
...~Happy Reading~...
“Boy, kita mau kemana? Lepas Boy!” Sambil berjalan cepat, Chyra berusaha untuk melepaskan cekalan tangan Boy.
Namun, tenaga nya kalah besar dari tenaga Boy, sehingga membuat usaha nya terlihat sia sia.
“Gue gak mau sama siapapun Ra.Gue Cuma mau sama lo, kalau emang mereka gak mau restuin kita, ya udah kita cari jalan pintas!”
“Jalan pintas, apa maksud kamu?” tanya Chyra yang langsung mengerutkan dahi nya.
“Kita akan selalu bersama, kita mulai semuanya dari awal ya Ra, gue mohon. Soal foto yang di HP Adel, itu semua editan, plis jangan percaya. Gue emang pernah mengambil ciuman pertama dia, tapi itu dia yang memaksa. Hanya first kiss yang gue ambil, bukan perawan dia!” jelas Boy panjang lebar sambil menggenggam tangan Chyra.
“Tapi di foto itu—“
“Seratus persen editan. Gue akui kalau gue playboy. Tapi sumpah demi apapun, gue gak pernah melakukan hal seperti itu, dan juga adek gue Cuma bangun Cuma sama lo doang. Gue bisa pastiin itu, kalau gue masih perjaka ting ting, kecuali mulut lo!”
Bug!
“Sakit Ra!” pekik Boy langsung mengaduh kesakitan saat kepala nya di pukul oleh Chyra.
“Makanya punya mulut tolong di kondisikan!” cetus Chyra mendengus dengan kesal.
“Gue jujur salah, gak jujur juga salah. Terus gue mesti gimana?” Boy menghela napas nya berat, “Ra, gue cinta sama lo. Dan gue Cuma mau lo yang jadi pendamping hidup gue, selamanya sampai kita tua dan menghembuskan nafas terakhir.”
“Boy, Mommy dan Daddy—“
“Gue mohon,” pinta Boy dengan tatapan yang begitu tulus.
Chyra terdiam, ia masih bingung dengan jawaban apa yang ingin ia berikan. Ingin menerima, namun Chyra juga tidak mau membuat kedua orang tua angkat nya bersedih atau bahkan terluka.
Jika tidak ia terima, sudah pasti Boy bisa berbuat nekat. Bagai makan buah simalakama, Chyra sangat mencintai Boy, namun ia juga sangat menyayangi orang tua angkat nya, yakni orang tua Boy juga.
Kedua nya tidak sadar, dimana posisi mereka saat ini berada di halaman depan Hotel, yang mana ada sebuah mobil yang melintas cukup tinggi menuju ke arah mereka.
“Boy! Chyra! Awassss!!!!” Semua orang berteriak seketika membuat lamunan keduanya tersadar.
Namun, kesadaran mereka seolah terlambat. Saat keduanya menoleh, mobil itu sudah semakin dekat, hingga membuat nya tidak memiliki waktu untuk menghindar.
Braakkkk!
Tubuh Boy dan Chyra terpelanting cukup jauh, membuat semua keluarga dan beberapa orang di sekitar panik berhamburan dan berlari ke arah keduanya.
“Boy! Chyra hiks hiks hiks!” Mom Felly langsung memeluk putri nya dengan di penuhi air mata.
“Cepat panggil ambulan!” teriak daddy Aiden di tengah kepanikan nya, ia pun juga langsung menghampiri Boy yang juga sudah tak sadarkan diri seperti Chyra.
“Boy sadar Boy, bangun lah!”
“Sayang, Chyra bangun Nak, jangan tinggalin Mommy hiks hiks hiks.”
Berbeda dengan orang tua nya, Arshen tidak langsung mendekat ke arah kedua adik nya. Justru kini ia segera bergegas untuk menuju mobil nya dan mengejar mobil yang sudah menabrak kedua adik nya.
Tak lupa, Arshen juga menghubungi sahabat nya untuk meminta bantuan, dengan mengirimkan plat mobil pelaku yang saat ini ia kejar.
Amarah Arshen sangat memuncak, ia tidak menyangka bahwa semua akan terjadi seperti ini.
‘Kamu sudah berjalan terlalu jauh, maka jangan salahkan aku jika aku benar benar melakukan nya!’ gumam Arshen dalam hati seraya mencengkram erat setir kemudi nya.
...~To be continue .......