
Saat ini kenzo sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sembari menengok kanan kiri mencari penjual bubur kacang ijo , sudah sejam mereka mengelilingi jalan namun tak menemukan penjual bubur kacang ijo , “ padahal tadi pagi qku masih lihat ada beberapa penjual bubur kacang ijo disekitar sini” ucap kenzo , sambil menghentikan mobilnya di pinggiran taman kota
“apa kita kesiangan , tapi aku pingin banget”ucap kesya dengan raut wajah penuh harap , sambil mengelus perutnya ,
Kenzo menarik nafas saat melihat wajah istrinya “ sebentar aku tanya orang dulu , siapa tau ada yang tahu dimana rumah pedagang bubur yang biasa mangkal disini” ucap kenzo sambil mengelus kepala istrinya disertai kecupan kilat , kemudian dia turun dari mobil , berjalan ke pedagang somai yang tidqk jauh dari mobil nya , “ permisi pak numpang tanya” ucap kenzo sopan
“ iya ada yang bisa dibantu” sahut penjual somai ramah
“ apa bapak tahu rumah ibu ibu penjual bubur kacang ijo yang biasanya mangkal disini pak?” tanya kenzo antusias
“ dia istri saya , ada apa ya nak?” tanya pria paruh baya itu
“ sukurlah ,nama saya kenzo gini pak istri saya ngidam pengen makqn bubur kacang ijo, apa masih ada ya?” ucap kenzo
“ ohh , masih masih ada , tapi saya masih jualan dagangan orang ini nak yang mau antar kerumah , gimana kalau nak kenzo kerumah saya sendiri gak jauh kok” ucap pria paruh baya itu,
Kenzo menanyakan nama penjual somai itu yqng bernama pak selamet, setelah pak selamet memberitau alamatnya , kenzo tanpa pikir panjang langsung melajukan mobilnya kearah rumah pak selamet.
Saat ini kenzo dan kesya jalan kaki kerumah pak selamet dikarenakan mobilnya tidak bisa melewati gak yang mengarah kerumah pak selamet .
Kini mereka sudah berada di depan rumah sederhana pak selamet , sebelumnya kenzo menanyakan rumah pak selamet pada salah satu orang yang lewat , dan mereka memberi tahu jika rumah pak selamet sudah ada didepan merekan ,
“ buk , aku itu kerja nya setelah jam sekolah , jadi gak akan mengganggu waktu aku sekolah , ibuk tau kan nilai aku masih sama sama saja gak pernah menurun walau aku kerja sampingan” suara anak gadis terdengar dari rumah pak selamet
“ kamu masih muda nak gak usah ikutan kerja biar bapak sama ibuk yang cari uang” ucap sang ibuk
“ buk , aku ngelakuin ini karna aku gak mau dinikahi ama bandot tua itu , buat bayar utang ibu tahu sendirikan dia sudah punya istri 3 , bahkan anaknya sudah seusia aku , aku tau aku gak akan bisa langsung bayar hutang itu semua , tapi tidak ada salahnya kan aku berusaha sebelum waktu yang ditentukan pria tua itu” ucap anak gadis itu ,
Kenzo dan kesya saling tatap “ apa kita dateng pada waktu yang gak tepat” tanya kesya sambil berbisik pada suaminya, namun kesya merasa kasihan mendengar cerita yang tak seharusnya mereka dengar itu,
Seorang anak gadis keluar dari rumah itu dengan raut wajah ditekuk , “ ada yang bisa dibantu” tanya nya ramah
Kenzo dan kesya merasa terciduk “ begini saya mau beli bubur kata pak selamet tadi masih ada , beliau menyuruh kami kesini” ucap kenzo
***
Kesya saat ini sedang menikmati bubur kacang ijo dia hampir menghabiskan dua mangkok dalam waktu yang singkat , sedangkan kenzo hanya menemani istrinya makan , ibu Lastri ( penjual bubur) orangnya cukup ramah dia wanita paruh baya yang tergolong awet muda, sedangkan anak nya yang bernama fitri juga tergolong gadis yang baik yang mau membatu kedua orang tuanya di usia yang muda , bahkan dia tidak gengsi bekerja paruh waktu di salah satu tempat makan sebagai buruh cuci piring ,
“ ini bener bener enak , kenapa ibuk Cuma jual setengah hari” ucap kesya setelah selesai makan
“ ibuk sudah tua jadi gak betah kalau harus panas panasan , apa lagi asem urat ibu kadang kadang kumat kalau ke capek an , penghasilannya gak cukup buat bawa ke dokter , belum juga biaya pereman yang harus dibayar” ucap lastri sambil mengambil mangkok kotor yang di pengang kesya
Kesya merasa kasihan mendengar cerita buk lastri , mengingat mencari uang dikota besar sangat sulit ,
Namun tidak dengan kenzo dia merasa tidak asing dengan orang yang dia temui kali ini ,
bersambung