I cannot forgive you

I cannot forgive you
Episode 3



Saat ini Dilan dan mikayla sedang makan malam bersama, dilan menemani mikayla makan karena  vania ada urusan diluar kota


“Mas ada yang ingin aku katakan sesuatu padamu”ucap Mikayla


“Ada apa?” tanya Dilan datar sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya


“Mas aku hamil”dengan wajah bahagia mikayla memberi tahu suaminya ,namun tanggapan yang diberikan suaminya membuat dia kecewa


Dilan tersedak saat mendengar apa yang dikatakan mikayla dengan cepat ia mengambil minum yang ada di depannya “apa Kamu hamil?” tanya Dilan seolah dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Mikayla merasa heran dengan ekspresi suaminya bukan ekspresi seseorang yang bahagia melainkan seseorang yang terkejut, Mikayla menanggapi pertanyaan suaminya dengan menganggu


“Sudah berapa bulan?" tanya dilan


“Baru 2 bulan”


“Kamu lanjutkan makanya aku ada urusan yang harus aku kerjakan” dilan meninggalkan Mikaila di tengah tengah waktu makan mereka


Mikayla mengiyakan ucapan suaminya dan melanjutkan makan


Di sisi lain Dilan menelepon Vania dia menjelaskan bahwa kemungkinan untuk menceraikan mikayla sangat kecil apa lagi saat ini mikayla  sedang mengandung darah danhingnya


“Sayang Ada yang ingin aku bicarakan padamu” ucap Dilan


“Ada ap?”a tanya vania


“Mikayla hamil Kurasa aku tidak bisa menceraikan nya”


“Apa!  Vania terkejut dengan apa yang dikatakan “kamu bohong kan?” vania tak percaya apa ug dikatakan dilan


“ sumpah , buat apa aku bohongin kamu !” dilan meyakinkan vania agar dia percaya apa yg dia katakan


Tiba-tiba pikiran kotor di otak Vania “Bagaimana kalau kita menyingkirkan mikayla sebelum dia melahirkan anak itu?”


Apa kau gila Bukankah ini terlalu berisiko” tanya Dilan


“Apa kau lipa jika aku tergila gila padamu” Vania berpikir sejenak “kau tahu kan Mikayla tidak bisa berenang Bagaimana kalau kita ajak dia berlibur dan kita menyewa kapal pasti tengah-tengah laut kita buang dia”


Karena Dilan sudah dimabuk oleh cinta dia mengiyakan apa yang disarankan oleh Vania


 


 


 


 


>>>


 


 


Saat ini mereka bertiga sudah ada di salah satu pulau yang sangat terkenal di Indonesia Vania mengajak mikayla untuk pergi berlibur bersamanya dengan alasan dia ingin jalan-jalan di pantai dan ingin naik kapal Ferry, karena Mikhaila tidak ingin membuat sahabatnya kecewa dia mengiyakan ajakan Vania.


Sekitar jam 4 dini hari di atas kapal mikhayla mencari suaminya yg tidak ada didalam kamar, dia tidak sengaja  tidak sengaja mendengar suara suaminya di kamar vania , mikaula memergoki suami dan sahabatnya sedang bercinta


“ Apa yang kalian lakukan Hah”ucap mikayla menghampiri sepasang penghianat itu


“Seperti yang kau lihat” ucapannya tanpa wajah bersalah sambil memakai gaun tidur yg berserakan dilantai


Mikayla yang sudah dibatas kesabarannya dan malah mendengar omongan yg menurutnya tidak patut dikatakan oleh vania, dia menampar wajah vania ,“ Bukankah kau sahabatku Kenapa kau tega melakukan ini padaku” ucap mikhayla sambil teriak


Vania memegang pipi yg habis ditampar oleh mikayla


“Apa kau tahu dilan tidak pernah menginginkanmu” sentak vania


“Mas katakan kalau omongan Vania gak benar” , Mikayla mendekati suaminya., dia ingin penjelasan dari mulut suaminya


“Vania tidak salah , karena sejak awal aku memang tidak pernah mencintaimu dan aku menikah menikah denganmu karena terpaksa, aku tidak bisa menceraikanmu karena jika aku menceraikan mau sama halnya aku menceraikan uangku” ucap Dilan dengan wajah tanpa dosa , berdiri   memakai baju dan memakai celana


Tubuh mikayla seolah tak berotot kemudian dia duduk tak berdaya mendengar penjelasan dari suaminya , mikayla menangis pilu  “Bisa-bisanya ada orang seperti kalian  sejak Kapan kalian melakukan hal ini di belakangku”


“ sejak awal pernikahanmu” jawab Vania diiringi senyum tanpa dosa


Mikayla berdiri dari duduknya dan menampar dilan dengan keras, setelah menerima tamparan dati mikayla dilan membungkam mulut istrinya dengan lakban , mikayla meronta namun dia kalah tenaga,


“Kau tau kenapa aku mengajakmu ke sini , karna aku ingin membunuh mu disini” , ucap raffai sambil bejalan  mikayla mengidik ngeri mendengar ucapan dilan


“ Ya Allah ternyata selama ini aku menikahi seorang psikopat yg tega membunuh anaknya sendiri demi kebahagiaannya sendiri” gumam nina dalam hati , air mata nina mengalir tanpa henti dia tidak percaya bahwa dia akan mati ditangan suaminya sendiri.


Vania melihat keadaan sekitar , dia berjalan ke arah depan kapal takutnya ada awak kapal yang melihat kejahatan mereka malam ini. Setelah melihat keadaan aman vania memberi tahu dilan untuk bertindak dengan cepat ,


 


 


mereka sengaja tidak mengikat tangan dan kaki mikayla, agar saat jenazah mikayla di otopsi tidak ada hal yang mencurigakan. Bahkan sekarang mereka sudah membuka lakban yg ada dimulut mikayla.


 


 


Dilan mendorong mikayla ke laut , mikayla sempat berteriak minta tolong namun sia sia tidak ada yg mendengar suaranya , dilan dan vania tersenyum karna mereka berfikir telah menyingkirkan hambatan untuk hubungan mereka untuk selamanya  , mikayla berusaha untuk membuat tubuhnya tidak tenggelam namun usahanya sia sia , kini tubuh milaika sudah tidak bisa dilihat dari permukaan laut.


 


 


 


 


 


 


luangkan waktu anda untuk komen atau meng like , karna penulis juga meluangkan waktu istirahatnya untuk menulis


terimakasih