I cannot forgive you

I cannot forgive you
Episode 29



 


 


“Sepertinya kita harus kedokter terlebih dahulu” ajak dilan dengan wajah malu karna dia gagl mencium mikayla, mikayla mengangguk i ajakan dilan , mereka masuk kedalam mobil .


Ditengaj tengah jalan mikayla berpikir keras agar dilan tidak mengantarnya ke rumah sakit ,


“ aku rasa gak perlu ke rumah sakit , ini dikompres saja udah cukup” mikayla menunjukkan pergelangan tangannya yanh sedikit memar


“Tapi kan” belum sempat dilan menyelesaikan kalimatnya mikayla sudah menyela terlebih dulu


“Gak ada tapi , aku Cuma butuh istirah aja kok , kamu bisa antar aku kerumah saja” pinta mikayla


“ baik lah kalau begitu” dilan memutar mobilnya kejalan arah rumah mikayla


Mikayla dan dilan sudah ada di depan rumah mikayla , mikayla mintak diturunkan didepan gerbang ,


dilan meminta mikayla agar dia yang merawat tangan mikayla , namun mikayla menolaknya


“ tangan kamu beneran gak apa apa kan?” tanya dilan setelah menghentikan mobilnya


“ iya gak apa apa, udah aku pulang dulu ” ujar mikayla , mikayla mengecup wajah dilan


Membuat dilan kaget seketikan , mikayla kluar dari mobil dan menutup pintu mobil , dilan yang baru sadar kalau mikayla sudah keluar dari dalam mobil segera membuka kaca jendela mobilnya, mikayla melambaikan tangan dengan senyum yang menghiasi bibirnya , membuat wajah dilan blising dan detak jantung nya tak karian.


Mikayla berbalik berjalan kearah gerbang , membuka gerbang dan masuk kedalam meninggalkan dilan ,dilan melihat kearah mikayla sampai tubuh mikayla hilang dibalik gerbang.


Wajah mikayla yang awalnya dihiasi senyum manis berubah menjadi senyum dengan tatapan mencela mengingat perlakuan dilan terhadapnya , mikayla bergegas masuk kedalam rumah.


>>>


Kenzo bari saja masuk kedalam rumah mikayla dia mencari mikayla di dalam kamar namun tak menemukan wanita yang dia cintai itu , kemudian dia berjalan kearah taman belakang dia mendapati wanita yang dia cintai sedang memberi makan ikan yang ada di kolam , mikayla menoleh kearah kenzo dengan senyum yang menghiasi bibirnya


“ sudah pulang” tanya mikayla sambil memberi makan ikan ikan itu


“iya, aku capek” ujar kenzo , kenzo memeluk tubuh mikayla dari belakang, kedua tangannya mendekap perut mikayla, mikayla menghentikan aktifitasnya , menatuh toples makanan ikan yang dia pegang kemeja yang tak jauh dari jang kauan tangannya.


“ aku lapar”  ujar mikayla memecahkan keromantisan diantara mereka


Kenzo menaikan alisnya, dia melepaskan pelukannya dan memutar tubuh mikayla


Cup


Cup


Kenzo mengecup bibr mikayla , membuat yang punya cemberut.


“ aku sudah memesan makanan sebentar lagi sampai” ujar kenzo


“ benarkah” tanya mikayla , memperlihatkan wajah imutnya


Kenzo mengangguk “ ayo masuk , udaranya semakin dingin” ajak kenzo


 


 


“ biar aku yang nyiapin, kamu cuci tangan dulu” ujar mikayla saat kenzo menarih kantong kresek iyu diatas meja.


Kenzo berjalan kearah wastafel untuk mencuci tangannya , sedangkan mikayla menaruh makanan yang sudah dibeli kenzo ke atas piring


Kenzo sudah duduk dikursinya , sedangkan mikayla sudah bersiap memakan makanannya “ akhir akhir ini aku sering lapar” celetu mikayla sambil menyatap makanannya.


“ nanti aku pesankan lagi kalau kamu masih lapar” sahut kenzo , menyantap makanannya


Mendengar ucapan kenzo,  Mikayla menelan makanannya ,“ kau mau bikin gemuk”tuduh mikayla menaruh sendok yang ada ditangannya


“ salah lagi” gumam kenzo dalam hati “ maksud aku gak seperti itu sayang”  ucap kenzo


“truss”


“ kamu makan dulu makanannya , nanti kebuaru dingin gak enak , aku terusin nanti ceritanya” bujuk kenzo


Mikayla mengangguk paham, dia mulai menyatap makanannya dan kenzo menggelang melihat tingkah mikayla yang berubah akhir akhir ini , tanpa sepatah kata keduanya menghabiskaan makanan mereka tanpa sisa .


 


 


>>>


Dilan baru saja keluar dari kamar mandi , dia melihat vania di atas ranjang , saat dilan mau melangkahkan kakinya kekuar dari kamar vania memengang lengan tangannya


“ mas , kita harua bicara” ujar vania dengan wajah memelas


“ apa yang perlu kita bicarakan, kita gak cocok vania , kau selalu sibuk dengan salonmu tanpa memikir kan ku , selama ini aku selalu bersabar menanggapi tingkahmu yang tak pernah menyiapkan kebutuhanku , kau tau kau bahkan tak pernah menyiapkan sarapan untuk ku jangankan sarapan kopi saja tak pernah, kau tak pernah mementing kanku saat karirmu ada dipuncak, kau jangan menyalahkan orang lain karna perceraian kita , semua bermula dari mu” ujar dilan kemudian menepis tangab vania


Kata kata yang terucap dari mulut dilan bagaikan sambaran petir bagi vania , selam ini dia tak pernah merawat dilan dia selalu mengitamakan salonnya , bahkan dilan harus sarapan mie instan setiap pagi karna dia tak menyiapkan sarapan untuk suaminya , kaki vania terasa lemas tubuhnya jatuh kelantai  menhingat perlakuannya pada dilan ,


 


Bersambung


Ikutin terus yaaa


Jangan lupa komen like dan share