
...~Happy Reading~...
Satu bulan kemudian ....
Kesehatan Boy kini sudah mulai membaik. Bahkan, laki laki itu sudah mulai masuk sekolah seperti biasa lagi. Namun, meski begitu kini Boy sangat berbeda dengan sebelum nya.
Laki laki yang dulu begitu ceria, bad boy dan humoris. Kini berubah menjadi pendiam dan sangat irit bicara. Bahkan, ia tidak pernah lagi melirik ke arah gadis mana pun.
Hanya sekedar berbicara dengan sahabat nya saja, ia enggan.
Sejak dimana ia tahu bahwa ia tidak akan bisa bertemu lagi dengan kekasih nya, hatinya begitu sakit dan hancur.
Ia marah dan juga kecewa kepada keluarga nya. Maka dari itu ia memilih untuk diam kepada siapapun.
Boy tidak tahu dimana keberadaan Chyra. Semua keluarga seolah menutupi nya dari dia. Namun, satu hal yang Boy tahu bahwa Chyra selamat dan mungkin kini gadis itu juga sudah mulai membaik.
“Masih marah?” Boy langsung mendongakkan kepala nya saat merasakan sebuah sentuhan dingin di wajah nya.
Sebuah minuman kaleng dingin yang di berikan oleh sang kakak, berhasil membuyarkan lamunan nya tentang Chyra.
“Hem,” jawab Boy singkat, ia langsung membuka minuman kaleng itu dan meneguk nya sedikit.
“Fokus lah dengan belajar mu. Kelak, jika memang dia jodoh kamu. Kakak yakin, kamu pasti akan bertemu Chyra lagi,” ujar Arshen pelan.
“Tapi dimana Kak? Kasih tahu Boy, dimana Chyra saat ini. Setidaknya hanya itu yang bisa buat Boy tenang!”
Boy langsung mengerutkan dahi nya, sangat tidak mungkin jika kakak nya tidak tahu tentang keberadaan Chyra, pasal nya kak Arshen lah yang mendapatkan pendonor darah untuk Chyra kala itu.
Donor darah yang tidak bisa di lakukan oleh siapapun, termasuk ibu kandung Chyra. Hingga tiba tiba Arshen bertemu dengan seseorang yang kebetulan memiliki donor darah yang sama dengan Chyra dan berhasil membantu Chyra melewati masa kritis nya.
“Tolong hargai keputusan Chyra Mom. Terimakasih untuk semua kasih sayang yang pernah Mommy, Daddy dan kakak berikan kepada Chyra. Tapi Chyra mohon, lepaskan Chyra. Chyra tidak mau menghancurkan keluarga ini, Chyra sayang sama semua nya. Dan Chyra tidak mau, karena hubungan Chyra dan Boy akan menghancurkan seluruh keluarga Pranata.’
‘Chyra bahagia, sempat menyandang nama Pranata. Chyra juga bersyukur karena bisa memiliki keluarga sempurna seperti kalian semua. Tapi, Chyra sudah dewasa, biarkan Chyra memilih jalan sendiri.’
Bayangan demi bayangan perkataan yang di ucapkan Chyra sebelum pergi, membuat hati Arshen sedikit sesak. Adik yang sangat ia sayangi sejak kecil, kini pada akhirnya pergi meninggalkan nya.
Tak hanya Boy dan Arshen yang terpuruk dan kecewa dengan keluarga nya. Namun mom Felly juga ikut diam tidak lagi menjadi ceria seperti dulu. Hal yang paling ia takutkan selama ini akhirnya terjadi.
Dia kehilangan Chyra. Entah sampai kapan ia tidak bisa melihat putri nya lagi. Namun satu hal yang ia coba yakini bahwa kelak Chyra akan kembali pada nya.
“Kalian lebih suka Chyra pergi, di bandingkan bersanding dengan Boy! Kalian semua egois!” Ucap Boy dengan tiba tiba langsung berdiri dan pergi meninggalkan Arshen sendiri di pinggiran kolam renang.
Saat hendak menaiki tangga, Boy tanpa sengaja berpapasan dengan mom Felly. Keduanya memiliki wajah datar, saling menyalahkan dan saling mendiamkan satu sama lain.
Tidak ada teguran sama sekali, Boy langsung melewati ibu nya begitu saja untuk menuju kamar nya.
...~To be continue .......