![Isekai [My Game Character'S Body Brings Me Back To Life]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/isekai--my-game-character-s-body-brings-me-back-to-life-.webp)
Chapter 4
Keesokan harinya.
"Ukkkhh"
"A,apa aku selamat? " Dengan wajah kecil seakan ingin menangis, gadis itu menahan tangisan nya sambil mengingat kejadian kemarin. Dengan kebingungan dia melihat tubuh nya yang dipakai kan dengan sebuah jubah yang sangat mewah.
"Si,siapa yang menaruh jubah ini? " Sambil melihat ke sekeliling. "Dan juga tubuh ku tidak sakit lagi"
Kemudian Rei kembali sehabis membersihkan tubuhnya dan pakaiannya yang penuh darah,
"Apah kau sudah bangun? " Dengan suara lembut, Gadis itu tersentak dan berbalik arah ke suara yang dia dengar.
"Si, siapa?" Dengan wajah yang sedikit ketakutan.
"Aku Rei Sang pengembara yang kebetulan lewat, saat itu aku secara tidak sengaja melihat gadis kecil yang kesusahan jadi aku sedikit membantu"
"Ja,jadi begitu.... Te,terimakasih sudah menyelamatkan ku " (Krukk)
"Tidak usah di pedulikan, kelihatannya kamu lapar...apa kamu mau makan bersama ku? " Sambil tersenyum
"Bo,bolehkah aku makan juga? "
"Tentu saja... Sebentar ya aku mau membuat api dlu"
"Ba,baiklah"
Rei langsung menebas barang pohon yang ada di depannya, dengan pedang nya yang mengandung energi nya sebatang pohon bukanlah masalah. Rei kembali dengan membawa barang pohon yang sudah di potong-potong, Rei mengeluarkan beberapa potong daging sapi di item box nya.
"Tu-tuan lingkaran hitam itu apa? "
"Oh, ini namanya item box. Ini bisa menyimpan barang apa saja yang kita mau, selain mahluk hidup"
"Lu,luar biasa"
"Apakah kamu baru pertama kali melihat nya "gadis itu mengangguk
"Ngomong-ngomong nama kamu siapa?"
"Na,namaku Lili tuan"
"Tidak usah panggil tuan, Rei saja"
"Ka,kalau begitu kakak Rei" Rei sedikit terkejut dengan panggilan yang di sebutkan Lili.
"Salam kenal ya Lili"sambil tersenyum sedih
" Jadi Lili maukah kau membantuku memotong dagingnya kecil-kecil dan menusuk nya di tusukan ini? " Sambil mengeluarkan belati yang di dapat dari sekelompok bandit.
"Ba,baiklah"Rei segera menyiapkan api,Karna dunia ini adalah dunia sihir jadi tidak perlu membuat api. [Flame]Rei segera menyulut kan api yang ada di tangan nya ke batang pohon yang sudah di potong.
"Nah sudah matang silahkan"
"Te,terimakasih"
"Sama-sama, ngomong-ngomong Lili dimana orang tua mu? "
"M,mereka sudah mati, waktu itu ada prajurit dari negeri manusia yang datang menyerang desa, ayah ku mati akibat melindungi desa dan ibuku mati akibat melindungi ku" Lili berhenti sebentar dan melanjutkan nya.
"Setelah itu aku ditangkap dan di siksa, sehabis di siksa aku di jual ke pedagang budak dan berada disini.jadi aku gak apa-apa lagi" Sambil meneteskan air mata
"Sekarang tidak usah khawatir, aku akan melindungi Lili apa pun yang terjadi" Rei mengelus kepala Lili dengan lembut
"Tidak boleh" Lili berteriak sambil terisak
"Kenapa?,apa kamu gak mau dengan kakak?"
"T,tidak, bukan begitu"
"Terus?"
"Aku gak mau kakak mati, seperti ibu dan ayah ku karna melindungi ku, karna kak Rei sudah menyelamatkan kan ku dan bahkan memberikan makanan yang enak, aku gak mau kejadian itu terulang lagi.... Hikss hikss"
"Jangan khawatir..... Gini-gini kakak kuat loh siapapun yang ingin menyakiti Lili, kakak akan mengalahkannya. jadi jangan khawatir "
"Sungguh?"
"Iya"
"Nah setelah makan mandi lah di sana, disana ada kolam jadi bersikanlah tubuh mu, abis itu kita pergi ke kota terdekat"
"Iya"
Beberapa menit kemudian
"Kak Rei aku sudah mandi... Ini kak Rei terimakasih udh memberikannya kepadaku" Lili memberikan jubah yang di pakai nya ke Rei
"Tidak usah, kamu pakai saja dlu nanti kalau kamu sudah beli baju baru, boleh memberikan nya kepadaku"
"Ta, tapi ini kelihatan nya mahal, kalo dipakai oleh ku nanti rusak atau sobek"
"Gak papa... Dah sekarang ayo pergi? "
"Ya"
Setelah beberapa jam berjalan, akhir nya Rei dan Lili sampai ke kota terdekat. Kota itu tidak terlalu besar dan kecil, dengan di kelilingi tembok besar dan tinggi makin mempertegas ini adalah dunia yang berbeda dengan dunia Rei sebelum nya. Karna kata Lili rambut hitam dan mata merah sangat jarang ada di dunia ini, akhirnya Rei memakai jubah yang bertudung, yang dia temukan di kereta kuda.
Di depan terdapat antrian, di pintu masuk kota terdapat satu penjaga yang memeriksa seperti lempengan besi.
(Hm, pemeriksaan ya, karna di barisan ada juga demi human jadi Lili mungkin baik-baik saja )
Akhirnya giliran Rei dan Lili
"Selanjutnya.... Kartu pengenal?"
"Maaf Pak aku tidak mempunyai nya karna aku pengembara yang habis dari negeri yang jauh jadi aku baru pertama kali nya datang ke negeri ini"
"Jadi begitu.... Untuk kartu sementara dikenakan biaya tiga tembaga, jika kamu mau tanda pengenal tetap kamu bisa mendaftar di guild petualang atau pedagang, tapi kamu harus menjadi petualang atau pedagang "
"Untuk kartu sementara kamu bisa mendaftar dengan menaruh tangan mu disini nanti plat besi ini akan memunculkan kan identitas mu"
Rei sedikit terkejut karena dia harus memunculkan indentitas nya. Setelah Rei meletakkan tangan nya di batu tipis berbentuk kotak, muncul layar tipis di depan Rei, itu menampilkan nama, ras, umur dan catatan kriminal.
"Nama Rei, umur 24 tahun, ras manusia, catatan kriminal tidak ada "
"Huh? " Rei tidak sengaja bersuara dengan kecil
"Hm?, kenapa? "Penjaga bingung dengan keterkejutan Rei.
" Tidak, tidak apa-apa hehe"Rei dengan sedikit wajah panik
"Itu pak sekalian buatkan kartu sementara buat adik ku ini"
"Oh oke, bisa kesini sebentar gadis kecil"
"Iya"
"Tangan mu kurus sekali, apa kau baik baik saja? "
"A,aku baik baik saja "
"Hei Rei, apa kau kasih makan adik mu dengan baik? "
"Tentu saja"
"Jadi kenapa dia se kurus ini? "
"Sebelum aku datang kesini dia diculik oleh seseorang, orang tua nya mati karena melindungi nya, jadi setelah aku menyelamatkan nya aku putus kan untuk menjadikannya adik angkat"
"Jadi begitu... Kalau gadis kecil kesulitan panggil saja paman Daniel, aku langsung datang membantu " Sambil tersenyum sedih
"Baiklah"
"Pak Daniel ini uang nya "
"Tentu, selamat datang di kota renburg. Jadi istirahat lah dengan tenang"
"Baik, terimakasih kita pergi dlu"
"Ya Hati-hatilah"