
mukayla berjalan pergi dari rungan dilan degan cepat dia berjalan ke arah tangga darurat , masuk kedalm ruangan tangga darurat, dengan pelan dia menutup pintu , mikayla mengintip kearah lift yang tepat di depan pintu dia melihat vania keluar dari dalam lift, mikayla tersenyum penuh arti😏,setelah melihat vania masuk kedalam ruangan dilan mikayla keluar dari persembunyiannya , dengan langkah cepat dia berjalan kearah lift dan menekan tombol lift tak butuh waktu lama lift itu terbuka dan mikayla masuk kedalam lift , menekan tombol dasar lantai itu , mikayla menyunggingkan senyimnya sampai pintu lift tertutup .
disisi lain dilan masih sibuj memakan makanan yang diberikan mikayla, vania membuka pintu ruangan dilan , “apa ada yang ketinggalan”ujar dilan , berfikir mikayla lah yang masuk kedalam ruangannya ,tanpa melihat siapa yang berdiri di depan pintu.
Apa maksud mu”ujar vania lantang, membuat dilan kaget sambai menjatuhkan sendok yang dia pengan, “ kau makan makanan dari siapa hah” ujar vania berjalan kearah dilan,
Tidak seperti yang kau kira” ujar dilan berdiri dari duduknya , berusaha menjelaskan pada vania
Vania membantjng kotak makanan itu kelantai sampai suara suara sendok dan kotak makan itu menggema didalam ruangan itu , dilan mencoba menghentikan aksi vania yang memporak porandakan ruangannya, kemudian vania melihat kain putih berukuran persegi , dia mengambil kain itu dan mencium kain yang tak lain adalag sapu tangan yang ditinggalkan mikayla di tempat itu, vania mencium bau yang sama seperti bau yang dia cium dari jaz suaminya, vania melempar sapu tangan itu kemuka dilan “kau masih mau mengelak jika kau tidak selingkuh, lantas ini semua apa hah?”bentak vania frustasi dia mengangkat tangannya untuk menampar dilan , sebelum tangan itu menyentuh pipi dilan, dilan sudah memengang tangan vania,
Plak
Auu
Bekas tamparan tergambat di muka vania “ sudah cukup kau menamparku kemarian” ujar dilan sambil memegang dagu vania “ kuharap kau instropeksi diri apa kesalahanmu , jangan selalu menyalahkan orang lain” ujar dilan dengan penuh penekanan , vania kaget melihat sikap dilan yang begitu kasar padanya, dilan melepas tangannya dari dagu vania, vania memegang pipinya yang merasa sangat perih akibat tamparan dilan, setelah itu dilan berjalan keluar dari ruangannya untuk menenangkan diri tanpa harus melihat wajah vania, Vania tertunduk lemas dilantai , “ kenapa jadi seperti ini” ujar vania frustasi dan mengacak ngacak penampilannya, setelah cukup lama vania duduk dia berdiri berjalan meninggalkan ruangan dilan yang seperti kapal pecah.
Saat ini vania sudah keluar dari kantor dilan dengan keadaan yang acak acakan , banyak karyawan kantor yang mengomentatinya dari kejauhan tentang penampilanya , namun vania tak menggubris ucapan ucapan karyawan itu ,
Mikayla melihat vania dari dalam mobilnya tersenyum lebar penuh kemenanggan “ kurasa ini belum sepadan dengan apa yang kalian perbuat pada ku ” kata kata itu keluar daru mulut mikayla, dengan senyum yang mengambang dibibirnya “aku akan mengambil apa yang menjadi hak ku” ucap mikayla lirih . setelah puas melihat vania mikayla melajukan mobilnya keluar dari area kantor itu.
>>>
Disebuah salon kecantikan sarah atau ibu dilan dan beberapa temannya berapa di sana untuk melakukan perawatan kulit,
Permisi apa ada yang namanya ibu sarah? Ujar salah satu pelayan salon
Iya saya ada apa ya?” tanya sarah penasaran, dia menutup majalah yang dari tadi dia baca karna salon tersebut banyak pengunjung .
Ibuk ikut saya bos kami sudah menyiapkan ruang VIP untuk anda” ujar pelayan salon itu
Sarah bertanya tanya siapa yang sudah menyiapkan ruang khusus untuknya “mungkin vania” gumam sarah dalam hati
Sebaiknya ibu ikut saya”ajak pelayan itu dengan ramah , sahar mengangguk “saya duluan ya” sarah berpamitan kepada beberapa temannya, sarah mengikuti pelayan itu dari belakang , sampai pelayan itu perhenti di ruangan bernuansah putih dan banyak peralatan untuk perawatan wajah sudah tertata rapi di meja dan beberapa lilin aroma terapi sudah dibakar diruangan ktu
Pelayan itu mempersilahkan sarah untuk duduk , setelah itu dia pergi tak lama kemudian satu pelayan salon mendatanginya membawa masker yang terbuar dari mas ,
Permisi bisa saya langsung mulai”ujar pelayan itu
Silah kan” ujar sarah menyandarkan bahunya ke kursi dan menutup matanya , pelayan itu membersihkan wajah sarah setelah itu memakailan masker ke wajah sarah sambil memberikan pijatan pada wajah sarah , mikayla masuk keruangn itu dan meng isyaratkan pelayan salon untuk pergi dari ruangan itu., setelah pelayan itu pergi mikayla menggantikan posisi pelayan itu dan memijat wajah sarah .
Pijatannya enak” seru sarah yang masih menutup kedua matanya.
Mungkin karna efek masker ini jadi pijatannya terasa enak” jawab mikayla
Tidak, aku rasa pijatan mu yang terasa enak, siapa namamu?” tanya sarah , sarah merasa tidak asing dengan suara pelayan.yang melayaninya
Kesya park” sahut mikayla
Siapa?”sarah mengulang pertanyaanya
Kesya park nyonya, saya berasal dari korea selatan” ujar mikayla
Sarah membuka matanya guna memastikan bahwa suara yang dia dengar bukan suara menantunya, alangkah kagetnya dia saat membuka mata dan melihat sosok mikayla dihadapannya “mikayla , tidak mana mungkin , kau kan sudah mayi ”ujar sarah histeris
Jangan sentuh aku” ujar sarah, sambil membuang masker yang ada diwajahnya , dia mengambil tas tangannya kemudianberjalan terbirit birit menginggalkan mikayla senridian di dalam ruangan itu, karna ketakutan
Ini baru salam pembukaan mama” mikayla menyunggingkan senyumnya , melihat sahar pergi dari ruangannya dengan keadaan yang kacau
bersambung
Akan ku kembalikan rasa sakit yang sama banyak seperti kesakitan yang kau berikan pada ku
author mau tanya seandainya anda disakiti dan anda mempunyai kesemptan untuk membalasnya , apa anda akan memmbalas perbuatan mereka yang menyakiti anda?
jangan lupa like coment sebagai bentuk dukungan untuk outhor agar novel ini bisa update setiap hari
terimaksih