
Kenzo benar benar tak menyangka jika mikayla diculik , dia mrasa bersalah seharusnya dia langsung menjebloskan dilan dan vania kedalam penjara, apalah daya penyesalan selalu diakhir ,
Saat ini kenzo berada dirumah menunggu kabar dari bawahannya , kenzo baru ingat kotak hitam yang ada dimobilnya. Kenzo merutuki dirinya bisa bisanya dia lupa jika di mobilnya ada kamera.
“ leo cepet periksa kotak hitam dimobil yg dipakai mikayla” ujarnya sambil memijat plipisnya
Menedegar ucapan kenzo loe langsung menyusuh bawahannya untuk memeriksa kotak jitam mobil itu.
“ aku beri waktu 10 menit untuk mencari keberadaan miakyla” tambah kenzo
Loe langsung menyampaikan apa yang dikatakan bosnya ,
Tok
Tok
Seorang pria mengenakan setelan hitam masuk kedalam , membawa pria berpenampilan kumuh yang yak lain adalah dilan
Kenzo yang sudah geram tanpa basa basi langsung berjalan kearah dilan
Buk
Sebuah tinjuan mendarat diperut dilan hingga dilan tersungkur kelantai
Kenzo menunduk kemudiam memegang baju depan dilan bersiap untuk menonjok “ katakan dimana mikayla hah” ucapnya bersamaan dengan bogeman yang mendarat di wajah dilan , leo langsung melerai kenzo ,
“ aw , aku gak tau” ujar dilan sambil meringis kesakitan. “ memangnya ada apa dengan mikayla” tanya dilan katna diq memang tidak mendengar berita atau penjelasan dari orang yang menyeretnya ke rumah ini.
Kenzo yqng emoso tidak menjawab pertanyaan dilan dia memelonggarkan dasinya
“mikayla dicilik” ujar leo
“apa” dilan kaget mendengar ucapan leo pasalnya dia tau jika selama ini mikayla selalu dalam penjagaan anak buah kenzo “ kok bisa bukanya dia selalu bawa pengawal kalau kemana mana” tambah dilan
Leo menceritakan apa yang terjadi secara detai ke dilan , dilan mengangguk paham
“ vania” ujar dilan “ ya vania dia beberapa hari yang lalu mengajakku untuk melenyapkan mikayla” tambah dilan mengingat apa yang telah vania katakan padanya
Mendengar ucapan dilan kenzo yang tadinya tak memperdulikannya langsung menoleh menatap dilan ,
Expresi kenzo benar benar kelam mendengar ucapan dilan , tanpa menerima printah dari bosnya leo langsung menghubungi bawannya yang mengintai vania , leo terkejut saat bawahanya meemberi tahunya jika mereka kehilangan jejak vania ,
Dilan langsung menghubungi vania , setelah memberikan nomor telepon vania ke leo ,
“ ini aku dilan, kamu dimana ada yang ingin aku bicarakan denganmu” tanya dilan
“ aku pikir kau merindukanku , ada perlu apa”
“ itu sudah pasti aku merindukanmu makanya aku ingin bertemu denganmu” ujar dilan bohong dia tidak ingin vania curiga .
“tapi aku sibuk saat ini bagai mana kalau besok , setelah pekerjaanku selesai”
Deg jantung dilan seolah oleh berhenti seketika saat mendengar ucapan vania, “ ohh memangnya saat ini kau sedang apa? Bagai mana jika aku kesana sekarang aku akan membantumu”
“tidak tidak perlu aku akan menyelesaikan sendiri, ya sudah bye” vania langsung memutuskan panggilannya.
“Bagai mana apa sudah menemukan tempatnya?” tanya dilan pada leo , yang dari tadi mencari keberadaan vania melalui nomor yang dia pakai
“ sudak aku sudah menemukan alamatnya” ujar leo , kemudia leo menerima pesan dari bawahanya , alamat keberadaan mobil yang digunakan untuj mencilik mikayla
“ ternyata benar vania dibalik semua ini” ujar leo setelah mencocokkan alamat yang dia dapat dan juga alamat yang bawahanya kirim padanya
Dilan dan juga kenzo menatap dingin leo secara bersamaan .
Sebelum mereka pergi ke alamat dimana mikayla disekap leo meminta Dilan untuk ganti pakaian dulu , karna Dilan bersikeras ingin ikut dengan mereka
Bawahan vania berada luar gudang , saat ini vania berada didalam gudang menyayat kulit tangan mikayla berlahan hingga darah segar keluar begitu saja sesekali dia menampar wajah mikayla , mikayla hanya meringis kesakita tanpa bisa menjerit .
“kau tahu wajah mu ini sangat cantik aku akan menghancurkan wajahmu sebelum aku membunuhmu agar tidak ada yang mengenalimu”ujar vania pisau yang dia pegang sengaja dia tempelkan kewajah mikayla ,
Mikayla mengiding ngeri mendengar ucapan vania , apalagi saat bagian pisau itu menyentuh kulitnya ,
“Tenang aku tidak akan melakukannya sekarang , bagai mana kalau besok pagi , sekarang kamu tidur dulu” ujar vania dengan seringai mengerikan “ tak perlu sungkan walau bagai manapun kita itu sahabat” imbuhnya kemudian pergi meninggalkan mikayla
Mikayla menahan sakit , darah dari luka yang vania goreskan mengalir tanpa mau berhenti.
Wajah mikayla pucat setelah dia kehilangan banyak darah .
bersambung