
...~Happy Reading~...
"Selamat pagi semuanya!" Sapaan ceria dari Chyra seketika membuat semua menoleh dan menatap ke arah gadis berambut ekor kuda yang kini mulai ikut mendudukkan diri untuk berkumpul.
Chyra menarik kursi tepat di sebelah Arshen dan Els. Membuat Boy yang berada di seberang langsung menatap tajam ke arah Chyra.
"Duduk disini, Ra!" perintah Boy namun tak di hiraukan oleh Chyra.
"Aku sama kakak aja!" jawab Chyra tanpa menatap ke arah Boy.
Gadis itu justru lebih fokus mengajak ngobrol sang kakak dan adik yang ada di sebelah nya.
"Chyra!" bentak Boy dengan tiba tiba karena merasa Chyra tak menanggapi nya.
Mendengar bentakan dari Boy. Tak hanya Chyra dan kedua saudara nya yang terkejut. Melainkan para orang tua yang berada duduk di belakang mereka ikut terkejut kaget.
"Boy, pelan kan suara kamu!" ucap Arshen yang kini menatap tajam dan dingin kepada adik nya.
"Kakak sudah tahu semuanya, bisa kan kalau kakak gak pura pura amnesia gini!" balas Boy dengan tangan terkepal erat di bawah meja sana.
Pandangan matanya masih menatap kesal dan marah kepada Chyra dan kakak nya.
"Ini masih pagi, segera selesaikan sarapan kalian. Setelah itu kita kembali ke Jakarta!" ujar daddy Aiden bersuara dengan begitu dingin. Seketika membuat Boy dan Arshen langsung terdiam.
Pyarrrr!
Tanpa di duga dan di sangka, Boy tiba tiba langsung membanting piring di meja nya, laki laki itu segera beranjak dari kursi dan menarik tangan Chyra dengan sedikit kasar.
"Boy, sakit! Lepasin tangan aku ih!" pekik Chyra berusaha melepaskan diri.
"Boy, lepaskan tangan adik kamu!" seru daddy Aiden ikut beranjak dan menahan langkah Boy yang hendak membawa Chyra.
"Boy, kita bahas saat sudah di Jakarta!"
"Enggak Dad! Boy gak bisa berlama lama. Boy gak mau, pokoknya Boy tidak akan pernah menikah kecuali sama Chyra!"
"Boy!" seru mom Felly kini ikut bersuara menatap tak percaya pada anak nya, "Bagaimana bisa kamu punya pemikiran seperti itu. Dia adik kamu!"
"Dan satu lagi, kamu akan menikah dengan Adel, bukan Chyra." imbuh mom Felly sambil melirik ke arah Adel yang sejak tadi diam dan menundukkan kepala nya.
"Boy tidak akan menikah dengan siapa pun, kecuali Chyra."
Sementara itu, Chyra yang sejak tadi di cekal tangan nya oleh Boy hanya bisa diam dengan pasrah.
Ia sudah menyiapkan diri akan hal yang akan terjadi ke depan nya. Sejak ia mulai terbang ke Bali, Chyra sudah menduga akan ada hal yang di luar rencana.
Dan mungkin, inilah kejadian yang ia takutkan itu. Yakni, dimana orang tua nya akan menentang tentang hubungan nya dengan Boy.
"Boy tidak mau menikahi Adel!" jawab Boy masih tetap kekeuh.
"Tapi Boy memang harus menikah dengan Adel!" ucap Adel kini ikut bersuara, gadis itu mendongakkan kepala nya.
Ikut beranjak dan bangkit dari tempat duduk lalu menghampiri Boy dan Chyra beserta orang tua nya.
"Enggak!" Boy langsung menggelengkan kepala nya, "Gue cuma cinta sama Chyra. Bukan yang lain!"
"Tapi lo udah janji bakal nikahin gue Boy!" pekik Adel menatap Boy dengan penuh kemarahan.
"Lo inget apa yang udah kita lakuin dulu? Lo inget sama apa yang dulu lo bilang setelah ngelakuin itu? Lo janji bakal jadi suami gue, dan lo janji gak akan ninggalin gue!" imbuh Adel yang kini sudah berderai air mata menatap Boy.
...~To be continue... ...