
Keadaan kamar mikayla berantakan dengan baju yang berceceran di lantai selimut yang jatuh di pinggiran ranjang , keduanya sedang berpadu dengan keintiman mereka suara erangan dan deru nafas keduanya terdengar dengan jelas ditengah tengah kesunyian malam ,
Tangan mikayla mencengram seprai saat dengan kenzo dengan kasarnya menyentqkkan pinggingulnya ,
Ah emzz kenzoo” seru mikayla sudah dua kali dirinya sudah klimak namun tidak dengan kenzo , kenzo memainkan pinggulnya brirama agar dirinya dan juga mikayla merasakan kenikmatan dalam percintaan mereka.
“ bisa cepat sedikit” ujar mikayla sambil mengalungkan tangannya di leher kenzo, mendengar permintaan mikayla kenzo mempercepat irama permqinannya , hentakan demi hentakan kenzo lakukan hingga sampai pada puncaknya dia memperdalam penyatuan tubuh mereka “ sayang aku” ujar mikayla keduanya klimas bersamaan , “ ah sayang kamu basah” ujar kenzo sebelum tubuhnya jatuh diatas tubuh mikayla “aku suka” imbuk kenzo , sambil mengecup benda kenyal yang ada didepan mukanya.
“ kau tau aku ingin segera mengesahkan hubungan kita , bagai mana kalau besok” ajak kenzo sambil memainkan benda kenyal itu, mikayla mengecup kening kenzo , “ berat” ucap mikayla “ kau keberatan menikah dengan ku” kenzo mendongakkan tubunya melihat jelas wajah mikayla “ tubuhmu berat” ucap mikayla sambil menyunkan bibirnya , kenzo baru sadar jika dia **** tubuh mikayla. Dia bergerak menjatuhakn tubuhnya di sebelah mikayla, kemudian mensejajarkan tubuh mereka kenzo mendekap tubuh mikayla dalam pelukannya , kenzo mengambil selimut yang berada di sebelahnya untuk menutupi tubuh keduanya yang polos.
*****
Mikayla baru saja keluar dari rumah ditemani sesil , sesil melitik kearah mikayla dia melihat wajah lesu mikayla “ apa nona sakit” tanya sesil khawatir , mikayla menoleh ke arah sesil yang mengemudi “ tidak aku hanya capek ” celetu mikayla , semalam kenzo tak membiarkan dia tidur sampai subuh , sesil mengangguk paham , dia fokus menyetir agar mereka selamat sampai tujuan. Sesil memarkirkan mobinya didepan salon LH Beauty untuk mengecek keadaan disalaon
****
Varah berjalan mondar mandir dipinggir sungai dia menunggu telepon dari dilan , sejak kemarin dia menunggu telpon dillan tapi sampai saat ini vania tidak ada telepon ,vania duduk disalah satu kursi yang ada dipinggiran sungai , banyak orang berlalu lalang disana , berbeda dengan dilan yang tam mempunyai tabungan sama sekali , dia sudah menyewa mobik untuk aksinya, rencana awal vanja ingkn menculik orang tua mikayla namun rrncananya gagal orang tua miakyla yidak ada dirimah yang mereka tempati .
“ apa dilan benar benar jayih cinta pada kesya” humam vania , faut wajah vania berubah padam memikirkan hal itu , “ jika dia tidak mau membantuku , maka aku akan membereskannya tanpa sepengetahuannya “ ucap vania penuh emosi , kemudia vania menagmbil telepon dan menghubungi seseorang
“ apa pekerjaan untuk mu” ujar vania saat sambungan teleponnya terhubung , vania menjelaskan rencannanya pada orang yang dia hubungi secara rinci , mereka akan mencari waktu yqng tepat untuk melakukan aksinya ,
Bersambung
Jangan lupa like komen dan share
Komen dan like se banyak banyaknya kalau bisa 100 like agar author semangat nulisnya , dan bisa update setiap hari
makasih