
...~Happy Reading~...
Dear Boy
Hay ganteng, apa kabar? Aku selalu berharap dan berdoa, semoga kamu selalu baik baik saja. Jangan khawatir, sekarang keadaan ku sudah sangat baik, dan mungkin akan selalu baik.
Aku cuma mau ngucapin, terimakasih untuk kamu yang sudah mengisi hari hari ku dengan penuh warna. Maaf jika aku sempat egois ingin memiliki kamu. Tapi, sekarang aku sadar, bahwa mungkin perkataan Mommy ada benar nya.
Kita, di takdirkan sebagai saudara, bukan pasangan. Sekarang aku pasrah, dengan jalan ke depan nya. Jika memang kelak kita benar berjodoh, pasti kita akan bertemu lagi. Begitupun sebaliknya, kita pasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta ya.
Boy, jaga kesehatan. Jaga diri kamu baik baik, jangan cari aku lagi. Fokus lah dengan pendidikan dan karir mu. Buktikan padaku jika kamu bisa menjadi orang sukses.
Buktikan semua ucapan yang pernah kamu katakan padaku dulu. Aku disini sudah bahagia, dan aku akan selalu menyebut nama mu dalam doa ku. Meskipun mustahil akan terwujud, tapi percayalah hati dan perasaan ku masih tetap untuk kamu.
Plis, jangan cari aku. Kelak, Tuhan lah yang akan mempertemukan kita tanpa harus saling mencari. Jangan membenci Mommy apalagi Daddy. Jadilah anak baik, ya Ganteng.
From, orang yang selalu menyayangi mu. Chyra
...🕊🕊🕊...
Boy langsung meremas kertas di tangan nya dengan berlelehan air mata. Dada nya terasa begitu sesak ketika sudah selesai membaca surat yang di kirimkan oleh Chyra.
Dua tahun lebih, dirinya di tinggalkan oleh Chyra. Dua tahun lebih juga dirinya terus mencari keberadaan gadis itu dan masih belum membuahkan hasil.
Dimana keberadaan Chyra dan tempat tinggal nya, Boy sama sekali tidak bisa melacak nya.
Semua kontak Chyra sudah hilang. Bahkan, email atau sosial media semua seolah lenyap. Chyra sudah menutup bukunya bersama Boy dan sudah membuka lembaran baru.
“Aaarrrrrkkkhhhhh!” Boy menjambak rambut nya dengan begitu frustasi, ia sudah benar benar lelah mencari keberadaan Chyra.
Tidak ada satu pun yang bisa membantu nya. Bahkan, keluarga nya sediri tidak ada yang memberitahu nya sama sekali.
“Apa yang di katakan Chyra?” tanya Arshen yang sejak tadi melihat keterpurukan adik nya dari ambang pintu.
Boy bergeming, laki laki itu kini duduk di lantai dengan satu kaki yang di selonjorkan dan sebelah kaki nya ia tekuk untuk di jadikan tompangan tangan.
Menghela napas nya berat, Arshen mendekati Boy dan mengambil secarik kertas yang tadi di buang oleh Boy ke lantai, “Boy ... “
“Boy gak mau bicara Kak!” saut nya dengan cepat, suara nya begitu parau, dan Arshen cukup tahu bagaimana adik nya tengah menahan tangis.
“Jika benar kamu mencintai Chyra, buktikan. Seperti yang dia katakan, kamu harus bisa jadi orang sukses, bangkit lah Boy. Pantaskan diri mu, agar kelak saat kamu sudah bertemu dengan Chyra lagi, maka dia akan bangga pada mu. Setidaknya, kamu sudah punya hal untuk bisa di banggakan di depan nya. Jangan jadi pecundang,” ucap Arshen panjang lebar.
Boy terdiam. Seolah membenarkan perkataan sang kakak. Dirinya memang harus sukses, harus bisa membuktikan ucapan dan janji nya kepada Chyra dulu. Dimana dirinya berjanji akan menikahi Chyra saat sudah bisa berdiri dengan kaki nya sendiri dan sukses.
Rencana indah yang di bangun Boy dan Chyra dulu, akan merahasiakan hubungan mereka hingga saat mereka mandiri dan sukses. Akan tetapi, semua tak semudah yang mereka bayangkan.
Semuanya hancur karena perjodohan yang akan di lakukan mom Felly terhadap Boy dan Adel. Dan kini, Boy kehilangan Chyra. Benar benar kehilangan untuk waktu yang sangat lama.
...~To be continue .......