I cannot forgive you

I cannot forgive you
Episode 28



Vania dikeluarkaan dari grup LH beauty dia tidak bisa membuka salonnya lagi karena vania terbukti bersalah atas pemalsuan produk cosmetik selama ini.


Saat ini vania ada di rumah yang dia tempati dengan dilan , selama ini mereka tingal seatap namun tak bertegus sapa , seperti orang lain


Diruang tamu dilan baru saja pulang dari kantor,


“ sayang , maafin aku yaa , aku ngaku selama ini aku salah” rayu vania pada dilan


“ kemana aja kemaren kok baru nyadar sekarang , ohh apa jangan jangan salon kamu bangkrut jadi kamu mau aku suntik dana untuk salon mu itu” ejek dilan kemudian duduk tak menghiraukan vania


“ enggak! Aku tuh beneran sayang sama kamu , selama ini aku hilaf, kamu maukan maafin aku” vania duduk bersandar pada bahu dilan , vania sengaja menggunakan baju sexy untuk menggoda dulan , vania tahu betul kalau suaminya itu akan tergoda dengan penampilannya yang sexy


Dilan meneis tangn vania saat wanita itu ingin mengalungkn tanganya ke leher dilan, dian tersenyum mengejek sambil melihat vania “ kau pikir aku akan tergoda dengan Penampilanmu yang seperti ini, aku sudah mengurus surat cerai kita minggu depan akan keluar” ujar dilan


“Apa maksudmu” vania sok mendengar ucapan Dilan


“Kita akan cerai, aku sudah menemukan wanita yang jauh lebih baik daripada kamu, aku juga akan mengurus tunjangan bulanan untuk mu, tidak perlu khawatir untuk biaya hidupmu”ucap dilan


“ aku tidak bisa terima semua ini begitu saja, kau tahu aku sudah mengorbankan banyak hal untukmu” ucap vania emosi


“Apa maksudmu mengorbankan banyak hal, bukankah kau hanya mengorbankan tubuhmu untuk menggodaku” sanggah dilan


“ Kau” Vania emosi hendak melayangkan tangannya ke wajah Dilan,  namun Dilan memegang pergelangan tangan Vania sebelum menyentuh wajahnya.


Dilan menepis tangan Vania dia berdiri meninggalkan Vania yang masih mematung di sofa “ kau bisa mencari tempat tinggal terlebih dahulu sebelum aku mengusirmu keluar dari rumah ini” ujar Dilan yang kemudian pergi meninggalkan Vania


“Ahh, apa-apaan ini setelah semua  yang ku lalui selama ini bisa-bisanya hancur dengan hitungan detik, aku harus mencari tahu siapa wanita yang telah menggoda Dilan selama ini, menyingkirkan wanita itu” Vania menyunggingkan senyumnya dengan tatapan mata yang penuh dengan rasa ingin membunuh


>>>


Dilan membawa mikayla ke tempat pembangunan proyek pembangunan hotel , setelah itu dia membawa mikayla ke salah satu mall terbesar dijakarta , dilan memilih cincin yang cocok dengan mikayla berhubung ukuran cincinya tidak cocok dengan jari mikayla, mereka harus menunggu 1 minggu untuk mengambil cincin pesanan mereka, dilan tidak menyadari kalau vania dari tadi sudah mengikuti mereka , namun tidak dengan mikayla salah satu orangnya sudah memberi tahu mikayla jika vania membuntuti mereka


“ aku lapar, Bagaimana kalau kita ke salah satu kafe di depan sana” ajak Mikaila dengan menggandeng  tangan Dilan


“ sesuai keinginan anda dan Putri” senyum Dilan merekah saat melihat Mikaila, mereka berjalan ke arah cafe yang di tunjuk oleh mikayla


mikhayla dan Dilan sudah memesan saat ini mereka sudah duduk di salah satu meja yang ada di kafe tersebut,


Mikhaila menyadari bahwa Vania menatap ke arahnya , mikhayla sengaja memberikan minuman yang sudah dia minum pada dilan “ mau coba ini rasanya enak” mikayla menyodorkan gelasnya pada dilan


“Kenapa tidak” ujar dilan yang kemidian menuesap minuman itu dari sedotan yang mikayla pakai “ benar ini enak” dilan mengangguk


Vania yang dari tadi sembunyi agar dilan tidak melihatnya , melihat tingkah mikayla dan juga dilan membuat dia geram dan keluar dari persembunuiannya , berjalan ke arah mikayla dan juga dilan


“ kamu” ujar dilan saat dia melihat vania sudah ada didekat mereka


“ vania bagai mana kabarmu? Sudah lama tidak ketemu, ayoo duduk dulu ” sapa mikayla dengan wajah tampa dosa tersenyum ramah melihat kedatangan vania


“ kau pikir aku baik baik saja setelah apa yang kau perbuat hah?” bentak vania


“Apa maksudmu?” tanya mikayla


“Vania, sudah cukup” bentak dilan , secara bersamaan vania menyiram dilan dengan minuman yang ada dimeja , dilan berdiri dan membersihkan muka nya yang basah karna perbuatan vania, benyak orang yang melihat kearah mereka


“ apa kau tidak tahu jika dilan sudah punya istri nona kesya yang terhormat” ucap vania


“Tapi bukanya kalian akan segera bercerai , lalu apa salahnya toh aku dan dilan saling mencintai” ujar mikayla dengan senyum yg melekat dibibirnya


“ kau , dasar wanita murahan, bisa bisanya ada wanita yang tidak tahu malu sepertimu ” geram vania hendak menampar mikayla , sebelum vania menampar mikayla dilan sedah terlebih dulu memegang tangannya


“ sudah cukup” bentak dilan , dia melepaskan tangan vania dan meraih tangan mikayka karna sudah ada banyak orang yang melihat mereka , dilan dan mikayla berjalan menjnggalkan vania begitu saja ,


“Artt, dasar bajingan” umpat vania kesal ,


>>>>


“ auw” serru mikayla saat mereka sidah ada didepan mobil dilan


Dilan melepaskan tangan mikayla“ maaf aku tidak bermaksud menyakitimu” ujar dilan kemudian merai tangan mikayla yang merah karna ulahnya


“ tidak apa” ujar mikayla , saat melihat raut khawatir dimuka dilan


“ tidak ada yang menginginkn hal seperti itu terjadi” ujar mikayla , dilan melepas lelukan mereka


“ kau wanita yang sangat baik, seharusnya aku bertemu dengan mu sejak dulu” ucap dilan memengang muka mikayla


“  dulu kau menyia nyiakanku” gumam mikayla dalam hati , dilan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah mikayla dia hendak mencium mikayla “ tangan ku” seru mikayla membuat dilan meng urungkan niatnya


“Sepertinya kita harus kedokter terlebih dahulu” ajak dilan dengan wajah malu karna dia gagl mencium mikayla, mikayla mengangguk i ajakan dilan , mereka masuk kedalam mobil


 


 


 


 


Bersambung


Ikutin terus yaaa


Jangan lupa komen like dan share