Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]

Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]
situasi darurat kota dan keinginan warga melindungi kota nya



Setelah menjalani keseharian nya, yaitu menerima permintaan dan jalan-jalan di kota. malam itu Rei dan Lili menerima sebuah surat yang berasal dari guild petualang.


(TOK-TOK )


Rei menjawab ketukan itu.


"siapa? "


"ini aku Rei, Barsya"


"nyonya barsya? " Rei berjalan ke pintu dan membuka nya. disana terdapat istri pemilik penginapan yang sedang memakai celemek dan membawa sebuah surat.


"ada apa nyonya? "


"ini, kamu mendapat surat dari guild petualang"


"guild petualang mengirimi ku surat?....tuben sekali"


"kalau begitu, aku pergi dulu untuk memasak. kau istirahat lah lagi "


"terimakasih"


"sama-sama.. ya sudah aku pergi dulu"


"sampai jumpa nanti pagi"


"ya, sampai jumpa" Lili yang melihat Rei dari belakang mendatangi Rei dan bertanya.


"kakak, apa itu? "


"ah, ini surat dari guild master "


"aku ingin membaca surat ini dlu"


"Lili tidur lah duluan"


"yaudah kalau begitu, Lili tidur dlu ya kak" Jawab Lili dengan ceria.


"selamat tidur"


"ya, selamat tidur, mimpi indah lah"


"kakak juga " Lili berjalan kekamar nya.


"jadi kira-ira apa isi nya ya? " Rei bergumam sambil duduk di kursi terdekat.


Rei mulai membuka nya dan melihat isinya.


kemudian Rei sedikit terkejut setelah membaca surat tersebut.


"apa!!. ribuan monster sedang menuju kota"


keesokan harinya. situasi kota sedang tidak stabil. karna di pagi ini, di umumkan nya bahwa ada serangan monster dalam jumlah besar. seluruh warga harap tetap berada di rumah nya masing-masing dan seluruh aktivitas sehari-hari di tiadakan sementara. seluruh warga yang memiliki kemampuan bertarung akan membantu dalam berjaga di kota.


Petualang, kesatria, pasukan kota dan warga yang memiliki kemampuan. semua nya berkumpul di balai kota. termasuk Rei dan Lili.


terdapat panggung kecil yang di tempat kan di balaikota.


di atas nya terdapat para eksekutif kota termasuk Victor selaku penguasa kota dan guild master dari masing masing guild.


dengan bermartabat nya Victor berjalan ke tengah panggung dan berbicara dengan lantang.


"Halo semuanya, perkenalkan nama ku Victor Demetrios aku adalah penguasa kota ini"


setelah Victor berbicara. kerumunan mulai menjadi heboh.


"penguasa kota? aku baru pertama kali melihat nya"


"sama aku juga, aku juga baru pertama kali mendengar nama penguasa kota ini"


"mungkin kalian tidak tau bahwa aku lah penguasa kota ini. itu wajar, karna aku jarang sekali menunjukkan diri di publik"


"aku tidak akan berbicara panjang lebar, aku akan langsung keintinya"


"sekarang kota ini dalam keadaan situasi darurat "


"karna apa?.. karna kemarin sore aku mendapat laporan bahwa ribuan monster sedang menuju kemari "


"mungkin dari kalian ada yang enggan atau tidak mau untuk melawan ribuan monster "


"tapi akan aku tegas kan... bahwa kota ini adalah rumah kalian. bahwa kota ini adalah tempat kalian beristirahat. tempat kalian untuk menjalani hidup"


"ingatlah bahwa di kota ini terdapat seseorang yang sangat kalian sayangi, seseorang yang sangat ingin lindungi. "


"kalau bukan kita yang melindungi kota ini, siapa lagi yang akan menjaga kota ini"


"buanglah rasa takut kalian, hilangkan lah rasa ragu kalian "


"dan jadilah pahlawan bagi keluarga kalian, jadi lah penyelamat bagi orang yang kalian sayangi"


"apa kalian tetap akan membiarkan rumah kalian hancur"


"jawab aku sekarang!!! "


"tidakkkk!!! "


"apa kalian Rela mengorbankan nyawa kalian demi tempat yang bisa membuat kalian bahagia, sedih, marah. hilang dihancurkan oleh monster-monster itu. "


"jika kalian rela berkorban.. jawab aku rela berkorban!!! "


"aku rela berkorban!! "


"bagus, aku memangandal kan kalian" setelah Victor memberikan sengat juang kepada warga nya,Victor berjalan kearah jester.


"keadaan di luar tembok bagaimana jester? "


"lebih cepat dari perkiraan ku,kemungkinan monster itu membutuhkan waktu dua jam untuk sampai ke kota ini"


"begitu ya"


"jester aku ingin bertemu petualang Rei"


"jika itu yang Anda mau, silahkan ke sebelah sini"


"Rei, ada yang ingin bertemu dengan mu"


"siapa? "


"ini dia"


"kita bertemu lagi, tuan Rei"


"ya, kita bertemu lagi, jadi ada apa? "


"tidak, sebenernya aku ingin membuat permintaan dengan tuan Rei"


"permintaan? "


"jika situasi kita terdesak, bisakah anda membantu dalam melawan monster-monster itu"


"jika kau memintaku untuk melawan monster itu. berarti kau sudah tau tentang kekuatan ku kan jester? "


"i-itu"


"aku yang memaksanya untuk memberitahukan semuanya tentang mu"


"karna kota ini sangat lah membutuhkan orang yang mempunyai kekuatan"


"karna kota ini sangatlah penting bagiku dan keluarga ku"


"aku akan melakukan apa pun untuk menjaga kota ini tetap damai"


"jadi aku mohon dengan sangat, tolong lindungi kota ini"


"aku akan melakukan apa pun " sambil membungkuk.


Rei berbicara dalam hati.


[pria yang baik, dia rela melakukan apapun demi hal yang sangat berharga di hidup nya. lagi pula tidak ada ruginya jika aku membantunya. malah sangat menguntungkan bagi ku]


[tapi aku tidak ingin mengungkapkan jati diri ku yang sebenarnya. di depan banyak orang. ]


[apa aku menggunakan topeng aja?... supaya identitas ku tidak ketahuan]


"baiklah, aku akan membantu tapi ada syaratnya"


"syarat apa itu?.. sebisa mungkin aku akan memenuhinya"


"bawakan aku jubah panjang hitam, yang menutupi seluruh tubuh ku dan sebuah topeng"


"jubah?.. baiklah aku mengerti"


"jevos "


"ada yang bisa aku bantu tuan"


"bawakan jubah hitam panjang dan topeng"


"saya mengerti"


"apakah ada alasan kenapa anda membutuhkan jubah dan topeng? "


"karna aku tidak ingin, orang lain tau siapa aku? "


"be-begitu ya"


"oh iya, jika situasi nya sudah berbahaya. aku ingin semua orang tetap berada di dalam kota dan jangan ada yang keluar tembok"


"karna akan sangat merpotkan bila ada seseorang yang ikut terseret kedalam sihir ku"


"apa anda akan menggunakan sihir? "


"tentu saja, karna sihir sangat efektif melawan musuh dalam jumlah banyak"


"baiklah kalau begitu"


setelah jeda sejenak Victor bertanya ke pada Rei.


"tuan Rei, kenapa anda bisa ada di kota ini? "


"mungkin ini akan terdengar tidak sopan, tapi aku tau bahwa anda bukan lah manusia. bahwa anda bukan lah mahluk biasa. kenapa anda ada disini. "


"disini hanyalah kota biasa dan tidak punya sesuatu yang sangat menguntungkan bagi mahluk seperti anda"


"pertama, aku bisa sampai kesini murni hanya sebuah kebetulan. dan aku hanyalah seorang demon yang hidup kembali setelah mati beberapa ratus tahun yang lalu"


"untuk sekarang, tujuan ku hanya lah hidup bahagia sebagai penduduk biasa dunia ini .bersama adik ku. "


"jika anda menginginkan tujuan itu. aku akan sebisa mungkin membuat tempat ini seindah itu.. dimana semuanya damai dan tentram"


"ya, aku akan menunggu"


setelah beberapa menit kemudian. pesanan yang di minta Rei pun datang. dan Rei segera memakai jubah dan topeng nya.


"Lili bisakah kau bersama paman jester dan paman Victor sebentar "


"baiklah, tapi kakak juga harus berhati-hati"


"kamu juga Lili"


"jester, tolong jaga lah adik ku ini"


"baiklah, akan ku usahakan"


(protection)


"aku sudah memberikan perlindungan kepada kalian berempat"


"wahh ini yang namanya perlindungan magic" jester berbicara dengan kagum.


"ya sudah aku pergi dlu"


"hati hati kakak"


(fly) Rei langsung terbang ke udara.