
...~Happy Reading~...
Di sebuah taman yang begitu indah dengan pemandangan Danau dan beberapa bunga yang mekar membuat taman itu terlihat semakin cantik dan menenangkan. Chyra, sepulang dari kuliah nya, ia memilh untuk duduk di sana seorang diri guna menikmati pemandangan.
Ia sudah memberitahu ayah nya, bahwa dirinya akan pulang terlambat. Namun, meskipun Antonio mengizinkan dan mengiyakan permintaan izin dari Chyra, tanpa gadis itu sadari, bahwa sang ayah diam diam mengerahkan pengawal untuk mengawasi dirinya kemana pun pergi.
Sesayang itu Antonio kepada Chyra.
Entah sudah berapa lama, Chyramenatap kosong pada danau yang ada di depan nya. Entah apa yang dia pikirkan juga, hingga membuat air mata nya perlahan menetes dan membasahi pipi nya.
“Chyra!”
Deg!
Lamunan Chyra buyar, ketika ia mendengar suara seseorang yang memanggil nya. Gadis itu langsung menoleh dan menatap sosok laki laki yang ia sayangi kini sudah berada di sana.
“Kakak!” antara senang dan tidak. Chyra yang melihat kehadiran Arshen dan bertemu dengan laki laki itu merasa sedikit terkejut.
Laki laki itu tersenyum, dan dengan cepat langsung memeluk Chyra dengan begitu erat. Membuat air mata Chyra kembali menentes bahkan kini sampai membasahi kemeja kerja Arshen.
“Kenapa kakak bisa disini?” tanya Chyra setelah Arshen melepaskan pelukan nya.
“Kakak merindukan adik kakak,” jawab Arshen sedikit tersenyum sambil menghapus air mata Chyra.
“Hiks hiks, Bagaimana kabar Mommy? Daddy, Els dan—“ Chyra menggantung ucapan nya, seolah begitu berat ingin menanyakan kabar tentang Boy.
“Semuanya baik, kecuali Boy!”
Deg!
Lagi lagi dan lagi, jantung Chyra kembali berpacu dengan begitu cepat saat mendengar jawaban dari Arshen. Mengapa kabar Boy tidak baik? Apakah laki laki itu masih nakal seperti dulu Masih melanjutkan gelar nya sebagai playboy atau bahkan jauh lebih parah? Batin Chyra.
“Apakah kamu tidak mau ke Jakarta lagi? Dia sangat merindukan mu,” tutur Arshen mencba untuk membujuk Chyra.
Arshen sudah bicara dengan Antonio ingin membawa Chyra. Dan Antonio mengizinkan, asal Chyra bersedia, dan tentu saja Chyra juga harus di kawal oleh beberapa penjaga nya. Karena Antonio tidak mau terjadi sesuatu dengan putri nya.
“Maaf Kak, Chyra belum siap untuk bertemu mereka,” gumam Chyra begitu lirih dan pelan sambil emnundukkan kepala.
“Kelak, Chyra pasti akan ke sana. Tapi—“
“Tapi apa?” tanya Boy mengerutkan dahi nya.
“Saat Boy sudah menikah!” ucap Chyra seketika membuat Arshen menghela napas nya dengan berat dan sedikit kasar.
Bagaimana tidak, Boy tidak akan mau menikah kecuali dengan Chyra. Sedangkan Chyra tidak akan mau ke sana sebelum Boy menikah.
“Bagaimana kalau Boy tidak ingin menikah?” tanya Arshen sedikit memancing, “Apakah perasaan mu kepada Boy sudah hilang?”
Chyra langsung tertawa getir mendengar pertanyaan dari kakak nya, “Kenapa dia tidak ingin menikah? Bahkan ia juga sudah dekat dengan Adel, bukan?”
“Chyra, apa kamu tahu bahwa dia sekarang amsih mendekam di penjara?” Vhyra langsung menatap ke arah Arshen dengan dahi berkerut, “Kecelakaan kamu dan Boy waktu itu.”
Kini, Chyra baru mengetahui bahwa ternyata kecelakaan itu perbuatan Adel. Namun, kendati begitu Chyra masih tetap sulit untuk melupakan setiap kata demi kata dan bayangan dimana orang tua angkat mengekang mereka.
Chyra tidak ingin membuat semuanya kembali kacau. Mungkin benar saat ini Adel di penjara. Tapi, hal yang Chyra takutkan, jika nanti dirinya benar kembali dengan Boy, akan melukai hati mom Felly lagi.
Dan Chyra tidak mau akan hal itu.
“Biarkan aku menjadi egois lagi. Aku hanya tidak ingin meruntuhkan dinding besar yang seharusnya menjadi pelindung mu. Biarkan aku emnjadi egois, untuk menyimpan luka ini seorang diri. Karena kini aku sadar, bahwa Cinta memang tak harus bisa saling memiliki. Luka yang ku rasakan, masih terlalu sulit untuk di lupakan. Aku hanya berharap, kelak Tuhan lah yang akan menjawab semua doa doa dan pertanyaan kita dengan pertemuan atau keadaan yang jauh lebih baik dari ini.”
Dalam hidup, tidak semua harus sesuai dengan kemauan kita. Ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Entah bagaimana nanti Tuhan akan mempertemukan kita kembali. Namun, saat Tuhan memisahkan, pasti emnginginkan kita untuk melakukan yang lebih baik lagi.
Semua yang berjalan, sudah tergambar dan tercatat jelas dalam takdir Tuhan. Nimati dan syukuri, ikuti alur nya dan syukuri di setiap detik nya. Percayakan bahwa semua akan Indah pada waktunya ....
...🕊...
...🕊...
...🕊...
...TAMAT .......
...Kisah Boy dan Chyra cukup sampai disini ya. Seperti kata Chyra, tidak semua yang kita inginkan harus menjadi kenyataan. Dan ini bukan termasuk sad ending yah, gak adayang mati disini. Di tunggu extra chap nya, atau kamar untuk ayah Antonio di sana nanti akan ada kejelasan tentang pertemuan Boy dan Chyra ... bye bye .......