I Hate You, Brother

I Hate You, Brother
Bab 2 S2



...~Happy Reading~...


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, kini akhirnya Boy sudah tiba di sebuah hotel yang cukup besar di sana. Saat laki laki itu hendak memasuki kamar, tanpa sengaja mata nya sempat melirik ke arah salah satu kamar yang sedang terbuka begitu lebar.


Terdengar suara tawa dari beberapa wanita di dalam sana. Seolah sedikit menggelitik hati nya, namun dia tidak ingin ambil pusing dan memilih untuk segera masuk ke dalam kamar nya karena memang tubuh nya merasa cukup lelah.


Bukan hanya fisik, namun juga hatinya yang terasa sangat lelah. Boy merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur sambil menatap langit langit hotel. Pikirannya kembali lagi menerawang pada sosok seorang gadis yang sudah sangat lama pergi dari hidup nya.


'Kamu dimana, Ra?' Menarik napas nya panjang, ia memejamkan matanya sejenak. Membayangkan kembali, wajah sang gadis yang selama ini sangat ia rindukan.


Drrttt... Drrrttt...


Sebuah getaran ponsel yang ada di dalam saku jas nya, membuat lamunan nya sedikit terganggu. Namun, ia juga tidak bisa mengabaikan panggilan itu, hingga akhirnya ia memilih untuk mengangkat sambungan telfon nya yang mana ternyata adalah dari Arkhan.


"Hemm," jawab Boy dengan sedikit malas.


"Udah sampai?"


"Hemm."


"Kapan lo mau ketemu mereka?"


"Mungkin besok pagi! Hari ini, gue mau istirahat!" jawab Boy lagi lagi menghela napas nya berat.


"Lo sekarang di mana? Kamar atau—"


"Kamar!" jawab Boy dengan cepat memotong pertanyaan Arkhan.


Seketika itu, Boy langsung memutar bola matanya dengan malas. Selalu seperti ini, entah sejak kapan dalam beberapa tahun terakhir ini. Entah Arkhan atau Dewa, pasti akan selalu menghubungi nya jika saat dirinya melakukan perjalanan bisnis seorang diri.


Kedua sahabat nya itu, selalu memberikan nya perhatian padanya. Mengingatkan akan semuanya dan bersikap seperti seorang pasangan.


Mungkin, itu adalah bentuk rasa sayang dari mereka untuk Boy. Akan tetapi, terkadang Boy juga merasa takut sendiri. Bagaimana tidak, karena hingga kini ketiga laki laki itu masih menyandang status jomblo abadi.


Yang mana jika mereka terus memberikan perhatian berlebihan pada Boy. Akan membuat laki laki itu berfikir bahwa kedua sahabat nya sedikit berbelok.


"Gak usah ingetin gue! Gue bukan anak kecil!" Setelah mengatakan itu, Boy langsung menutup sambungan telfon nya begitu saja.


Sementara itu, di tempat yang berbeda. Tepatnya Indonesia, kini Arkhan ternyata sedang bersama dengan seorang laki laki yang sangat di kenal oleh Boy.


"Menurut kakak gimana?" tanya Arkhan setelah melihat sambungan telfon dari Boy terputus.


"Ya sudahlah, biarkan saja. Mungkin, ini memang sudah jalan mereka akan bertemu!" jawab laki laki di sebelah nya yang tak lain dan tak bukan adalah Arshen, kakak kandung dari Boy.


Alasan mengapa Arkhan menghubungi Boy, adalah ingin memastikan posisi Boy saat ini. Yang mana ternyata, di hotel yang sama seorang gadis yang selama ini di cari oleh Boy juga sedang menginap dan berlibur di sana.


"Tapi, emang nya kakak yakin kalau Chyra ada di sana?" Arshen menganggukkan kepala nya pelan.


Laki laki itu segera mengambil ponsel nya dan memperlihatkan sebuah foto pap yang di kirimkan oleh sang adik di sebuah hotel. Yang mana ternyata hotel itu adalah hotel yang sama dengan yang di datangi oleh Boy saat ini.


'Tuhan, untuk kali ini saja. Hamba memohon demi sahabat hamba, tolong pertemukan mereka. Kali ini saya beneran jadi anak baik, saya tidak akan main main lagi. Setidaknya, setelah mereka bertemu teman saya bisa sedikit lebih waras dalam menjalani hidup.' gumam Arkhan dalam hatinya