
...~Happy Reading~...
“Bagaimana keadaan anak anak kami?” tanya mom Felly saat melihat seorang dokter keluar dari ruang penanganan.
“Keadaan Boy sudah stabil. Tapi, Chyra—“
“Kenapa dengan putri saya?” tanya mom Felly lagi dengan penuh kekhawatiran, “Putri saya juga gapapa kan? Dia baik baik saja, iya kan Dok? Dia gapapa hiks hiks hiks.”
“Sayang, tenang dulu. Dokter belum selesai bicara,” ujar daddy Aiden seraya menghela napas nya berat.
“Luka di kepala putri anda cukup parah. Dia begitu banyak kehilangan darah, sehingga membuat keadaan nya semakin kritis.” Tutur Dokter itu sambil menundukkan kepala nya.
Deg!
“Seperti yang kita tahu, bahwa golongan darah milik Chyra sangat sulit untuk di temukan. Bahkan, di dunia ini hanya ada sedikit orang yang memiliki golongan darah itu, di antara ratusan juta manusia, hanya ada beberapa saja yang memiliki nya,” imbuh dokter sambil menghela napas nya berat.
Baik mom Felly dan daddy Aiden ikut terdiam saat mendengar penjelasan dokter. Kehilangan banyak darah, sudah di pastikan Chyra membutuhkan pendonor darah.
Jika Chyra memiliki golongan darah yang biasa atau sama dengan Aiden atau pun Felly, tentu akan sangat mudah mendapatkan donor.
Tapi, golongan darah Chyra berbeda. Aiden dan Felly juga tahu akan hal itu, sepuluh tahun lalu, Chyra juga pernah mengalami kecelakaan hingga membutuhkan banyak donor darah.
Saat itu Chyra beruntung karena ada seorang malaikat yang datang menolong nya dengan memberikan darah suka rela.
“Mas,” mom Felly langsung menatap ke arah suami nya, tangisan nya semakin tak bisa di bendung lagi hingga membuat dada nya kian begitu sesak.
“Mom, Dad!” Kedua nya langsung menoleh saat mendengar suara Arshen yang kini baru saja tiba di rumah sakit bersama Els.
“Bagaiman keadaan Kakak?” tanya Els yang juga langsung ikut menghampiri ibu nya.
“Kak Chyra membutuhkan donor darah, dan stok darah di rumah sakit ini kosong,” jawab mom Felly masih dengan isak tangis nya.
Els berfikir, jika ia bisa mendonorkan darah untuk Boy dulu. Bukankah seharusnya, ia juga bisa mendonorkan darah untuk Chyra, atau kalau memang dia tidak bisa, pasti di antara kedua orang tua nya juga bisa.
Namun kenapa orang tua nya justr malah menangis seolah sudah tidak ada lagi yang bersedia mendonorkan darah untuk Chyra, batin Els dalam hati.
“Sayang,” mom Felly hanya bisa menggelengkan kepala nya, “Darah kakak berbeda,” imbuh nya yang terasa begitu menyakitkan.
“B—berbeda kenapa? Kak Chyra sama kan seperti Els dan kak Boy juga kak Arshen. Kalau emang Els gak bisa, Mommy dan Daddy juga gak bisa, seharus nya kak Arshen bisa. Kenapa—“
“Kak Chyra berbeda Sayang,”
“Mom, jangan bilang kalau—“ Els menggantung kata kata nya, namun matanya terus menatap lekat wanita paruh baya di depan nya.
Hingga saat mom Felly kembali menganggukkan kepala nya, tanpa sadar membuat air mata Els langsung menetes deras membasahi wajah nya. Ia tidak menyangka bahwa ternyata apa yang ia pikirkan benar adanya.
Saat perdebatan di Hotel tadi, Els masih belum percaya. Ia masih mengira bahwa semua itu hanya akal akalan Boy agar hubungan nya di berikan restu. Tapi sekarang, Els benar benar yakin dan percaya bahwa apa yang di lakukan Boy memang tidak sepenuhnya salah.
Boy hanya ingin memperjuangkan Chyra, yang memang bukan adik kandung nya. Dan Boy mencintai Chra, benar benar mencintai gadis itu.
“Arshen, ikut Daddy!” Laki laki itu menganggukkan kepala dan mengikuti langkah kaki sang ayah yang mengajak nya duudk bicara di sebuah kursi tunggu yang terlihat begitu sepi.
“Kamu sudah menemukan orang tua Chyra, bukan? Bisakah kamu—“
“Ibu Jihan?” Kening Arshen berkerut, namun sedetik kemudian ia langsung menganggukkan kepala nya, “Arshen paham. Arshen pergi dulu!”
Tak ingin membuang waktu, kini Arshen segera pergi menuju rumah ibu Jihan yang tak lain adalah ibu kandung Chyra.
Ya, harapan Arshen kini memang hanya ibu Jihan dan Arshen berharap wanita itu bisa menyelamatkan Chyra dari masa kritis nya.
...~To be continue ......