
Setelah puas menyiksa mikayla vania keluar dari dalam gudang , membawa belati yang bersimbah darah ditangannya , vania kaget melihat anak buahnya sudah terkapar di tanah , Dia melihat kebeberaap orang yang tak jauh dari mereka “ Dilan” gumamnya setelah melihat dengan jelas wajah dilan, wajahnya pucat pasi saat melihat sosok lain disamping dilan
Kenzo melihat benda tajam yang ada ditangan vania , melihat tetesan darah segar yang terjatuh ketanah , dadanya sesak seketika tatapanya menjadi gelap
“ kenzo”gumam vania ketakutan , karna dia tau sepak terjang kenzo sangat mengerikan didunia bisnis ,
Bersamaan dengan vania bergumam namanya , kenzo menarik platuk pistolnya mengarahkan tepat pada pergelangan tangan vania , tak membutuhkan waktu lama untuk memidik kenzo langsung melepaskan platuknya
Dor
“AUw “jerit vania saat pluru menembur pergelangan tanganya yang memegang pisau , secara otomatis pisau yang dia pengang jatuh ketanah ,
Dilan terkejut melihat apa yang dilakukan kenzo , ternyata rumor yang beredar selama ini bener jika kenzo bukan orang yang bisa diusik kehidupannya ,
Kenzo menatap dingin vania kemudia dia melangkahkan kakinya masuj kedalam gudang kumuh yang berdara di belang vania , melewati wanita itu yang meringkuk ditanah kerna sakit dipergelangan tangannya .
Beberapa anak biah kenzo langsung meringkus vania ,
Langkah kaki kenzo terhenti saat melihat tubuh wanita yang dia cintai, bersimbah dara bahkan gaun berwarna putih yang dia kenakan sudah berubah warna , kenzo terteguh sesaat kemudian dia berlari ke tubuh miakyla yang tergeletak ditanah , dengan cepat kenzo menangkup wajak mikayla , manaruhnya diatas pahanya , kenzo menepuk pelan wajak miakyala
“sayang bangun buka matamu”ujar kenzo namun tak mendapatkan respon dari wanita yang dia cintai itu ,
Kenzo mengecek denyut nadi mikayka yang semakin melemah , dengan cepat dia menggangkan mikayla kedalam gendongannya . dia berjalan dengan cepat keluar dari dalam gudang ,
Bawahan kenzo yang berada diluar kaget mendapati keadaan mikayla yang bersimbah darah , begitupun dengan dilan matanya manatap tubuh mikayla yang tak sadarkan diri perasan bersalah meruap dalam hatinya
Sebuah ambulance yang sudah datang , leo hubungi sebelum mereka menyergap vania karna takut ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
Beberapa petugas medis turun dari dalam ambulan dengan cepat mereka menarik brankar dorong , kemudian mendorong kearah kenzo ,
Petugas meminta kenzo untuk menaruh tubuh miakayla diatas brankar , kemudian mereka mulai melakukan peryolongan pertama , dan memasukkan mikayla kedalam ambulance kenzo ikut masuk dia ingin memastikan jika wanita yang dia cintai itu baik baik saja .
Setelah sampai dirumah sakit mikayla langsung dimasukkan kedalam ruang unit gawat darurat , sudah hampir 2 jam mikayla menerima perawatan didalam sana ,
Ada beberapa suster yang berlalu lalang membawa kantong darah masuk kedalam ruangan itu
Kenzo duduk di kursi yang berada didepan ruangan itu ditemani oleh leo , kenzo menyandarkan tubuhnya kepunggung kursi ,
“ bagaimana dengan wanita sialan itu”ujar kenzo yang baru ingat tentang vania ,
“dia berada ditempat itu”ujar leo ambigu , kenzo mengerti tempat apa yang leo makasud .
“Setelah selesai kirim dia kepenjara , buat dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi”ujar kenzo sambil menghembuskan nafas kasar
“akan terjadi sesuai printah”ujar leo kemudian melangkahkan kalinya pergi meninggalkan kenzo
Vania saat ini berada di tampat terlutup , tangannya dibalut perban namun tak diberikan obat penahan sakit , hingga dia menahan prih dan juga nyilu dipergelangan tangannya ,
Seseorang masuk kedalam ruangan dimana vania berada , kemudian berhenti tepat didepan vania , laki laki itu memegang dagu vania “ cantik”gumamnya , dia menatap vania dengan tatapan mesum
“apa yang kau lakuan hah”bentak vania saat laki laki itu mualai merobek baju yang dia kenakan , vania meronta berusaha lepas dari laki laki yang telah berada diatas tubuhnya itu
plak
sebuah tamparan keras mendarat dipipu vania , membuat wajahnya “ kau akan tahu jika aku sudah mulai” ujarnya sambil mengelus pipi vania dengan jarinya “kalia cepat masuk , wanita ini merepotkan aku buatuh bantuan kalian”ujar pria itu
wajah vania memucat saat melihat lebih 5 pria masuk kedalam ruangan itu,
mereka menaruh tuhuh vania yang sudah polos tanpa sehelai kainpun diatas meja , beberapa dari mereka awalnya bergantian memengang tangan vania karna wanita itu berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri
tubuh vania sudah mulai lemas setelah apa yang dilakukan pria pria itu , vania sudah kehilangan tenaga untuk meronta , dia membiarkan tubuhnya yang mulus di jajah begitu saja oleh pria yang tidak dia kenal
bersambung