
Mata kesya membulat saat makanan kesukaanya itu masuk ke dalam perutnya ,
Kenzo melihat dengan jelas expresi istrinya yang berubah “ sayang kamu kenapa jangan bercanda” tanya kenzo kemudian berjalan mendekati istrinya
“emzzz , aku mau muntah” ucap kesya kemudian berlari ke kamar mandi , dan memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.
Kenzo berjalan menyusul kesya kekamar mandi dia sudah mendapati kesya berdiri didepan westafel “ kamu gak papa kan” tanya kenzo cemas
“ aku gak papa , kayaknya anak kamu gak suka makan petai” ujar kesya sambil memanyunkan bibirnya , kesya berjalan keluar dari kamar mandi sambil menggandeng tangan kenzo
“ jadi makanan itu yang membuat istriku muntah muntah” gumam kenzo dalam hati kemudiam bernafas lega karna awalnya dia berpikir jika istrinya keracunan “ mau lanjut makan?” tanya kenzo khawatir karna wajah kesya berubah pucat
“tidak aku mau minum susu saja” ucap kesya karna dia berpikir jika dia makan , maka dia akan memuntahkan makanan itu kembali .
“ ya sudah kita ke kamar dulu , biar aku nanti yang bikinin susu” ucap kenzo sambil mengelus perut kesya dan menundukkan kepala “ sayang kamu jangan nakal ya , bantuin jagai mama ok” ujar kenzo seolah anak dalam kandungan kesya mengerti apa yang dia ucapkan
Kesya terkekeh melihat tingkah suaminya yang sangat menggemaskan menutrutnya.
Setelah mengantar kesya kedalam kamar kenzo kini sedang membuat kan susu untuk istrinya , dia baru ingat jika dia belum menyingkirkan makanan yang mumbuat istrinya pucat itu.
“ mbak tolong singkirkan makanan itu aku tidak ingin melihatnya, dan seterusnya jangan pernah memasak masakan itu lagi!”printah kenzo pada salah satu asisten rumahnya
“baik pak “ jawab asisten rumahnya dengan sopan , kemudian mengerjakan apa yang kenzo sutuh padanya.
Di hotel
Yin si cen penasaran dengan wanita yang dia temui , dia telah menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang wanita yang sudah memarahinya , dan merampok secara terang teragan walau sebenarnya dia sendiri yang menyerahkan uangnya dengan suka rela.
“ aku harap kita akan segera bertemu” ujar yin si cen , pada wanita yang tak dia ketahui siapa namanya itu .
Tok tok
Soarang pria mengenakan jas lengkap dengan kaca mata yang bertengger dihidungnya masuk kedalam ruangan yin si cen , mereka sengaja memesan kamar hotel VVIP dengan fasilitas lengkap , tersedia dua kamar , dapur ruang tamu dalam ruangan itu ,
“ ada apa jin su?” tanya yin si cen pada sekretarisnya yang baru saja masuk kedalam ruangannya itu
“ pihak mahardika group ingin mengajak makan malam besok malam , ku rasa ini kesempatan yang bagus untuk mengetahui secara langsung sikap CEO Perusahaan itu dari pada isu isu yang beredar” ujar jin su mengingat apa yang telah dia dengar dari beberapa kenalannya didunia bisnis jika kenzo adalah orang yang tak bisa dijadikan lawan dalam dunia bisnis. Jin su sangat ingin bertemu dengan orang yang disegani banyak orang itu.
“ benar ini juga kesempatan untuk ku agar bisa melebarkan sayap di negara ini , jika kita bisa berkerjasama dengan dia itu sangat bagus untuk usaha kita” ujar yin si cen “ apa kau telag menemukan apa yang aku minta tadi” imbuhnya
“ baik lah aku mengerti, kau bisa keluar” perintah yib si cen , kemudian membalikkan tubuhnya menghadap kearah jendela yang memeperlihatkan hamparan ibu kota .
Jin su membungkukkan untuk memberi hormat pada bos nya kemudian dia berjalan pergi dari ruangan itu.
**
“apa sda sesuatu yang ingin kau makan biar aku belikan?” tanya kenzo karna semenjak jam makan siang kesya belum mengisi perutnya dengan makanan dia hanya meminum susu pemberiannya
“ aku ingin makan bubur kacang ijo!” ujar kesya , tiba tiba terlintas dibenaknya untuk memakan bubur kacang ijo .
“ baik lah aku akan mencarikannya untuk mu , apa ada lagi hemzz” tawar kenzo ,
“ tidak, aku ingin makan di tempat jualan bukan di rumah , aku akan ikut bersama mu?” titah kesya tanpa mau menerima penolakan dan sudah berjalan ke lemari pakaian untuk mengambil jaket
Kenzo hanya bernafas panjang mendengar ucapan istrinya , “ wanita sulit ditebak” gumamnya setelah melihat expresi istrinya yang sudah berubah ceria dari yang tadinya terlihat lesu.
bersambung
Saya tidak memaksa para pembaca untuk like dan komen karna pembaca yang baik akan melakukannya tanpa diminta
terimakasih