I Hate You, Brother

I Hate You, Brother
Bab 3 S2



...~Happy Reading~...


“Pokoknya gue gak mau tahu, tahun ini lo harus nyusul!” Seorang gadis yang tengah memakai baju tidur yang cukup seksi itu berdiri dan langsung bersedakap tangan di dada menatap kedua sahabat nya yang tengah duduk bersila di atas tempat tidur.


“Kok gue sih? Lea dulu lah.” Jawab gadis yang di tunjuk oleh gadis tadi.


“Ra, kalau gue dulu. Berarti lo harus bantuin gue!” Kini gadis bernama Lea itu langsung menoleh dan menatap sahabat nya.


“Bantuin apaan?” tanya gadis lain yang bernama Chyra itu tidak mengerti.


“Bantuin gue dapet lampu ijo dari bokap lo!” jawab nya begitu santai. Yang mana seketika langsung mendapatkan sebuah pukulan bantal dari sahabat nya.


“Anjirr, lo serius mau daftar jadi nyokap tiri?” pekik Chyra menatap tak percaya.


Awalnya, ia hanya mengira bahwa sahabat nya bercanda ketika mengatakan menyukai ayah nya. Tapi, kini lagi lagi Lea bicara walau dengan di iringi candaan, tapi Chyra bisa menangkap bahwa candaan itu adalah sebagian besar harapan dari lea sendiri.


Kini, posisi ketiga nya sedang berada di sebuah Hotel berbintang di salah satu Negara. Dimana, besok akan di adakan nya acara pernikahan Nina, sahabat Chyra saat di SMA yang mana mereka baru di pertemukan beberapa bulan lalu, setelah sekian lama.


Dan kini, untuk melewati malam terakhir Nina sebelum melepas masa lajang. Maka mereka memutuskan untuk tidur di satu kamar dengan pesta piyama. Yang mana mungkin ini akan menjadi momentum terakhir kali mereka bisa tidur bertiga, karena setelah menikah maka Nina akan menetap di sana. Sedangkan Lea kembali ke Indonesia dan Chyra tentu saja juga akan kembai ke rumah orang tuanya.


“Enggak!” tolak Chyra langsung menggelengkan kepala nya, “Yang ada nanti gue di siksa sama lo, kaya cerita Cinderella.”


“Dih, enak tahu Ra, malahan. Nanti lo malah kawin sama pangeran, dih goblokk banget sumpah, masa gak mau di siksa ibu tiri dulu abis itu dapat pangeran ganteng, tajir melintir lagi!” kata Lea yang lagi lagi seperti mengajak perang Chyra.


“Gelut aja yuk!” ajak Chyra datar, membuat kedua sahabat nya langsung tergelak tak kuasa melihat ekspresi tersebut.


Ketiganya begitu asik melewati malam panjang itu, bahkan tak jarang mereka juga memesan makanan dan minuman kepada petugas hotel hingga membuatnya harus berulang kali membuka tutup pintu di kamar nya. Tanpa ketiga nya sadari, bahwa ada sebuah mata yang sempat menatap intens ke arah ruangan kamar nya itu.


“Udah ah udah! Mau siapapun di antara kalian yang lebih dulu menyusul ku. Dan siapapun jodoh kalian kelak, aku hanya bisa berharap, dan berdoa semoga kalian segera menemukan pasangan sejati kalian. Entah siapa dan dimana, aku doakan semoga kelak kita bisa bahagia!” ucap Nina dengan begitu tulus, membuat Chyra dan Lea langsung tersenyum dan menganggukkan kepala nya.


Chyra dan Lea segera berdiri, lalu memeluk Nina. Ketiganya berpelukan dengan cukup erat dan kembali menikmati acara yang mereka buat sendiri bertiga di dalam kamar itu. Setidaknya, setelah sekian lama, Chyra bisa merasakan kebahagiaan dan melepaskan tawa nya yang sudah tertahan sekian lama.


Bertahun tahun ia hidup dalam sebuah kebahagiaan semu. Meskipun ia sudah menemukan ayah kandung nya dan merasa kehidupan nya tak kalah terjamin dari sebelumnya, tapi Chyra masih merasa kesepian dan terkadang ia juga merindukan orang orang di masa lalu nya.


Kesibukan Antonio di dunia bisnis, membuat nya terkadang mengabaikan keberadaan Chyra. Dan itulah yang membuat Chyra merasa kesepian, tapi gadis itu begitu hebat dalam menyembunyikan apa yang di rasakan. Sehingga ia sellau terlihat bahagia, walau sebenarnya, hatinya sangat sepi dan begitu dingin.


...~To be continue ......