I Hate You, Brother

I Hate You, Brother
Bab 46



...~Happy Reading~...


Braakkkk!


Dady Aiden langsung menggebrak meja makan nya saat melihat semua keluarga nya tidak hangat lagi.


Bahkan, anak dan istri nya saling mendiamkan satu sama lain, seolah saling menyalah kan dan tidak ada yang mengalah.


“Mau sampai kapan kalian kaya gini, hah!” bentak nya tiba tiba, membuat semua langsung menatap ke arahnya.


“Kamu membentak ku, Mas?” tanya mom Felly menatap suami nya tak percaya, kini air mata nya lagi lagi kembali menetes membasahi wajah nya.


Daddy Aiden tidak menjawab, ia hanya memasang wajah datar dan dingin nya untuk membalas tatapan mata sayu istri nya.


“Kita ini keluarga, sudah satu bulan kalian saling diam kaya gini. Mau sampai kapan? Jawab!”


Pyaarrrr!!


“Mass!” seru mom Felly langsung berdiri saat suami nya membanting piring di depan nya hingga berhamburan di lantai.


“Boy!” Daddy Aiden mengabaikan jeritan istrinya, kini laki laki paruh baya itu menatap ke arah putra kedua nya.


“Kalau saja Mommy dan Daddy tidak melarang hubungan Boy dan Chyra. Chyra tidak akan pergi!” Ucap Boy pada akhirnya bersuara.


“Kamu nyalahin Mommy?” tanya mom Felly langsung menatap ke arah Boy, “Seharusnya kamu sadar kalau Chyra itu adik kamu. Kamu seharusnya tidak memiliki perasaan seperti itu!”


“Tapi kami tidak ada ikatan darah sama sekali Mom. Bahkan, mOmmy juga tidak pernah memberikan asi kepada kami! Kami bukan saudara, dan Boy sangat mencintai Chyra. Sejak dulu!” jawab Boy dengan beran dan penuh penekanan.


“Boy!” jerit mom Felly semakin frustasi mendengar jawaban dari anak nya sendiri.


“Jangan kira Boy juga tidak tahu, kalau dulu Mommy dan Dady itu sepupuan! Jadi jangan salahin kalau Boy tetap ingin mempertahankan perasaan Boy!” imbuh Boy seketika membuat mom Felly terdiam.


“Boy, jangan kurang ajar. Jaga sikap kamu, dengan siapa kamu bicara!” tegur Arshen pelan namun penuh penekanan.


“Kakak sama saja dengan Mommy. Semuanya belain Mommy, silahkan. Boy kecewa dengan semuanya! Boy benci kalian semua!” seru Boy yang juga ikut membanting piring nya ke lantai, sebelum akhirnya ia memilih untuk pergi ke kamar.


Aiden, laki laki itu memilih diam mendengarkan perdebatan anak dan istri nya.


Ia diam bukan berarti membela istri nya. Ia hanya ingin memberikan kesempatan untuk anak dan istrinya mencurahkan segala emosi nya.


Brukk!


“Mom!” seru Arshen dan Els bersamaan saat melihat tubuh ibu nya terhuyung jatuh pingsan di lantai.


Aiden dengan sigap segera mengangkat tubuh istri nya tanpa banyak bicara. Ia membawa nya ke dalam kamar, dan tak lupa menyuruh Arshen agar segera menghubungi dokter.


Sementara itu, di dalam kamar nya. Boy kembali melampiaskan segala amarah nya. Ia membanting semua benda di dalam kamar hingga berhamburan dan pecah dimana mana.


“Aaarrrrrrkkkhhhhh!” Laki laki remaja itu terus berteriak dan meraung sambil membanting semua barang barang nya. Air mata nya terus menetes mengaliri membasahi wajah nya.


Sakit, sesak dan hancur karena kehilangan membuat nya begitu frustasi. Kenangan nya bersama Chyra begitu melekat di dalam hatinya, membuat nya tidak rela jika ia benar benar kehilangan.


Bahkan, pertemuan terakhirnya dengan Chyra tidaklah baik baik saja, melainkan perdebatan saat pertentangan dari orang tua nya.


...~To be continue .......