
...~Happy Reading~...
“Kakak!” Pekik Chyra ketika turun dari mobil dan melihat keberadaan Arshen juga daddy Aiden yang ternyata sudah berdiri di depan lobi guna menjemput mereka.
Chyra langsung memeluk Arshen yang sudah satu minggu lebih tidak ia jumpai. Rasanya ia sangat merindukan kakak angkat pertama nya itu.
Tak hanya rindu, mengingat kedekatan antara Boy dan Adel selama dalam pesawat, membuat Chyra juga ingin memanfaatkan Arshen untuk membuat Boy cemburu padanya.
“Chyra! Ini di depan umum, lepas!”
Chyra langsung melepaskan pelukan nya, dan menoleh sedikit untuk menatap tajam pada laki laki yang berdiri di belakang nya.
“Ini Hotel kakak! Lagipula, belum banyak tamu yang datang, acara masih besok malam. Why?” balas Chyra sinis, “Apakah kakak keberatan kalau Chyra peluk kaya tadi?” imbuh Chyra yang kini menatap kepada Arshen dengan memasang wajah imut nya.
“Tentu saja keberatan. Kakak itu pemilik Hotel ini, dan kamu asal sembarangan peluk, gimana nanti kalau—“
“Ini ada apa sih? Kenapa datang datang langsung ribut?” tegur daddy Aiden seraya menghela napas nya dengan berat saat melihat perdebatan antara kedua anak nya.
“Lebih baik kita masuk dulu, kita bicara di dalam,” Arshen mengajak Chyra untuk masuk lebih dulu, membuat Boy langsung mendelik tajam seolah tidak rela jika kekasih nya di rangkul seperti itu oleh kakak nya sendiri.
Boy sangat ingin mengejar dan merebut Chyra dari rangkulan Arshen, namun lagi lagi niat itu harus ter urungkan, saat Adel dengan tiba tiba juga menggandeng tangan nya dan mengajak nya ke dalam.
‘Aku tahu, maksud kamu bilang sama anak anak di sekolah kalau kamu pacaran sama Chyra. Karena kamu gak mau di kejar kejar sama cewek gak jelas kan?’ tanya Adel sedikit berbisik sambil terkekeh di telinga Boy.
“Apaan sih Del, lepasin deh!” Boy berusaha melepaskan rangkulan Adel di lengan nya, namun gadis itu seolah enggan dan malah semakin mengeratkan rangkulan nya.
“Gapapa Boy, aku seneng kok. Aku juga gak akan cemburu, toh Chyra itu adik kamu kan. Aku gapapa, dan aku masih pengen balikan sama kamu,” ucap Adel yang lagi lagi membuat Boy berdecak.
“Cerita kita belum usai, Boy. Jalan kita memang sempat berbeda arah, tapi sekarang aku sudah mengambil jalan pintas, agar jalan kita bisa kembali bersama,” kata Adel begitu kekeuh mempertahankan Boy.
“Gila lo!” Boy memilih berjalan mendahului Adel, walau pun gadis itu terus mengejar nya namun tak ia hiraukan. Karena fokus nya saat ini hanya ingin mengejar Chyra dan Arshen agar tidak membiarkan kekasih dan kakak nya itu terus berduaan.
Sementara itu, Els yang melihat semua keluarga nya masuk dengan berpasang-pasangan, hanya bisa menghela napas nya dengan berat.
Daddy Aiden yang menggandeng Mommy Felly. Kak Arshen yang menggandeng kak Chyra, dan Boy yang menggandeng Adel. Sedangkan dirinya hanya seorang diri.
‘Nasib Jomblo!” celetuk Els berdecak pelan.
Gadis itu segera menarik koper nya dan membawa nya masuk ke dalam. Hingga tiba tiba suara seorang laki laki memanggil nya hingga membuat langkah kaki nya terhenti.
“Dih, kok kamu datang juga?” tanya Els langsung memanyunkan bibir saat melihat laki laki datang menghampiri nya.
“Surprise,” jawab nya sedikit terkikik geli.
“Dihhh,” Els hanya terkekeh mendengar jawaban dari laki laki di depan nya.
“Sudahlah, mendingan kita masuk saja. Kita punya waktu berlibur tiga hari di Bali, kita gunakan sebaik mungkin.” Laki laki itu langsung menarik koper milik Els dan berjalan mendahului nya.
“Yaaa! Mike balikin koper ku!” pekik Els dan langsung berlari mengejar laki laki bernama Mike hingga masuk lift bersama.
...~To be continue .....