
9.9 : Plan
" Kupikir kau tak akan terlambat, bro. "
Andrew menatap Rey yang melipat kedua tangannya di dada nya. Jadi dia tau ayahnya akan meninggal?
" Dari mana kau mendapatkannya? "
" Ayahmu. Ayahmu ingin aku memberikan itu padamu. "
" Kau tau ia akan di bunuh di sana? "
" Yeah. "
" Dan aku telat menyelamatkannya. "
" I'm sorry, Andrew.. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Sore harinya, berita kematian Jason Xavier telah menyebar. Pemakaman telah dilakukan, Bella menangis cukup keras akan hal itu.
Sedangkan Andrew kini menaruh dendam kepada perempuan itu, Anna. Ia benar-benar semakin membenci nya.
Di sekolah,
Andrew tengah berjalan dengan Harry hingga Anna sengaja menabrakkan dirinya pada Andrew dan Harry.
" Ini rasanya kau tak punya siapapun, Xavier. Bagaimana? " Anna berbisik pelan, membuat Andrew sudah mengepalkan tangannya tetapi di tahan oleh Harry.
" Shut your mouth, Anna. "
" Hahaha, aku membunuhnya! Aku membunuh ayah nya Andrew Xavier!! " Seru Anna, membuat semuanya menatap kaget Anna.
" Anak ini benar-benar sinting. " bisik Harry ketika melihat kelakuan Anna yang malah memberitahu ia yang membunuh ayah nya Andrew.
" Bagaimana kalau aku membunuh seluruh keluarga mu, Xavier? "
Harry sontak mengambil botol kaca dan melemparnya kearah Anna. Pecahan kaca itu menyobek kulit Anna, membuat darah menetes.
" Shut your mouth, Anna. "
Kini entah mengapa, Harry lebih emosi dengan Anna. Lebih emosi ketimbang Andrew.
Hingga hal itu di hentikan oleh para guru dan membawa Anna ke ruang guru ketika mendengar kata-kata Anna di lorong sekolah tadi.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Pulang sekolah,
Andrew kini berjalan beriringan menuju gerbang. Ia ingin pergi ke rumah Harry. Ia hanya ingin bersama kawannya ini.
Hingga Anna datang dan langsung melempar batu tepat kearah Harry. Beruntung Harry dapat menghindarinya.
Para murid yang berada di luar sekolah dan hanya duduk duduk langsung melihat kejadian itu. Perempuan gila ini sepertinya ada masalah pribadi dengan Andrew dan Harry.
" Tenang, aku dikeluarkan dari sekolah. Tapi akan aku lukai kalian terlebih dahulu! "
Anna melempar cutter miliknya kearah Harry dan Andrew. Harry langsung mendorong Andrew mundur dan menangkap serta melempar balik cutter itu kearah Anna.
Cutter itu mengenai Anna, tetapi ada hal yang mengejutkan. Kulit Anna terkelupas dan memperlihatkan ada mesin di dalam kulit Anna.
Semuanya mulai berbisik bisik. Apa sebenarnya Anna? Kenapa ada mesin di dalamnya? Dia robot? Kenapa bisa begitu? Kira-kira itulah pertanyaan yang mereka semua tanyakan dalam hati.
" Sebenarnya kau apa, Anna? "
Harry nampak terkejut melihat hal itu, sedangkan Anna hanya tertawa.
" Aku adalah robot. Kau tak bisa membunuhku.. Dan kau akan mati, Azera! "
Anna langsung melesat kearah Harry, lengannya seketika mengeluarkan pisau, cutter dan benda tajam lainnya.
TRANGG!!!
Seketika benda tajam yang berada di lengan Anna patah. Semuanya menatap kaget, Harry hanya memegang batu yang cukup besar dan bahkan bisa mematahkan pisau dan cutter?
" Oh, mungkin kau yang akan mati. Anna. "
Harry langsung berlari dan menjatuhkan Anna, kedua tangan Harry menahan kedua tangan Anna dan menariknya ke belakang punggung Anna. Kaki Harry menginjak tubuh Anna.
Seketika kedua tangan Anna putus, tapi ya karena ia adalah robot, ia masih hidup dan masih bisa melawan.
" You gonna die, Anna. "
Harry memberi kode, membuat Andrew langsung melempar sebuah batu dan di tangkap oleh Harry. Harry langsung melesat keatas Anna dan menghancurkan kekuatan pusat Anna hingga mesinnya hancur.
Semuanya bersorak-sorai, pasalnya Anna adalah robot. Dan di duga banyak orang yang terluka akibat dirinya. Yeah, ini memang tidak baik. Bahkan membuat Andrew dan Harry menjalani skors.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
" Thanks, Harry. Tapi kau tak perlu segitunya. "
Andrew bergumam pelan ketika Harry mengatakan bahwa ia melakukan itu demi Andrew.
" Oh ayolah, dia robot. Dia juga sudah melukai banyak orang. Dia pantas mendapatkan itu. Aku juga tidak menyukainya, dia menyebalkan. "
Andrew dan Harry tertawa. Kini mereka berpisah di rumah Harry.
" Oh c'mon, kau bisa mengandalkan ku kapanpun kau perlu. "
" I know. "
" Hati-hati pulang nya, An. "
" Yeah! Thanks, Harry! "
Setelah Andrew berjalan cukup jauh meninggalkan rumah Harry, Harry masuk ke dalam dan berjalan menuju kamarnya.
" Why you kill her?! "
Baru saja Harry sampai di ruangannya, suara lelaki berseru dari televisi. Harry terdiam kemudian mengganti pakaiannya tanpa melihat kearah televisi itu.
" She's useless. "
" Karena dia tak berguna, bukan berarti kau bisa membunuhnya! "
" Oh c'mon.. Tujuan mu juga akan tercapai nanti. "
" Tapi dengan membunuh dia?! "
" Percepat rencana kita, lakukan hal itu dan buat Andrew Xavier menderita. Setelah itu, bawa teman-temannya dan habisi satu persatu kemudian bawa gundam mereka. " Perintah lelaki itu.
Harry hanya terdiam ketika televisi itu mati. Memutuskan komunikasi mereka.
" That's impossible... Dad. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Beberapa hari berlalu, Andrew, Bella serta kawan-kawannya sudah berhasil merelakan Jason. Yeah, takdir juga tak bisa diubah kan?
Walaupun begitu, Andrew akhir-akhir ini sering menyendiri. Begitu berbeda dengan sikapnya sebelum hal itu terjadi.
Semua pekerjaan pahlawan berhasil Andrew dan kawan-kawannya lakukan dengan profesional. Semakin banyak musuh yang mereka lawan tapi mereka bisa mengatasi nya.
Harry, ia masih teringat kata-kata ayahnya beberapa hari lalu. Rencana nya harus terjadi. Sekarang juga. Jika tidak, tamatlah riwayatnya.
" I'm sorry, Andrew... "
Malam harinya, Andrew dan yang lain tengah bermain game di ruang tengah. Hingga Bella memanggil Andrew terus menerus.
" Andrew, bisa belikan mom semua yang ada di list ini? "
" Sure. Aku akan pergi sekarang. "
" Hati-hati sayang.. "
Andrew pamit kemudian berjalan menuju supermarket dan membeli semua yang ada di list pemberian Bella.
" Tumben sekali kau belanja keluar. "
00 menatap heran Andrew yang tengah serius berbelanja. Membuat Andrew terkekeh pelan.
" Yeah, sejujurnya aku takut gelap. Tapi, kurasa aku harus terbiasa. "
Setelah beberapa menit Andrew berbelanja, ia sudah membawa semua barang yang Bella minta dan hendak pulang, tapi...
" Someone help me!! Please!! Help me!! "
Teriakan itu terus ada, membuat Andrew dan 00 akhirnya setuju untuk menghampiri suara itu. Mereka berdua menghampiri suara itu yang berasal dari sebuah gang. Andrew langsung mengenakan part milik 00 dan berjalan terus ke asal suara.
Hingga terlihat sebuah robot berwarna hitam mendorong seseorang ke dalam tembok.
" GN Sword! "
Robot itu terkena serangan Andrew, tapi robot itu langsung mengeluarkan tentakel berwarna hitam dan melilit Andrew.
" What the... "
Tubuh Andrew dililit oleh tentakel robot itu. Dan sesuatu seolah-olah hendak masuk ke dalam mesin 00 dan menempel di tubuh Andrew dan 00.
" 00, apa yang terjadi? "
Andrew seketika panik ketika melihat tentakel itu menempelkan dirinya dengan tubuh robot itu.
" Cepat kabur!! Cepatlah!! Kita tak bisa bertahan!! "
Kaki Andrew tertahan, ia tak bisa kabur. Ia menyikut robot di belakangnya tetapi tak kunjung bisa melepaskan diri.
" Lakukan 𝘥𝘢𝘴𝘩..! " Seru Andrew, rasanya tubuhnya kini berat sekali. Terlalu berat.
" Aku tak bisa!! " 00 berusaha mengaktifkan 𝘥𝘢𝘴𝘩 miliknya dan tetap tidak bisa.
" 00... Cepat kabur!! "
Andrew menonaktifkan mesin milik 00, membuat part 00 terlepas dari tubuhnya dan kembali menjadi hologram. Jam tangan nya juga ia lepas.
" ANDREW!! "
00 berseru, Andrew berada di dalam robot itu, Andrew memilih menyelamatkan 00 ketimbang dirinya.
" Pergilah... 00.. "