan saja apa yang ingin lili tanyakan kepada kakak"
"Baiklah...... Kakak, sebenarnya kakak itu siapa? "
"Dan, kakak itu sebenarnya apa? "
Dengan bau hangus yang ada di sekeliling. Rei berdiam sebentar sebelum menjawab, untuk mantap kan tekad nya untuk memberitahukan semua tentang identitas asli Rei dan Rei itu sebenarnya dia apa.
"apakah kamu mau tau siapa sebenarnya kakak, Lili? "
"ya, aku ingin mengetahui nya " jawab Lili dengan tegas.
"baiklah....... sebenarnya aku adalah.............. "
(terimakasih yang telah mendukung cerita ini dan jangan lupa agar terus mendukung cerita ini agar dapat berkembang menjadi lebih menarik)
[itu saja dan thanks all]