
...~Happy Reading~...
Beberapa tahun kemudian ...
Sejak kematian adik bungsu nya, Els Pranata. Boy memutuskan untuk pergi dari rumah nya. Kini, laki laki itu memilih untuk tinggal di Apartemen sendiri dan jauh dari orang tuanya. Seperti yang di lakukan Arshen, sejak menikah laki laki itu juga tinggal terpisah dari orang tuanya. Kini, Boy pun melakukan hal yang sama.
Bukan karena dia juga akan segera menikah. Melainkan, dirinya masih sedikit menyimpan rasa kurang terima dengan apa yang sudah menjadi takdir dalam hidup nya. Belum lama, dirinya kehilangan Chyra, dan kini ia kembali kehilangan adik bungsu nya.
Boy yang sangat kecewa dan sulit untuk memaafkan keadaan, akhirnya memilih untuk hidup sendiri dan membuka sebuah perusahaan bersama kedua sahabat nya.
“Lo yakin mau pergi, Boy?” Arkhan sempat mengerutkan dahi nya ketika melihat sahabat sekaligus atasannya kini sudah berpakaian rapi dengan sebuah koper di samping nya.
“Kenapa gak?”
“Tapi, menurut mereka, tempat itu sedikit berbahaya. Dan juga—“
“Gue gak perduli! Bahkan, jika gue harus mati, mungkin itu lebih baik. Karena gue disini udah gak ada guna nya,” setelah mengatakan itu, Boy segera menarik koper nya dan berjalan meninggalkan Arkhan yang masih terpaku diam menatap kepergian Boy di Bandara.
Sejak Chyra pergi dari hidup Boy, laki laki itu kini seolah tidak memiliki rasa takut sedikit pun. Ia sudah memasrahkan segala hidup nya untuk Sang pencipta. Terlebih, ketika adik bungsu nya meninggal, sejak saat itu juga Boy memutuskan untuk tidak perduli lagi dengan hidup nya. Bahkan, jika memang akan ada nasib buruk menimpanya dan membuatnya meninggal dunia, ia justru akan merasa sangat senang.
Arkhan dan Dewa yang melihat depresi sahabat nya yang terbilang cukup lama, yakni sampai bertahun tahun, tidak bisa ikut campur. Mereka hanya bisa diam dan mendoakan semoga apa yang di inginkan Boy untuk menggapai kebahagiaan segera tercapai, yakni bertemu dengan Chyra.
Chyra? Entah kemana gadis itu kini berada. Dan bagaimana kabar nya hingga kini. Boy sudah mencari nya hampir ke semua negara yang ada di dunia ini. Tapi hasil nya masih kosong, alias nihil.
“Yakin gak yakin. Karena gue tau, dia gak takut akan apapun. Tapi—“
“Tapi apa?” Kini Arkhan menoleh ke arah Dewa.
“Lo tahu sendiri, kalau klien kita kali ini sangat sulit untuk di tangani. Bahkan, dia bisa melakukan segala cara untuk ambisi nya. Dan gue takut, kalau nanti Boy akan jadi—“
“Jadi apa?” Lagi lagi, Arkhan menatap Dewa dengan sangat intens.
“Lo inget cerita dari Give corporation's? Perusahaan mereka sampai sekarang gak bisa bangkit karena ulah mereka. Dan gue khawatir, kalau kerjasama kita ini gagal, maka ini akan menjadi boomerang sendiri untuk Boy.” Jelas Dewa panjang lebar, membuat Arkhan berfikir dan mengingat tentang cerita yang beredar beberapa waktu lalu.
Berita, dimana ada sebuah perusahaan bernama Give Corp, yang hendak melawan perusahaan itu. Awal nya, GC hampir berhasil, akan tetapi tidak butuh waktu lama, kurang dari dua puluh empat jam, GC mengalami kebangkrutan yang sangat misterius. Sehingga membuat perusahaan lawan nya mengambil alih. Tidak ada bukti yang mengatakan bahwa perusahaan itulah yang menghancurkan GC, akan tetapi, semua tuduhan dan asumsi mengarah ke sana.
Itulah yang membuat perusahaan itu semakin besar dan terkenal. Dan selama ini, setiap kali ada perusahaan lain yang hendak beradu bakat dengan perusahaan itu, pasti mereka akan memilih mengalah dan memilih tanding yang lain. Karena mereka masih menyayangi perusahaan mereka dan tidak ingin mengalami hal serupa dengan perusahaan lain.
Namun, hal aneh justru di lakukan oleh Boy. Laki laki itu seolah nekat dan semakin kekeuh untuk tetap bisa bertanding dan menjalin kerjasama dengan nya. Walau pun sebenarnya ia tahu bahwa langkah yang ia ambil bisa menjadi boomerang untuk kehancuran perusahaan nya sendiri.
...~To be continue .......
...Holaaa semuanyaa.... Ada yang masih mau lanjut gak nih? Coba like dan komen nya ya. Kalau ramai, nanti akan Mommy sambung S2 disini. Oke....