
...~Happy Reading~...
Malam yang di tunggu telah tiba. Semua tamu undangan sudah hadir, bahkan acara sudah di mulai sejak satu jam yang lalu. Arshen yang sibuk menjamu para tamu, begitu pun dengan daddy Aiden.
Kini, akhirnya Boy dan Chyra sudah bisa bertemu berdua, setelah sejak kemarin Chyra selalu menghabiskan waktu dengan Els dan juga Arshen. Sedangkan Boy yang selau di ikuti oleh Adel, kemana pun ia pergi.
“Sayang ... “ panggil Boy yang langsung memeluk Chyra dari belakang, sambil menatap pemandangan dari atas roof top.
Ya, kini keduanya berada di roof top agar tidak ada yang mengetahui kedekatan mereka. Bahkan, jika mereka berpelukan atau berciuman sekalipun, tidak akan ketahuan oleh orang tua mereka.
“Lepas Boy, jangan begini ah!” Cetus Chyra yang masih kesal kepada Boy.
“Aku mau tanya sesuatu sama kamu,” ucap Boy tanpa mengidahkan perkataan dari Chyra.
“Tanya apaan?”
“Kamu tahu gak lagu Dewa 19.”
“Yang mana? Lagunya banyak!” jawab nya masih dengan nada ketus dan malas.
“Yang lirik nya, semua kata rindumu semakin membuatku, tak berdaya. Itu judul nya apa?” tanya Boy seketika membuat dahi Chyra berkerut, seolah sedang berfikir keras.
“Hemm, Kangen?” jawab Chyra dengan sedikit ragu.
“Iya Sayang, aku juga kangen banget sama kamu.” Bisik Boy dan semakin mengeratkan pelukan nya kepada Chyra.
Blush
Seketika itu juga, wajah Chyra langsung merona berseri mendengar jawaban dari Boy serta merasakan erat nya pelukan dari Boy seolah menandakan bahwa apa yang di katakan memang benar adanya.
“Dihh beneran tahu. Coba kamu pegang deh,” Boy memegang tangan Chyra, lalu ia letakkan di dada nya. Kini posisi keduanya sudah saling berhadapan, dengan sebelah tangan Boy berada di belakang Chyra menyentuh tembok pembatas.
“Jantung ku berdetak .saat menatap mu, jadi—“
Bug!
“Jangan nyanyi mulu ih, lama lama kamu kaya artis dangdut yang suka nyanyi ga jelas itu tau gak!” cetus Chyra langsung memukul bahu Boy yang lagi lagi hendak bernyanyi.
Sebenarnya, suara Boy tidak lah seburuk itu. Hanya saja, Chyra sedang mode merajuk, ia tidak ingin mudah luluh karena rayuan Boy yang bernyanyi begitu. Makanya, Chyra memilih untuk menghentikan aksi Boy karena hati nya sejak tadi sudah tidak karuan rasanya.
“Udah dong, jangan marah lagi. Jangan panas panasin aku sama kak Arshen. Kamu tahu kan, hati ku itu mudah panas, aku mudah cemburu. Kalau aku nekat, bisa bisa peresmian Hotel kak Arshen bisa jadi peresmian malam pertama kita juga,” ucap Boy semakin melantur, membuat Chyra langsung membulatkan matanya dengan sempurna.
“Jangan sampai aku timpuk kamu pakai sepatu ya Boy!” ancam Chyra menatap Boy tajam, namun justru malah membuat Boy terkekeh gemas.
“Tapi serius Ra, aku sayang banget sama kamu. Aku cinta banget sama kamu, dan aku cemburu banget kalau lihat kamu sama kakak. Plis, tolong dong, jangan deket deket lagi sama kakak,” pinta Boy dengan menatap Chyra penuh harap.
“Kalau gitu, jangan deket deket Adel juga, bisa?” balas Chyra yang tidak langsung di jawab oleh Boy.
Dan setelah beberapa detik, Boy baru menganggukkan kepala nya. Namun, hal itu tidak membuat hati Chyra lega apalagi senang. Karena Boy harus berfikir terlebih dulu.
Saat Boy menyuruh nya menjauh dari Arshen, Chyra bisa saja langsung mengiyakan. Karena ia dan Arshen memang lah hanya sebatas saudara.
Tapi saat Chyra meminta agar Boy menjauhi Adel, laki laki itu malah masih menyempatkan diri untuk berfikir. Yang mana hal itu menandakan bahwa Boy sedikit keberatan menjauh dari Adel.
...~To be continue ......