Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]

Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]
penginapan dan pria tua



Rei mulai berjalan, kota ini, di sepanjang jalan nya di penuhi orang yang sedang berdagang makanan. Dengan bagunan yang mirip dengan abad pertengahan, serasa baru bagiku. menengok ke samping, Lili sedang melihat lihat kekanan dan kekiri, nampak antusias.


"Lili, apa ada yang kamu mau?"


"Ti,tidak aku baik baik saja " Dengan wajah sedikit malu. terdengar suara(krukkk)


"Yah, karna kita sudah sampai, bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu"


"Ba,baik" Dengan wajah malu


"Hmm, mari kita lihat, nah seperti nya itu kedai makan, bagaimana kalau kita masuk dan makan di sana?"


" Ya"


Itu adalah bangunan yang sederhana, dengan 3 tiga lantai. Terdapat sebuah papan tanda bergambar tempat tidur, dengan dua sayap putih dan terdapat lingkaran emas di atas nya.


Rei berjalan dan tiba di depan pintu, saat Rei membuka pintu terdapat orang-orang yang sedang menikmati makanan dengan gembira. Kemudian ,Terdapat seorang wanita sedikit gemuk yang berada di dapur dekat para petualang makan, dan seorang lelaki berjenggot tipis yang sedang memasak.


Saat wanita itu melihat Rei, dia langsung tersenyum dan berbicara.


"Selamat datang"


"Oh ya, seperti nya kalian baru pertama kali kesini"


"Benar, kami baru saja sampai ke kota ini...bolehkah kami makan disini"


"Tentu saja, silahkan duduk di tempat yang kamu suka"


"Baiklah"


"Mau pesan apa? "


"Hmm, aku mau pesan makanan yang paling di rekomendasi kan disini"


"Baiklah, minuman nya mau apa? "


"Untuk aku bir aja..... Kalo Lili mau apa? "


"Se,seterah kak Rei aja"


"Kalau gitu jus aja"


"Oke, apa ada tambahan lagi? "


"Tidak, untuk sementara itu saja "


"Tunggu sebentar ya" Wanita itu mulai berjalan ke dapur. Sementara Rei menunggu makanan nya, seorang laki-laki tua berbicara kepada Rei.


"Hei anak muda, apakah kau baru ke kota ini " Sambil tersenyum


"Ya begitu lah, kita baru saja sampai ke kota ini... Apakah paman seorang petualang? "


"Ya secara garis besar, tapi untuk minggu depan, aku mulai pensiun"


"Kenapa?"


"Yah, diriku sudah tidak memungkinkan bergerak dengan bebas "


"Jadi begitu "


"Di liat dari penampilan mu yang berambut hitam, sepertinya kau dari wilayah timur "


[Wilayah timur?, Seperti nya ada orang yang mirip dengan orang Asia di dunia ini]


"Ya begitu lah "


"Dan juga aku baru bertemu orang dengan mata merah darah, itu sungguh langka..... Terakhir kudengar, cerita sosok bermata merah adalah salah satu raja iblis terkuat yang membantu ibu kota kerajaan dari thunder dragon, dan menjalin persahabatan selama hampir 60 tahun."


"Apakah di sini ada raja iblis? "


"Hah, apa maksud mu, tentu saja ada "


"Apa kah iblis dan manusia saling berteman? " Tanya Rei.


"Tidak, tidak semua kerajaan manusia mau menerima iblis, dan juga sebaliknya"


"Ada juga, kerajaan yang berperang melawan iblis dan memusuhi demi human"


"Jadi alasan kerajaan ini menerima demi human juga karena raja iblis tersebut? "


"Betul sekali, karena dalam pasukan raja iblis juga ada demi human"


"Jadi begitu, terimakasih atas info nya "


"Ya begitulah kira-kira, jadi jaga baik baik gadis kecil yang ada di samping mu itu"


"Bagaimana kamu tau? "


"Jangan meremehkan petualang yang sudah tua ini, anak muda" Sambil tersenyum bercanda


"Baiklah, akan ku ingat.... Ngomong-ngomong nama paman siapa? "


"Fedrik " Sambil mengulurkan tangan


"Aku Rei dan ini adik angkat ku LIli"


"Sa,salam kenal" Sabil malu malu


"Hahahaha.... Gadis kecil yang lucu. aku harab, aku mempunyai anak atau cucu se imut nak Lili"


"Jadi aku pergi dlu ya, sampai ketemu nanti"


"Ya terimakasih" Setelah beberapa menit menunggu akhirnya makanan nya telah datang


"Ini dia, terimakasih sudah menunggu"


"Wahhhh"


"Ngomong-ngomong, apakah kalian sudah memesan penginapan di seuatu tempat "


"Hm?, belum, rencana nya sehabis makan kita mau mencari penginapan"


"Kalau gitu bagaimana kalau disini?"


"Bukankah di sini kedai makan? "


"Di lantai pertama memang kedai, tapi di lantai dua dan tiga adalah penginapan"


"Ya, kalau begitu berapa biaya penginapan nya? "


"10 hari 3 perak, itu termasuk makan siang dan malam"


"Kalau gitu aku pesan 10 hari, dan makanan yang kita pesan ini"


"Total nya 3 perak 6 tembaga"


"Sebentar" Rei merogoh kantung nya, yang sebenarnya mengambil dari item box nya.


"Nah ini dia,3 perak 6 tembaga"


"Terimakasih sudah memesan"


"Jadi silahkan menikmati makanan nya"


Setelah makan, aku dan Lili menuju kamar yang sudah kita pesan, itu berada di kamar nomer 07 dengan dua kamar tidur dan 1 ruang tamu.setelah masuk, itu kamar yang lumayan bersih.


"Nah Lili, kita istirahat saja dulu disini, besok, aku berniat untuk mengunjungi toko baju untuk membelikan pakaian Lili"


"Jadi, istirahat lah yang banyak "


"Iya"


"Itu.... Kak Rei"


"Hm, ada apa?"


"Sekali lagi, terimakasih telah menyelamatkan ku"


"Ka,kalau saja, saat itu kakak tidak ada, mungkin, aku sudah " Hikss hikss


Rei memeluk Lili dengan sangat lembut.


"Tidak perlu berterima kasih Lili, kakak juga senang kamu selamat "


"Jadi tidak usah di pikir kan" Lili semakin meneteskan air mata nya.


Di dalam pikiran Rei [jikalau, kamu mati lagi viona dan itu ada di depanku, mungkin aku akan menghancurkan dunia ini viona. Karna perasaan negatif yang di dapat dari ras iblis ku, memungkinkan ku untuk kehilangan kendali atas diri ku sendiri].


[mungkin kedepan nya aku akan tetap melindungi mu, meskipun aku harus melawan dunia ini. ]


setelah menangis cukup lama, Lili masuk ke kamar. dan aku juga masuk kekamar ku, itu adalah kamar sederhana dengan satu ranjang. terdapat satu meja kecil di sebelah kasur, di atap ada baru sedang yang memancarkan cahaya, meskipun diluar mulai gelap, tapi di dalam kamar cukup terang.


Rei menatap batu yang ada di atas nya dan berbicara.


"mungkin ini adalah batu sihir, dan aku dapat merasakan energi sihir di batu nya. "


[di Foresham aku juga memiliki batu sihir yang melimpah, apakah batu sihir di dunia ini dan yang ada di Foresham berbeda ]


mengesampingkan masalah tersebut Rei menuju ke cermin yang ada di pojok dinding, di pantulan kaca tersebut, terdapat sosok wajah seorang pemuda yang tampan dengan rambut hitam yang seperti gelap nya di malam hari. dan mata merah darah yang hampir menyala di dalam kegelapan, membuat sosok tersebut bukan lah mahluk biasa. ada dua buah kuping yang sedikit panjang, yang tertutupi rambut hitamnya. itulah sosok sebenernya Rei sang demon. meskipun di luar seperti pemuda biasa, tapi didalam terdapat kekuatan yang meluap meluap. seperti ombak yang kehilangan kendali.